5 Pengaruh Buruk Video Call di Masa Pandemi Terhadap Kesehatan Mental

(0)
30 Aug 2020|Azelia Trifiana
Video call terlalu sering dapat membawa efek negatif pada kesehatan mentalMeski mudah, komunikasi lewat video call terlalu sering dapat membawa efek buruk bagi mental
Dalam beberapa bulan belakangan, mau tak mau hampir semua orang harus beradaptasi cepat dengan pertemuan serba digital. Ketika interaksi langsung dengan orang lain dibatasi karena pandemi COVID-19, fitur seperti video call menjadi santapan sehari-hari. Ternyata, ada dampak negatif dari video call terhadap kesehatan mental seseorang.Memang tak semuanya negatif, karena bagaimanapun adanya teknologi seperti video call membuat seseorang bisa menuntaskan pekerjaan tanpa mempertaruhkan kesehatannya. Jadi, kembali lagi bagaimana tiap individu menentukan batasan dirinya sendiri. Jika terlalu melelahkan, ambil jeda.

Pengaruh video call terhadap kesehatan mental

Bagi sebagian orang video call melelahkan
Secara fisik, memang melakukan video call untuk berbagai keperluan lebih ringkas dan tidak melelahkan. Hanya perlu duduk rapi di depan komputer atau laptop, mengikuti rangkaian acara lewat video call, lalu beres.Sayangnya, tetap ada kompensasi yang terasa oleh individu yang melakukan video call, terutama dalam frekuensi tinggi. Beberapa dampaknya untuk kesehatan mental adalah:

1. Melelahkan

Ada istilah video call fatigue, yaitu kondisi ketika seseorang merasa lelah harus berpartisipasi di banyak konferensi sekaligus. Terlebih, video call memerlukan lebih banyak upaya untuk berkonsentrasi untuk bisa memahami apa yang dibicarakan. Belum lagi, ketika berinteraksi lewat video call artinya harus mengenal betul ekspresi wajah, bahasa tubuh, dan hal lain yang dilakukan lawan bicara di video call.

2. Tekanan untuk berpakaian rapi

Berbeda dengan telepon biasa, video call memberikan tekanan kepada seseorang untuk mengenakan pakaian rapi. Memang ini bagian dari kesopanan. Namun tanpa disadari, keharusan ini memberikan tekanan dan rasa cemas apakah penampilannya sudah layak atau belum.

3. Privasi terganggu

Saat melakukan video call di tengah pandemi, tentu seseorang melakukannya dari rumah. Ketika ini terjadi, batasan antara ruang profesional untuk pekerjaan dengan personal menjadi bias. Tak menutup kemungkinan, privasi menjadi terganggu.Belum lagi situasi di rumah yang belum tentu memberikan keleluasaan melakukan video call dengan konsentrasi penuh. Ada saja interupsi dari anggota keluarga atau lingkungan sekitar yang membuat fokus selama video call terganggu.

4. Frustrasi

Koneksi yang kurang lancar juga bisa membuat seseorang frustrasi ketika mendiskusikan banyak hal lewat video call. Hal ini yang tak bisa diwakili oleh video call dengan fitur secanggih apapun. Interaksi langsung tetap jauh lebih mudah dicerna ketimbang video call.Belum lagi proses tukar menukar informasi, kapan bisa saling bergantian memberikan ruang untuk berbicara. Ada pula gangguan koneksi yang membuat seseorang sulit memahami apa yang disampaikan. Jangan lupakan pula kemungkinan salah menangkap inti pembicaraan karena faktor koneksi internet.

5. Sakit kepala

Kewajiban untuk melihat layar terus menerus selama periode tertentu bisa menyebabkan seseorang merasa sakit kepala. Ada penelitian yang menyebut sakit kepala berhubungan dengan masalah kesehatan mental. Jadi, sebaiknya batasi durasi dan frekuensi berinteraksi lewat video call dan menatap layar demi kesehatan fisik dan juga mental.

Adakah dampak positifnya?

Di sisi lain, video call juga bisa menjadi fitur yang menyelamatkan seseorang dari kebosanan. Lewat video call pula, aktivitas seperti olahraga secara virtual bisa dilakukan siapapun dari kota manapun tanpa harus datang langsung ke tempat olahraga atau studio.Apa saja manfaat positif lain dari video call?
  • Memperkuat hubungan

Dengan melakukan video call entah itu dengan teman maupun kerabat, hubungan yang tadinya terbatas jarak kini bisa diatasi. Dengan berinteraksi dan melihat langsung wajah kerabat atau teman lewat video call, ini akan mendekatkan satu sama lain. Perasaan yang muncul tentu berbeda dengan sekadar telepon biasa.
  • Belajar hal baru

Saat pandemi seperti ini, ada banyak sekali kelas online yang menawarkan ilmu baik itu yang berbayar maupun tidak. Tinggal pilih yang sesuai dengan alokasi waktu dan preferensi, maka belajar bisa dilakukan dari kamar. Kembali lagi pada setiap individu, bagaimana memanfaatkan waktu di tengah pandemi yang serba tak pasti.
  • Mengatasi rasa kesepian

Jika ada orang yang merasa kesepian karena harus terus menerus berada di rumah menjalani karantina sosial, video call hadir untuk mengusir rasa kesepian itu. Menurut penelitian, video call bisa membantu seseorang dari rasa cemas dan kesepian karena isolasi sosial. Hanya saja, pastikan lawan bicara dalam video call juga dengan senang hati mengikuti ajakan video call.Tiap orang merespons berbeda ketika harus mengikuti video call. Ada yang tak merasa masalah bahkan diuntungkan karena tak harus interaksi langsung dengan orang lain. Di sisi lain, ada pula yang merasa cemas dan terbebani, dan hal ini tidak dibuat-buat.

Catatan dari SehatQ

Kembalikan semuanya pada porsi sesuai individu masing-masing. Kenali batasan seberapa sering dan lama melakukan video call sehingga tidak menjadi beban bagi kesehatan mental. Secara proporsional, atur waktu untuk diri sendiri entah itu dengan stretching atau melakukan hobi. Tetap menjaga kewarasan di masa sulit adalah prioritas.
gangguan mentalkesehatan mentalhidup sehat
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/how-do-video-calls-affect-mental-health#strengthens-relationships
Diakses pada 14 Agustus 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4910360/
Diakses pada 14 Agustus 2020
AARP. https://www.aarp.org/home-family/personal-technology/info-2020/avoiding-video-call-fatigue.html
Diakses pada 14 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait