Apa Saja Komplikasi Stroke Terhadap Tubuh Manusia?

(0)
Komplikasi stroke iskemik dan stroke hemoragik adalah kesulitan berbicara dan kelemahan tubuhStroke terjadi ketika sebagian otak tidak mendapatkan oksigen
Risiko komplikasi stroke tidak boleh dipandang sebelah mata. Stroke adalah kematian jaringan otak yang terjadi akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah. Gangguan pada pembuluh darah menyebabkan pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang.Tanpa darah, sel-sel pada sebagian area otak akan mati karena tidak mendapatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan. Setiap menit berlalu tanpa oksigen, sekitar 2 juta sel otak akan mati. Semakin lama otak tidak mendapat oksigen, semakin besar kerusakan otak yang terjadi. Secara umum, kematian sel-sel otak dapat terjadi dalam kurun waktu 2-4 menit tanpa oksigen.Lantas, apa saja risiko komplikasi yang bisa menjadi akibat dari stroke?

Apa yang terjadi dalam tubuh akibat stroke?

Pengaruh stroke pada setiap orang bisa berbeda-beda tergantung dari jenis stroke yang dialami.Pada dasarnya ada dua jenis stroke, yaitu stroke iskemik yang diakibatkan oleh penyumbatan pembuluh darah otak dan stroke hemoragik yang disebabkan pecahnya pembuluh darah otak. Stroke iskemik merupakan jenis stroke yang paling banyak terjadi. Penyumbatan pembuluh darah khas stroke iskemik biasanya disebabkan oleh kemunculan gumpalan darah atau plak kolesterol. Penyumbatan ini menyebabkan aliran darah dalam tubuh jadi terhambat.Seiring waktu, gumpalan tersebut dapat terlepas dan hanyut dalam aliran darah kemudian tersangkut di otak. Gumpalan yang tersangkut di pembuluh darah otak dapat menyebabkan membuat aliran darah ke otak terhenti. Akibatnya, sel-sel otak akan mati.Sementara itu, pecahnya pembuluh darah yang diakibatkan stroke hemoragik dapat menyebabkan rembesannya menyebar di otak dan jaringan tisu di sekitarnya (subarachnoid). Pembuluh darah yang pecah biasanya disebabkan oleh tekanan darah tinggi.Ketika rembesan darah semakin banyak dan menyebar, tekanan terhadap otak membesar dan menutupi sel-sel otak. Sebagai akibatnya, pesan dari otak tidak dapat tersampaikan sehingga penderita stroke kehilangan kemampuan berbicara, bergerak, mengingat, dan lainnya.

Risiko komplikasi yang mungkin terjadi akibat stroke

Secara umum, pengaruh stroke dapat tercermin dari sisi tubuh yang bermasalah. Pasalnya salah satu sisi otak bertugas untuk mengendalikan bagian sebaliknya dari tubuh.Jadi sebagai contoh, stroke yang menyerang otak kiri membuat gangguan di tubuh sebelah kanan, dan stroke pada otak kanan akan membuat bagian tubuh kiri bermasalah.Akibat stroke di otak kanan, pasien bisa mengalami kelumpuhan tubuh hanya di sebelah kiri yang disertai masalah soal penilaian jarak dan gerak koordinasi untuk mengambil sesuatu.Sementara itu, pengaruh stroke pada otak kiri membuat penderita stroke kesulitan berbicara dan memahami pembicaraan, serta lumpuh pada tubuh sebelah kanan.Selain itu, stroke dapat menyebabkan komplikasi berupa:

1. Edema otak

Edema adalah pembengkakan otak yang biasa terjadi akibat stroke. Beberapa kasus stroke dapat menyebabkan pembengkakan otak, khususnya stroke iskemik. Stroke iskemik menyebabkan sel otak mati dan otak membengkak sebagai respons terhadap cedera.Edema terjadi karena adanya penumpukan cairan di otak, sehingga akan terasa sakit kepala dan sulit bicara. Apabila edema ini tidak ditangani maka akan berakibat kematian.

2. Deep vein thrombosis (DVT)

Setelah mengalami stroke, Anda mungkin butuh beristirahat total dengan bed rest. Jika Anda terlalu lama berbaring atau tidak dapat bergerak dalam waktu lama, Anda berisiko mengalami pembekuan darah. Gejala DVT termasuk pembengkakan di kaki atau lengan, yang terkadang disertai nyeri, kemerahan, dan sensasi hangat pada kulit.DVT sendiri tidak mengancam jiwa. Akan tetapi, gumpalan bisa pecah dan mengalir melalui aliran darah. Jika bersarang di pembuluh darah paru-paru, ini menyebabkan kondisi yang mengancam jiwa.Tergantung pada apa yang menyebabkan stroke Anda, Anda mungkin memiliki risiko penggumpalan darah (DVT) yang lebih besar.Dokter Anda mungkin meresepkan obat-obatan antikoagulan (pengencer darah) untuk membantu mengurangi risiko pembekuan. Jika Anda menggunakan pengencer darah, Anda harus menghindari luka sayat dan cedera lain yang dapat menyebabkan pendarahan.

3. Depresi atau gangguan mood lainnya

Setelah mengalami serangan stroke, Anda mungkin mengalami kehilangan ingatan, sulit tidur, dan merasa kesulitan kembali beraktivitas sendirian atau bersama keluarga dan teman.Semua faktor ini dapat memupuk perasaan sedih, tidak berdaya, dan kekurangan energi yang dapat berujung pada risiko depresi.Depresi sebagai komplikasi stroke tampaknya berkembang secara bertahap. Berdasarkan studi dari American Heart Association, gejala depresi dan gangguan kecemasan umum tampak selama masa tindak lanjut pasca pengobatan.Akan tetapi, depresi pasca terkena stroke dapat ditangani. Konsultasikan segera pada dokter yang menangani Anda jika merasa mengalami gejala depresi selama dan setelah pengobatan stroke.

4. Gangguan berbahasa (aphasia)

Afasia adalah gangguan berkomunikasi dan berbahasa yang disebabkan oleh kerusakan sistem saraf pada otak akibat stroke.Komplikasi stroke ini mencakup sulit memahami kata atau kalimat, kesulitan dalam menulis, kesulitan memahami bahasa dan berekspresi dengan bahasa, serta kesulitan membaca. Afasia dapat terjadi bersamaan dengan gangguan bicara lainnya.Guna mengatasi kondisi ini, dokter dapat menganjurkan Anda ikut terapi wicara-bahasa untuk membantu meningkatkan komunikasi.

5. Kejang otot

Anda mungkin mengalami ketegangan otot dan nyeri pada otot kaki atau lengan Anda segera setelah stroke atau beberapa bulan kemudian.Ketegangan otot dalam jangka panjang dapat menyebabkan kemunculan kejang otot (spasme) yang tidak disengaja.Seorang ahli terapi fisik kemungkinan akan merekomendasikan Anda untuk berlatih peregangan dan latihan fisik lainnya, ditambah kemungkinan penggunaan belat atau penyangga.

6. Sakit kepala kronis

Komplikasi ini lebih sering terjadi pada penderita stroke hemoragik, karena darah dari perdarahan dapat mengiritasi otak.Jika Anda mengalami sakit kepala kronis setelah serangan stroke, jangan gunakan obat-obatan sakit kepala yang dijual bebas tanpa berkonsultasi dengan dokter Anda untuk menghindari risiko efek samping atau interaksi obat yang tidak diinginkan.

7. Komplikasi lainnya

Anda mungkin mengalami komplikasi lain setelah terkena stroke, termasuk kesulitan menelan dan sering jatuh akibat keseimbangan serta koordinasi gerak tubuh yang terganggu.Selain itu, pengaruh stroke dapat menyebabkan komplikasi berupa:
  • Pneumonia:  penyakit paru yang terjadi akibat pengaruh bedrest yang terlalu lama setelah mengalami stroke.
  • Infeksi saluran kencing: bisa terjadi akibat pemasangan kateter ketika penderita stroke tidak dapat mengontrol fungsi kandung kemihnya.
  • Kejang pasca stroke: umum terjadi akibat stroke berat.
  • Kontraktur tungkai: otot lengan atau kaki yang memendek karena berkurangnya kemampuan untuk menggerakkan anggota badan atau kurang olahraga.
  • Nyeri bahu: terjadi akibat kurangnya kelemahan atau kelumpuhan otot sehingga tulang lengan “jatuh tergantung” dan menarik otot bahu.
Bicarakan dengan dokter Anda tentang kesulitan apa pun yang Anda atau perawat Anda hadapi selama perawatan pasca serangan stroke.Ingin berdiskusi lebih lanjut soal risiko komplikasi stroke dan cara penanganannya? Anda bisa tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
strokepenyakit jantungkesehatan otaktekanan darah tinggipenyumbatan pembuluh darah
WebMD. https://www.webmd.com/stroke/happens-body-stroke#1
Diakses pada November 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/stroke/symptoms-causes/syc-20350113
Diakses pada November 2018
American Heart Association https://www.stroke.org/-/media/stroke-files/lets-talk-about-stroke/life-after-stroke/ltas_complications-after-stroke.pdf?la=en diakses 21 Nov 2020Cleveland Clinic https://health.clevelandclinic.org/after-your-stroke-how-to-handle-5-common-complications/ diakses 21 Nov 2020American Stroke Association https://www.ahajournals.org/doi/full/10.1161/01.str.31.6.1223 diakses 21 Nov 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait