Penggunaan Salep Cacar Air Mesti Memperhatikan Ini

(0)
30 Oct 2020|Dedi Irawan
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Salep cacar air harus digunakan berdasarkan anjuran dokterSalep cacar air bisa dioleskan pada tiap bintil yang muncul
Cacar air disebabkan oleh virus Varicella zoster. Penyakit ini memiliki gejala utama berupa ruam dan bintil berisi air, yang bisa terasa gatal serta mengganggu kenyamanan. Untuk mengatasi gatal karena ruam, tak jarang salep cacar air menjadi pilihan.Tapi harap diingat bahwa obat oles sejatinya hanya bertujuan mengurangi rasa gatal serta gejala, dan bukan menyembuhkan penyakit cacar air.

Jenis salep cacar air yang bisa digunakan

Ruam cacar air umumnya timbul selama 14-16 hari setelah seseorang terinfeksi virus. Sementara demam ringan, tidak nafsu makan, dan tubuh yang lesu dapat muncul pada sekitar 24 sampai 48 jam sebelum ruam.Bila dialami oleh anak-anak, gejala cacar air kerap diiringi dengan anak yang rewel dan mudah marah.Saat cacar air melanda, godaan yang terbesar adalah keinginan untuk menggaruk ruam dan bintil. Namun yakinlah bahwa menggaruk justru akan memperparah kondisi Anda. Jadi obat apa sajakah yang bisa Anda gunakan?
  • Losion kalamin

Untuk mengurangi rasa gatal yang timbul, Anda bisa mengoleskan losion kalamin (calamine). Karena itulah, obat oles ini sering diberikan sebagai salep cacar air.Senyawa kalamin sendiri dianggap aman ketika dipakai untuk mengurangi rasa gatal pada ruam akibat cacar air. Berdasarkan pengalaman dari sebagian pengguna, salep cacar air ini cukup efektif untuk meredakan gejala gatal-gatal.Manfaat kalamin tersebut diperkirakan mumcul berkat adanya komponen zinc silicate di dalamnya. Meski begitu, belum ada penelitian yang bisa membuktikan dengan pasti mengenai khasiat tersebut.Karena itu, dibutuhkan lebih banyak lagi studi mengenai hubungan antara senyawa zinc silicate daalm kalamin dengan hilangnya gatal cacar air.
  • Salep acyclovir

Selain kalamin, dokter mungkin dapat meresepkan salep acyclovir. Salep cacar air ini berisi antivirus.Obat ini diberikan guna mengurangi tingkat keparahan bintil cacar air yang dialami oleh pengidap.

Perhatikan ini sebelum memakai salep cacar air

Beberapa catatan yang wajib dijadikan patokan dalam penggunaan salep untuk cacar air. Ber­ikut penjelasannya

1. Losion kalamin

  • Losion ini bukan obat cacar air
  • Calamine hanya berguna untuk mengurangi gatal pada kulit akibat cacar air
  • Obat ini merupakan obat luar, jadi hanya boleh digunakan pada kulit
  • Jangan mengoleskan losion kalamin untuk menghilangkan gatal ruam cacar air yang muncul di mata, mulut, hidung, alat vital, dan anus
  • Usahakan agar jari Anda tidak bersentuhan langsung dengan ruam saat mengaplikasikan salep cacar air ini
  • Pastikan Anda menggunakan losion sesuai dengan petunjuk pemakaian pada label kemasan atau anjuran dokter
  • Konsultasi dengan dokter sangat disarankan jika Anda ragu menggunakan losion kalamin
  • Kunjungi dokter jika gatal tak kunjung hilang setelah pemakaian losion selama tujuh hari atau ada keluhan lain yang muncul
Meski pembelian losion calamine umumnya tidak memerlukan resep dokter, konsultasi medis tetap dianjurkan agar keamanan Anda senantiasa terjaga. Pengolesan losion ini biasa dilakukan sebanyak 2-3 kali sehari dan sebelum tidur pada bagian yang gatal.

2. Salep acyclovir

  • Jangan dibeli tanpa resep dokter
  • Gunakan sesuai dengan anjuran dokter
  • Jauhkan dari jangkauan anak
  • Jangan digunakan pada bintil cacar air yang berada di dekat mata maupun mulut
  • Hanya boleh digunakan untuk pengobatan luar, jadi jangan sampai tertelan
  • Cuci tangan sebelum dan sesudah mengoleskan salep ini pada lesi cacar air
  • Setelah dioleskan, tunggu hingga kering baru mengenakan pakaian

Pengobatan cacar air tak cukup hanya dengan salep cacar air

Cacar air termasuk penyakit yang umumnya bisa sembuh sendiri. Penanganan yang diberikan lebih berfokus untuk meringankan gejala yang dirasakan oleh pasien.Beberapa metode pengobatan cacar air dari dokter bisa meliputi:
  • Obat pereda demam dan rasa sakit

Obat pereda demam dan pengurang rasa sakit, seperti paracetamol, ibuprofen, serta aspirin. Paracetamol termasuk jenis obat yang paling aman dan sering diresepkan.Sementara penggunaan ibuprofen dan aspirin harus lebih berhati-hati. Aspirin tidak boleh diberikan pada anak di bawah 16 tahun karena dapat memicu komplikasi berupa sindrom Reye yang berbahaya.
  • Banyak minum

Anjuran untuk banyak minum diberikan supaya membantu tubuh dalam menyingkirkan virus sekaligus terhindar dari dehidrasi.
  • Menempelkan kompres dingin

Saran untuk menempelkan kompres dingin pada ruam yang sangat gatal.
  • Suntikan imonoglobulin

Bagi pasien yang pernah terpapar virus dan belum mengalami gejala, dokter mungkin akan memberikan suntikan imonoglobulin. Obat ini akan mencegah gejala cacar air yang parah.Hanya saja, orang yang sedang hamil, merokok, mengidap HIV, dan menjalani kemoterapi untuk mengobati kanker, tidak diperbolehkan menerima suntikan ini.
  • Obat antivirus

Jika Anda berisiko mengalami cacar air yang parah dan sudah bergejala, dokter mungkin akan meresepkan obat antivirus. Contoh obat ini yang umumnya diberikan adalah acyclovirObat antivirus berfungsi meringankan gejala cacar air. Tapi obat ini harus diminum dalam 24 jam setelah pertama muncul ruam, lalu dikonsumsi sebanyak lima tablet sehari selama tujuh hari.

Jangan bergantung pada salep cacar air jika ada kondisi berikut

Meski pemakaian losion calamine dianjurkan untuk mengurangi gatal akibat cacar air, kembali berkonsultasi dengan dokter sangat disarankan jika penderita mengalami:
  • Demam hingga suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius
  • Muncul nanah, kemerahan, dan nyeri pada bintil cacar air
  • Lepuhan akibat cacar air berada di dekat mata
  • Telinga penderita keluar air dan terasa sakit
  • Gatal yang tidak bisa diatasi dengan obat
  • Muncul batuk-batuk
  • Muntah-muntah
  • Penderita terlihat sangat lelah dan sempoyongan
  • Demam kembali muncul setelah menghilang selama 24 jam
  • Makin banyak ruam cacar air yang muncul setelah hari ke-6
Kondisi-kondisi tersebut harus diwaspadai meski Anda sudah siap sedia dengan salep cacar air di rumah. Pemeriksaan medis sangatlah disarankan agar tidak terjadi komplikasi yang tidak diinginkan.

Pencegahan cacar air yang ampuh

Untuk mencegah cacar air, vaksin masih menjadi cara yang paling ampuh. Vaksinasi biasanya harus dilakukan dua kali baik bagi anak-anak, remaja, maupun orang dewasa yang belum pernah vaksin atau belum pernah menderita cacar air.Meski banyak perdebatan, vaksin cacar air terbukti aman. Setelah mendapatkan vaksin, mayoritas orang akan aman dari derita cacar air.Bahkan jika mereka terkena cacar air, gejalanya akan cenderung lebih ringan daripada orang yang sama sekali belum menerima vaksinasi.Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang salep cacar air, pengobatan, hingga vaksinasi, mari tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
cacar airruam kulitacyclovir
Nationwide Children. https://www.nationwidechildrens.org/conditions/chickenpox
Diakses pada 28 Oktober 2020
WebMD. https://www.webmd.com/children/understanding-chickenpox-treatment
Diakses pada 28 Oktober 2020
WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-14271/calamine-topical/details
Diakses pada 28 Oktober 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2082986/
Diakses pada 28 Oktober 2020
CDC. https://www.cdc.gov/chickenpox/about/prevention-treatment.html
Diakses pada 28 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait