Di Indonesia, penggolongan obat telah ditentukan dan tidak boleh dikonsumsi tanpa rekomendasi dokter
Beragam jenis obat telah digolongkan dan diatur cara mengonsumsinya

Ketika seseorang sakit, dokter akan memeriksa untuk mendapatkan diagnosis. Barulah dari situ diketahui obat apa yang tepat untuk mengatasi penyakit yang diderita. Di Indonesia, penggolongan obat telah ditentukan dan tidak boleh dikonsumsi tanpa rekomendasi dokter.

Baik dokter maupun penyedia layanan harus tahu secara rinci penggolongan obat sesuai dengan jenisnya. Tujuannya agar pemberian obat bisa tepat sasaran dan tidak menimbulkan efek samping.

Penggolongan obat di Indonesia

simbol penggolongan obat di Indonesia
Perhatikan simbol yang tertera dalam kemasan obat

Di Indonesia, ada 3 penggolongan obat berdasarkan aturan konsumsinya. Penggolongan obat itu adalah:

1. Obat bebas

Biasa terlihat dengan lambang lingkaran berwarna hijau dengan garis tepi hitam, obat bebas mudah ditemukan di pasaran. Bahkan, obat bebas dapat dibeli tanpa harus ada resep dokter. 

2. Obat bebas terbatas

Penggolongan obat berikutnya adalah obat bebas terbatas dengan lambang lingkaran berwarna biru dengan garis tepi hitam. Berbeda dengan obat bebas, penggolongan obat kedua ini memang bisa dibeli tanpa resep dokter, namun ada tanda peringatan yang menyertainya.

Artinya, sebelum mengonsumsi jenis obat bebas terbatas, harus diperhatikan informasi dosis dan efek sampingnya. Jika masih ragu berapa dosis yang tepat, konsultasikan kepada dokter.

3. Obat keras dan psikotropika

Jika melihat obat dengan lambang lingkaran merah dengan tepi hitam, serta huruf K di dalamnya, itu adalah penggolongan obat ketiga yaitu obat keras dan psikotropika. Artinya, obat ini hanya bisa dibeli jika ada resep dokter.

Umumnya, obat keras hanya dijual di apotek berupa obat generik maupun obat wajib dari apotek. Sementara obat psikotropika memiliki kemungkinan memengaruhi susunan saraf pusat manusia.

Perlu diperhatikan bahwa dibandingkan dengan kedua penggolongan obat sebelumnya, obat keras dan psikotropika paling berpengaruh terhadap kondisi seseorang. Selain itu, perlu dibedakan pula bahwa psikotropika bukan merupakan obat narkotika.

Jenis obat lainnya

Selain jenis penggolongan obat di atas, ada beberapa kategori atau istilah seputar obat lain yang juga perlu diketahui:

  • Obat narkotika

Obat narkotika adalah obat dari bahan kimia maupun tanaman yang bisa menyebabkan penurunan kesadaran. Obat jenis ini hanya bisa dibeli jika ada resep dokter. Tentu saja, penggunaannya pun harus di bawah supervisi dokter agar tidak ada penyalahgunaan. Ditandai dengan lingkaran berwarna merah dan di dalamnya terdapat tanda palang (+) berwarna merah.

  • Obat tradisional

Di Indonesia, jenis obat tradisional adalah jamu. Namun seiring dengan perkembangan teknologi, kini obat tradisional telah diolah dalam bentuk ekstrak jamu yang praktis dikonsumsi. Ditandai dengan simbol lingkaran berwarna hijau dengan gambar pohon di dalamnya.

  • Obat herbal terstandar

Berbeda dari jamu, obat herbal terstandar (OHT) ditandai dengan simbol lingkaran warna kuning yang dikelilingi garis warna hijau. Di dalam lingkaran terdapat tiga bintang berwarna hijau. Meski sama-sama berbahan alami, namun OHT memiliki proses pengolahan dan standar kehigienisan yang berbeda dari obat tradisional. OHT juga telah melalui penelitian pra-klinis untuk mengetahui manfaat kesehatannya.

  • Fitofarmaka

Fitofarmaka juga berasal dari bahan alami namun bisa disetarakan dengan obat-obatan modern karena proses pengolahannya yang lebih rumit. Meski dari bahan alami, namun fitofarmaka telah melalui uji klinis dan memenuhi syarat. Fitofarmaka memiliki simbol yang mirip dengan OHT. Perbedaannya pada gambar di dalam lingkaran yang berupa snowflakes berwarna hijau. 

  • Obat nama dagang

Apabila ada obat yang terdaftar di Kementerian Kesehatan suatu negara, maka obat tersebut bisa mendapat obat nama dagang atau branded drug. Biasanya, nama obat disingkat dengan kode tertentu baru kemudian didaftarkan dengan nama dagangnya.

Obat dengan nama dagang terdaftar artinya memiliki hak paten. Pabrik lain tentu tidak bisa memproduksi obat yang sama kecuali ada izin lisensi.

Kunci dari mendapatkan obat yang tepat adalah komunikasi terbuka antara dokter dan pasien. Dengan demikian, dokter dapat membuat diagnosis yang tepat, serta obat apa yang paling tepat diberikan.

Pusat Informasi Obat Nasional. http://pionas.pom.go.id/ioni/pedoman-umum
Diakses 15 Maret 2020

Kementerian Kesehatan RI. http://yankes.kemkes.go.id/read-jenis-obat-yang-beredar-di-indonesia-2578.html
Diakses 15 Maret 2020

Artikel Terkait