Kenali Perbedaan Pengapuran Tulang dan Pengeroposan Tulang

(0)
Perbedaan pengapuran tulang dan pengeroposan tulangKaum lansia dapat mengalami pengapuran tulang ataupun osteoporosis
Istilah osteoartritis dan osteoporosis seringkali dianggap sama saja oleh banyak orang. Padahal keduanya merupakan jenis penyakit berbeda. Bila osteoporosis adalah pengeroposan tulang, maka osteoartritis adalah pengapuran tulang.Dengan memahami perbedaan keduanya, Anda bisa mendapatkan terapi yang tepat untuk menyembuhkan penyakit ini.[[artikel-terkait]]

Perbedaan pengapuran tulang dan pengeroposan tulang

Pengapuran tulang umumnya tidak menimbulkan gejala, akan tetapi jika kondisi ini menyebabkan terjadinya kerusakan lebih lanjut pada otot dan ligamen, maka gejala lain kemungkinan akan muncul. Pengapuran juga seringkali terdeteksi saat Anda melakukan pemeriksaan kesehatan rutin (medical check-up) dan Rontgen tulang.

1. Pengapuran tulang atau osteoartritis

Osteoartritis adalah penyakit tulang dan persendian yang berkaitan dengan penuaan. Gejala pengapuran tulang terutama adalah nyeri akibat terjadinya penipisan pada tulang rawan. Tulang rawan adalah bantalan antar tulang yang satu dengan yang lain. Fungsi tulang rawan adalah untuk menjaga agar pergerakan persendian dapat berlangsung dengan mulus dan mudah. Pengapuran tulang paling sering melibatkan tulang-tulang besar yang berfungsi sebagai penahan berat badan tubuh. yaitu, lutut, panggul, tulang belakang, dan pergelangan kaki. Perlu diketahui bahwa pengapuran tulang terjadi secara perlahan dan penyebab pastinya tidak diketahui. Namun ada beberapa faktor resiko yang menyebabkan seseorang lebih rentan mengalami pengapuran tulang dan sendi. Faktor risiko tersebut antara lain: Gejala utama pengapuran tulang adalah nyeri sendi dan gangguan pergerakan yang berkaitan dengan derajat kerusakan tulang rawan. Keluhan nyeri dan kekakuan sendi sering terjadi terutama pada pagi hari atau setelah beristirahat. Kekakuan sendi biasanya menghilang setelah bergerak beberapa waktu. Sebaliknya, nyeri sendi makin parah ketika seseorang banyak bergerak. Selain itu, dapat terjadi pembengkakan di sekitar persendian dan sensasi seperti bunyi ‘klik’ ketika bergerak.

2. Pengeroposan tulang atau osteoporosis

Pengeroposan tulang atau osteoporosis adalah keadaan di mana terjadi pengurangan kepadatan dan kualitas tulang. Pengurangan kepadatan tulang ini terjadi secara perlahan namun terus-menerus.Meskipun bisa terjadi pada siapa saja, pengeroposan tulang lebih sering terjadi pada:
  • wanita
  • lansia
  • ras tertentu yaitu ras kaukasia.
Kepadatan tulang mulai menurun >35 tahun dan lebih cepat terjadi pada wanita setelah menopause. Tidak seperti pengeroposan tulang, orang yang mengalami pengapuran tulang biasanya tidak mengalami gejala sampai terjadi patah tulang. Oleh karena itu, pengeroposan tulang seringkali disebut sebagai “silent diseasePengapuran dan pengeroposan tulang adalah penyakit tulang kronik yang dikaitkan dengan proses penuaan. Walau keduanya terdengar mirip, keduanya berbeda baik gejala maupun penanganannya.

Cara mengatasi pengapuran tulang secara mandiri

Apabila Anda memiliki gejala pengapuran tulang, beberapa hal terkait gaya hidup ini bisa Anda lakukan untuk mengurangi gejala yang ditimbul, di antaranya:

1. Menurunkan berat badan

Sendi yang mengalami tekanan berlebih bisa memperburuk pengapuran tulang yang sedang Anda diderita. Solusi mudahnya adalah menurunkan berat badan hingga mencapai berat badan yang ideal.

2. Olahraga

Olahraga secara teratur penting dilakukan untuk dapat menguatkan otot di sekitar sendi yang sedang mengalami pengapuran. Hal ini akan membuat sendi Anda menjadi lebih stabil dan dapat mengurangi tingkat keparahan osteoarthritis. Pastikan olahraga yang Anda lakukan tidak berlebihan agar tidak memperburuk masalah yang diderita.

3. Kompres hangat atau dingin

Saat kondisi osteoarthritis yang Anda alami menimbulkan rasa sakit, cobalah gunakan kompres hangat atau air dingin untuk meringankan rasa sakitnya. Penggunaan kompres hangat bisa melemaskan otot, sedangkan kompres dingin dapat meredakan kram otot dan nyeri.

4. Mengkonsumsi obat pereda rasa sakit

Penggunaan obat pereda rasa sakit seperti krim atau gel yang dijual bebas di apotik juga Anda pilih untuk meredakan osteoarthritis.Krim atau gel pereda rasa sakit cocok digunakan pada sendi yang dekat dengan permukaan kulit, seperti persendian lutut dan jari-jari.

5. Menggunakan alat bantu

Menggunakan alat bantu seperti tongkat mungkin dibutuhkan untuk memudahkan penderita pengapuran tulang untuk beraktivitas.Penggunaan alat bantu khususnya pada kasus pengapuran tulang akibat kerusakan tulang dan sendi yang sudah berlanjut bisa memudahkan pergerakan sendi yang mulai rapuh. Untuk menentukan jenis alat bantu yang tepat, sebaiknya Anda mengkonsultasikannya kepada dokter orthopedi.
masalah tulangosteoporosiskesehatan tulang
World Health Organization. https://www.who.int/chp/topics/rheumatic/en/
Diakses pada 17 April 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/osteoarthritis/understanding-aging-and-joints#joint-structure
Diakses pada 17 April 2019
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/305145-overview
Diakses pada 17 April 2019
Rekomendasi IRA untuk Diagnosis dan Penatalaksanaan Osteoartritis. (2014). Jakarta: Perhimpunan Reumatologi Indonesia.Arthritis.org. https://www.arthritis.org/about-arthritis/types/osteoarthritis/symptoms.php
Diakses pada 17 April 2019
International Osteoporosis Foundation. https://www.iofbonehealth.org/what-is-osteoporosis
Diakses pada 17 April 2019
Sozen, T., Ozisik, L. and Calik Basaran, N. (2017). An overview and management of osteoporosis. European Journal of Rheumatology, 4(1), pp.46-56.MedicineNet. https://www.medicinenet.com/osteoporosis/article.htm
Diakses pada 17 April 2019
Ramadani, M. (2019). Faktor-faktor Resiko dan Upaya Pencegahannya. http://jurnal.fkm.unand.ac.id/index.php/jkma/article/view/78
Diakses pada 17 April 2019
National Osteoporosis Foundation. https://www.nof.org/patients/diagnosis-information/bone-density-examtesting/
Diakses pada 17 April 2019
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/osteoarthritis/ Diakses pada 6 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait