Stroke memiliki dua jenis berdasarkan penyebanya, yaitu stroke iskemik dan stroke hemoragik.
Stroke terjadi ketika ada bagian otak yang tidak mendapatkan oksigen

Stroke merupakan kondisi otak yang mengalami rusak sebagian. Serupa serangan jantung, stroke dapat digambarkan sebagai otak yang tidak mendapatkan suplai oksigen pada bagian tertentunya. Bagaimana dampaknya bagi tubuh? Berikut adalah ulasannya.

Stroke adalah suatu kejadian rusaknya sebagian dari otak. Stroke bisa dijabarkan dengan penjelasan yang sama dengan serangan jantung, yaitu saat ada bagian otak yang tidak mendapat suplai oksigen. Semakin lama kondisi ketiadaan oksigen, semakin besar kerusakan yang stroke timbulkan.

Stroke dapat dicegah dan ditangani tergantung dari seberapa besar kerusakan saraf yang menyebabkan kelemahan tubuh, gangguan bicara, dan gangguan penglihatan.

Mengapa Otak Membutuhkan Oksigen?

Sel-sel dalam tubuh kita memerlukan oksigen sebagai sumber energi. Secara sederhana, jika tidak memperoleh oksigen, sel tubuh akan mati. Oksigen didapatkan dari darah yang mengalir di seluruh bagian tubuh.

Otak merupakan pusat kegiatan tubuh. Semua yang tubuh lakukan, mulai dari berpikir, berbicara, merasakan, sampai bernyanyi, berasal dari perintah otak. Sel-sel di otak membutuhkan oksigen untuk melakukan semua aktivitas tersebut. Bahkan, tingkat kebutuhannya sangat besar. Meski hanya bagian kecil dari keseluruhan tubuh, otak memerlukan 20 persen dari semua oksigen yang beredar di tubuh.

Berbeda dari sejumlah organ lain, otak tidak dapat menyimpan oksigen. Jadi, butuh asupan oksigen yang konstan dari darah untuk dapat bertahan hidup. Hanya diperlukan 3-4 menit tanpa oksigen, untuk mematikan sel-sel otak.

Itulah yang terjadi saat stroke menyerang. Setiap menit berlalu tanpa oksigen, sekitar 2 juta sel otak mati. Semakin lama otak tidak mendapat oksigen, semakin besar pula kerusakan yang tidak dapat diperbaiki. Setelah sepuluh menit, kerusakan memasuki tingkat parah.

Bagaimana Stroke Memutus Aliran Oksigen ke Otak?

Terdapat dua jenis stroke:

  • Stroke iskemik (ischemic), yaitu terjadinya penyumbatan di pembuluh darah arteri menuju otak. Akibatnya, oksigen tidak bisa mencapai otak. Iskemik merupakan kasus stroke yang paling banyak terjadi.

  • Stroke hemoragik (hemorraghic), yaitu terjadinya pembuluh darah yang pecah sehingga menghambat aliran darah yang normal, serta darah merembes ke suatu daerah di otak dan merusaknya. Kondisi ini sering juga disebut pendarahan otak. Kasus stroke hemoragik tidaklah sebanyak stroke iskemik.

Apa yang Terjadi Saat Stroke Iskemik?

Terdapat dua cara stroke iskemik menghalangi aliran darah ke otak.

  • Iskemik subtipe embolik, yaitu terbentuknya penggumpalan darah di organ tubuh, biasanya jantung. Gumpalan itu kemudian terhanyut di aliran darah. Selain gumpalan darah, stroke embolik juga bisa disebabkan plak, yang terbentuk akibat penumpukan kolesterol, lemak, dan zat lain di pembuluh darah arteri--pecah dan terhanyut di aliran darah. Gumpalan dan serpihan plak itu tersangkut di pembuluh darah otak yang halus dan menyebabkan penyumbatan. Begitu tersumbat, aliran darah ke otak terhenti.

  • Iskemik subtipe trombotik, juga terjadi akibat gumpalan darah di otak. Bedanya, gumpalan ini membentuk penyumbatan di salah satu arteri yang mengalirkan darah ke otak. Sel-sel itu langsung mati begitu aliran darah terputus.

Apa yang Terjadi Saat Stroke Hemoragik?

Terdapat dua cara stroke hemoragik menghalangi darah ke otak.

  • Hemoragik subtipe intracerebral, yaitu kondisi ketika pembuluh darah di otak pecah atau merembes, dan menghalangi oksigen masuk otak. Situasi ini memiliki dampak kerusakan tambahan. Berbeda dari bagian lain tubuh yang lentur, seperti rongga perut, tengkorak bersifat kaku. Ketika rembesan darah semakin banyak, tekanan terhadap otak membesar dan dapat merusak otak. Kerusakan pun terjadi saat rembesan menyebar dan menutupi sel-sel otak. Akibatnya, pesan dari otak tidak dapat tersampaikan, sehingga pasien kehilangan kemampuan berbicara, bergerak, mengingat, dan lainnya.

  • Hemoragik subtipe subarachnoid, yaitu kondisi ketika pembuluh darah sekitar otak pecah atau merembes. Rembesannya menyebar di otak dan jaringan tisu di sekitarnya (subarachnoid). Seperti pada subtipe intracerebral, sel otak rusak akibat kekurangan oksigen dan terkena tekanan. Semakin banyak darah, artinya semakin banyak tekanan dan semakin merusak.

Efek Stroke

Efek kerusakan pada pasien stroke berbeda-beda. Sisi otak mengontrol bagian sebaliknya dari tubuh. Jadi, stroke yang menyerang otak kiri membuat gangguan di tubuh sebelah kanan, dan sebaliknya. Akibat stroke di otak kanan, pasien bisa mengalami masalah soal penilaian jarak dan mengambil sesuatu, serta kelumpuhan tubuh sebelah kiri. Stoke pada otak kiri membuat pasien kesulitan berbicara dan memahami pembicaraan, serta lumpuh pada tubuh sebelah kanan.

WebMD. https://www.webmd.com/stroke/happens-body-stroke#1
Diakses pada November 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/stroke/symptoms-causes/syc-20350113
Diakses pada November 2018

Artikel Terkait

Banner Telemed