Geriatri, Cabang Ilmu Kedokteran tentang Kesehatan Lansia


Geriatri merupakan cabang ilmu kedokteran yang berkhusus pada penanganan masalah kesehatan pada lansia (di atas 60 tahun). Tak hanya mengobati, dokter spesialis geriatri juga biasanya membantu perencanaan pemulihan dan meningkatkan kualitas hidup lansia.

(0)
geriatri ilmu kesehatan lansiaGeriatri merupakan salah satu cabang ilmu kedokteran mengenai kesehatan lansia
Istilah geriatri pertama kali diperkenalkan pada tahun 1909 oleh Bapak Geriatri, Ignas Leo Nascher. Pada tahun 1935, istilah ini kemudian berkembang sebagai pedoman untuk penanganan orang lanjut usia (lansia). Simak penjelasan lengkap tentang geriatri dan penyakit pada lansia di sini. 

Apa itu geriatri?

Menurut Kementerian Kesehatan RI, geriatri adalah cabang ilmu kedokteran yang mempelajari aspek kesehatan dan kedokteran pada orang tua atau lansia. Aspek ini meliputi diagnosis penyakit, pengobatan, rehabilitasi, pencegahan, hingga promosi kesehatan. Organisasi kesehatan dunia, WHO, menetapkan mereka yang masuk kategori lansia adalah yang berada di atas 60 tahun. Lebih lanjut, WHO mengklasifikasikan batasan usia lansia, sebagai berikut:
  • Usia lanjut (elderly): 60-74 tahun
  • Usia tua (old): 75-90 tahun
  • Usia sangat tua (very old): lebih dari 90 tahun
Kata geriatri sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu geron (orang tua) dan iatreia (penanganan penyakit). Orang tua atau lansia memang kerap dikaitkan dengan penyakit. Hal ini karena seiring berjalannya usia, terjadi kemunduran secara fisik maupun psikologis yang berdampak gangguan kesehatan. Perubahan fisik pada lansia itulah yang kemudian diperlukan penanganan yang berbeda dari usia dewasa atau produktif. Ini juga disebabkan oleh perubahan tubuh dalam merespons pengobatan.

Mengenal dokter geriatri, spesialis kesehatan lansia

dokter geriatri khusus lansia
Masalah kesehatan lansia ditangani oleh dokter spesialis geriatri
Penanganan masalah kesehatan geriatri dilakukan oleh geriatrician atau dokter geriatri. Anda bisa mengenalinya dengan melihat gelar Sp.PD-KGer di belakang namanya.Dokter geriatri bertugas menangani masalah kesehatan lansia dan membantu mempertahankan kualitas hidup lansia. Hal ini meliputi menjaga kesehatannya, untuk mencegah risiko penyakit yang muncul.Masalah gizi lansia juga menjadi salah satu cakupan tugas dokter geriatri mengingat orang tua cenderung mengalami penurunan nafsu makan.Seperti dokter lainnya, dokter spesialis kesehatan lansia juga akan melakukan diagnosis, perawatan, dan mengawal proses pemulihan orang tua. Dalam menjalankan tugasnya, dokter geriatri dibantu oleh tenaga kesehatan profesional lainnya, seperti:
  • perawat 
  • terapis
  • psikiater 
  • ahli gizi 
  • ahli farmasi
  • pengasuh (caregiver)
  • keluarga lansia
  • pekerja sosial
  • penyedia layanan berbasis komunitas

Penyakit yang umum terjadi pada lansia

Berikut beberapa gangguan kesehatan atau penyakit lansia yang umum terjadi.

1. Penyakit kardiovaskular 

Penyakit kardiovaskular adalah penyakit yang menyerang sistem kardiovaskuler, yakni jantung dan pembuluh darah. Penyakit ini dapat berupa gangguan irama jantung (aritmia), penyakit jantung koroner, hingga stroke. Pada lansia, penyakit ini sering terjadi akibat adanya perubahan sistem kardiovaskuler, seperti penebalan katup jantung, kehilangan elastisitas jantung, hingga penurunan kemampuan memompa darah. Selain itu, adanya penyakit lain, seperti hipertensi, berat badan berlebih, dan gaya hidup tidak sehat juga menjadi penyebab penyakit kardiovaskular pada lansia.

2. Penyakit paru 

https://sehatqcontent.s3.amazonaws.com/content/article/Main/643-Mengenal-Bronkitis-Kronis-Gejala-dan-Penyebabnya-3-paruparu.jpg
Penyakit paru adalah yang umum terjadi pada lansia
Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) adalah penyakit paru kronis yang ditandai dengan terhalangnya saluran napas.Kondisi ini biasanya akan memburuk seiring berjalannya waktu. Itu sebabnya, orang yang memiliki penyakit ini cenderung mengalami kondisi yang terus memburuk seiring bertambahnya usia. Perubahan sistem pernapasan, penurunan kemampuan pernapasan, komplikasi penyakit degeneratif, dan gaya hidup tidak sehat di masa muda, seperti merokok, menjadi penyebab tingginya penyakit paru pada lansia. 

3. Asam urat

Gout arthritis, atau orang sering menyebutnya asam urat, adalah penyakit radang sendi yang ditandai dengan peningkatan kadar asam urat dalam darah. Penyakit ini dapat menyebabkan nyeri inflamasi sendi, bengkak, hingga berpotensi mengalami kelumpuhan. Pada lansia, penyakit ini rentan terjadi akibat perubahan fungsi tubuh serta akumulasi konsumsi makanan tinggi purin. Dalam tubuh, purin akan dipecah menjadi asam urat.Konsumsi purin yang terlalu banyak dapat menyebabkan Anda mengalami gout.

4. Diabetes

Diabetes penyakit lanisa
Diabetes merupakan penyakit degeneratif yang umum terjadi pada lansia
Diabetes adalah penyakit kronis akibat pankreas tidak dapat menghasilkan cukup insulin atau tubuh tidak dapat merespons insulin dengan baik. Akibatnya, kadar gula dalam darah menjadi tinggi.Pada lansia, diabetes terjadi karena beberapa faktor, salah satunya adalah penurunan kemampuan tubuh dalam memproduksi insulin atau berkurangnya kemampuan tubuh dalam memproses gula seiring usia.Diabetes awalnya identik dengan penyakit orang tua. Akan tetapi, gaya hidup tidak sehat, seperti malas gerak dan konsumsi makanan tinggi kalori, membuat siapa pun bisa mengalami penyakit ini, termasuk anak muda.

5. Demensia 

Demensia adalah sindrom yang menggambarkan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir, dan tingkah laku sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini adalah penurunan fungsi kognitif lansia yang paling umum terjadi.Alzheimer adalah penyakit yang umumnya menjadi penyebab demensia. Demensia menjadi salah satu penyebab utama lansia harus bergantung pada orang lain. WHO menyatakan bahwa sekitar 50 juta orang di dunia mengalami demensia, dengan hampir 10 juta kasus baru setiap tahunnya. 

6. Osteoporosis

Osteoporosis juga menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang kerap dialami oleh lansia. Osteoporosis membuat tulang para orang tua kehilangan kepadatannya. Akibatnya, tulang menjadi mudah rapuh dan patah. Kondisi ini membuat para lansia berisiko besar mengalami patah tulang, dan mengalami masalah mobilitas saat terjatuh atau bahkan terbentur.

7.  Depresi

Tak hanya kesehatan fisik, geriatri juga turut menangani masalah kesehatan mental yang dialami oleh lansia. Ya, seiring bertambahnya usia, lansia juga rentan mengalami masalah mental, seperti depresi.Seperti dilansir dari American Psychological Association, sekitar 15-20% lansia di Amerika mengalami depresi.Depresi dapat berpengaruh pada sistem imun lansia, yang akhirnya berdampak pada kesehatan keseluruhan. Dokter geriatri mungkin dapat meresepkan beberapa pengobatan.Olahraga juga dapat membantu lansia untuk mengatasi stres yang datang.Meski cabang ilmu geriatri membantu Anda menemukan solusi mengenai permasalah kesehatan lansia, peran keluarga dan teman terdekat sangat krusial bagi kondisi kesehatan mereka.Itu sebabnya, pastikan Anda membekali diri dengan informasi yang cukup mengenai kondisi orang tua Anda. Anda juga bisa bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
olahraga lansiagangguan lansialansiakesehatan lansiadepresi pada lansia
Kementerian Kesehatan RI. http://bppsdmk.kemkes.go.id/pusdiksdmk/wp-content/uploads/2017/08/Keperawatan-Gerontik-Komprehensif.pdf
Diakses pada 6 Mei 2021
Universitas Udayana. https://sinta.unud.ac.id/uploads/dokumen_dir/30d95cfdc0873c6060477b155636f971.pdf
Diakses pada 6 Mei 2021
Merck Manuals. https://www.merckmanuals.com/professional/geriatrics/approach-to-the-geriatric-patient/introduction-to-geriatrics
Diakses pada 6 Mei 2021
Web MD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/what-is-geriatric-doctor
Diakses pada 6 Mei 2021
Health in Aging. https://www.healthinaging.org/a-z-topic/geriatrics
Diakses pada 6 Mei 2021
Kementerian Kesehatan RI. http://bprs.kemkes.go.id/v1/uploads/pdffiles/peraturan/47%20PMK%20No.%2079%20ttg%20Penyelenggaraan%20Pelayanan%20Geriatri%20di%20RS.pdf
Diakses pada 6 Mei 2021
WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/dementia
Diakses pada 6 Mei 2021
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/news/most-common-health-concerns-seniors/
Diakses pada 6 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait