Penggunaan Natrium Diklofenak untuk Nyeri Sendi, Amankah untuk Kesehatan?


Cara kerja natrium diklofenak untuk nyeri sendi yaitu dengan menghentikan produksi zat yang memicu kemunculan rasa sakit pada tubuh Anda. Natrium diklofenak tersedia dalam berbagai bentuk.

0,0
Penggunaan natrium diklofenak untuk nyeri sendi dapat menimbulkan efek sampingTempelkan natrium diklofenak dalam bentuk plester atau koyo pada bagian tubuh yang terasa nyeri
Berbagai tindakan perawatan dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri sendi, salah satunya dengan menggunakan natrium diklofenak. Tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari gel, salep, plester atau koyo, tetes mata, maupun tablet, obat ini biasa dipakai untuk mengatasi nyeri sendi akibat rematik.Di balik manfaat natrium diklofenak untuk nyeri sendi, penggunaan obat ini berpotensi memicu masalah kesehatan serius. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk mengetahui cara memakai dan dosis penggunaannya agar terhindar dari risiko yang bisa ditimbulkan.

Cara kerja natrium diklofenak untuk nyeri sendi

Natrium diklofenak adalah obat yang masuk dalam golongan antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Obat ini biasa dipakai untuk meredakan nyeri sendi pada lutut, pergelangan kaki, pergelangan tangan, dan siku.Selain itu, obat ini juga dipakai sebagai terapi awal untuk mengatasi rematik. Cara kerja natrium diklofenak untuk nyeri sendi yaitu dengan menghentikan produksi zat yang memicu kemunculan rasa sakit pada tubuh Anda.

Bagaimana penggunaan natrium diklofenak untuk nyeri sendi yang benar?

Cara penggunaan natrium diklofenak untuk nyeri sendi yang benar bergantung pada jenis obat pilihan Anda. Natrium diklofenak tersedia dalam berbagai bentuk, di antaranya tetes mata, gel, salep, plester atau koyo, suppositoria, dan tablet.Berikut ini cara penggunaan natrium diklofenak untuk nyeri sendi yang benar:

1. Gel

Untuk menggunakan gel natrium diklofenak, oleskan pada kulit bagian atas tubuh yang terasa nyeri. Namun, hindari mengoleskan obat ini pada kulit yang luka, mengelupas, bengkak, dan dipenuhi ruam. Pastikan juga agar gel natrium diklofenak yang Anda gunakan tidak masuk ke dalam mata, hidung, maupun mulut.Setelah dioleskan dengan baik, jangan menutup area yang mendapat perawatan dengan perban atau kain apa pun. Jaga agar bagian tubuh tersebut tidak terkena panas atau cairan setidaknya 1 jam setelah Anda mengoleskan natrium diklofenak.Jika Anda menggunakan gel natrium diklofenak yang dijual bebas, mungkin butuh waktu hingga 7 hari untuk mendapatkan manfaatnya secara maksimal. Apabila rasa sakit tak mereda setelah 7 hari, segera konsultasikan kondisi Anda dengan dokter.

2. Tablet dan kapsul

Minum tablet dan kapsul natrium diklofenak menggunakan segelas air atau susu. Meminum obat menggunakan susu dapat mengurangi risiko iritasi perut yang mungkin muncul akibat konsumsi natrium diklofenak.Ketika menelan obat ini, jangan menghancurkan atau mengunyahnya terlebih dahulu. Selain itu, pastikan Anda meminum natrium diklofenak setelah makan camilan maupun makan besar.

3. Tetes mata

Sebelum memakai natrium diklofenak dalam bentuk tetes mata, pastikan Anda mencuci tangan terlebih dahulu. Setelah mencuci tangan, teteskan natrium diklofenak layaknya menggunakan obat tetes mata biasa.Ketika obat masuk, segeralah tutup mata Anda. Terakhir, jangan lupa untuk mencuci tangan kembali untuk menghindari sisa-sisa obat yang masih menempel tertelan saat makan. 

4. Plester atau koyo

Tempelkan natrium diklofenak dalam bentuk plester atau koyo pada bagian tubuh yang terasa nyeri. Ketika menempelkan ke tubuh, tekan dengan lembut supaya plester dapat melekat pada kulit dengan baik.Perlu diingat, Anda hanya boleh menggunakan maksimal 2 plester natrium diklofenak dalam sehari. Saat hendak melepasnya, basahi plester dengan air, kemudian bersihkan sisa-sisa lem yang menempel pada kulit.

5. Suppositoria

Saat hendak menggunakan natrium diklofenak berbentuk suppositoria, pastikan Anda telah mencuci tangan terlebih dahulu. Setelah itu, dorong obat hingga masuk dalam anus dengan ujung runcing pada bagian atas. Pastikan Anda telah memasukkan suppositoria setidaknya sedalam 3 cm.Jika telah masuk ke dalam anus, tunggu selama sekitar 15 menit. Nantinya, Anda akan merasa seperti ada yang meleleh dalam anus.

Efek samping pemakaian natrium diklofenak untuk nyeri sendi

Bagi sebagian orang, penggunaan natrium diklofenak dapat menimbulkan efek samping. Salah satu efek samping dari penggunaan obat ini adalah dapat meningkatkan risiko terkena penyakit kardiovaskular seperti sakit jantung dan stroke.Selain itu, penggunaan natrium diklofenak yang diterapkan langsung ke kulit berpotensi memicu kemunculan gejala seperti:
  • Gatal
  • Iritasi
  • Pusing
  • Sembelit
  • Mati rasa
  • Bengkak
  • Sakit perut
  • Kulit kering
  • Kesemutan
  • Kulit bersisik
  • Muncul jerawat
  • Kulit kemerahan
  • Sensasi terbakar

Kapan harus ke dokter?

Jika nyeri sendi yang dialami tidak kunjung membaik setelah 7 hari, segeralah berkonsultasi ke dokter. Nantinya, dokter akan memberi obat dan dosis yang telah disesuaikan dengan kondisi dan usia Anda.Tidak hanya itu, Anda juga harus juga segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami kondisi-kondisi seperti:
  • Kulit pucat
  • Sesak napas
  • Kelelahan ekstrem
  • Detak jantung cepat 
  • Kehilangan selera makan
  • Kulit dan mata menguning
  • Kenaikan berat badan tanpa sebab
  • Urine berubah warna menjadi gelap
  • Memar dan perdarahan yang tidak biasa
  • Kesulitan menelan makanan dan minuman
  • Pembengkakan pada wajah, tenggorokan, dan lengan
Untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai natrium diklofenak untuk nyeri sendi dan cara pemakaian yang benar, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
sakit jantungnyeri sendistrokerematikradang sendi
Medline Plus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a611002.html
Diakses pada 14 Desember 2020
NHS. https://www.nhs.uk/medicines/diclofenac/
Diakses pada 14 Desember 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/diclofenac-ophthalmic-route/proper-use/drg-20074914
Diakses pada 14 Desember 2020
BPOM RI. http://pionas.pom.go.id/monografi/natrium-diklofenak
Diakses pada 14 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait