Pengapuran tulang dan osteoporosis adalah dua penyakit yang sering dialami kaum lansia
Kaum lansia dapat mengalami pengapuran tulang ataupun osteoporosis

Istilah osteoartritis dan osteoporosis seringkali dianggap sama saja oleh banyak orang. Padahal keduanya merupakan jenis penyakit berbeda. Bila osteoporosis adalah pengeroposan tulang, maka osteoartritis adalah pengapuran tulang.

Dengan memahami perbedaan keduanya, Anda bisa mendapatkan terapi yang tepat untuk menyembuhkan penyakit ini.

[[artikel-terkait]]

Pengapuran tulang atau osteoartritis

Osteoartritis adalah penyakit tulang dan persendian yang berkaitan dengan penuaan. Gejala pengapuran tulang terutama adalah nyeri akibat terjadinya penipisan pada tulang rawan.

Tulang rawan adalah bantalan antar tulang yang satu dengan yang lain. Fungsi tulang rawan adalah untuk menjaga agar pergerakan persendian dapat berlangsung dengan mulus dan mudah.

Pengapuran tulang paling sering melibatkan tulang-tulang besar yang berfungsi sebagai penahan berat badan tubuh. yaitu, lutut, panggul, tulang belakang, dan pergelangan kaki.

Perlu diketahui bahwa pengapuran tulang terjadi secara perlahan dan penyebab pastinya tidak diketahui. Namun ada beberapa faktor resiko yang menyebabkan seseorang lebih rentan mengalami pengapuran tulang dan sendi.

Faktor risiko tersebut antara lain:

  • obesitas
  • lemah otot
  • aktivitas fisik yang berlebihan atau kurang
  • trauma sendi
  • faktor keturunan

Gejala utama pengapuran tulang adalah nyeri sendi dan gangguan pergerakan yang berkaitan dengan derajat kerusakan tulang rawan. Keluhan nyeri dan kekakuan sendi sering terjadi terutama pada pagi hari atau setelah beristirahat.

Kekakuan sendi biasanya menghilang setelah bergerak beberapa waktu. Sebaliknya, nyeri sendi makin parah ketika seseorang banyak bergerak.

Selain itu, dapat terjadi pembengkakan di sekitar persendian dan sensasi seperti bunyi ‘klik’ ketika bergerak.

Pengeroposan tulang atau osteoporosis

Pengeroposan tulang atau osteoporosis adalah keadaan di mana terjadi pengurangan kepadatan dan kualitas tulang. Pengurangan kepadatan tulang ini terjadi secara perlahan namun terus-menerus.

Meskipun bisa terjadi pada siapa saja, pengeroposan tulang lebih sering terjadi pada:

  • wanita
  • lansia
  • ras tertentu yaitu ras kaukasia.

Kepadatan tulang mulai menurun >35 tahun dan lebih cepat terjadi pada wanita setelah menopause.

Tidak seperti pengeroposan tulang, orang yang mengalami pengapuran tulang biasanya tidak mengalami gejala sampai terjadi patah tulang. Oleh karena itu, pengeroposan tulang seringkali disebut sebagai “silent disease

Pengapuran dan pengeroposan tulang adalah penyakit tulang kronik yang dikaitkan dengan proses penuaan. Walau keduanya terdengar mirip, keduanya berbeda baik gejala maupun penanganannya.

World Health Organization. https://www.who.int/chp/topics/rheumatic/en/
Diakses pada 17 April 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/osteoarthritis/understanding-aging-and-joints#joint-structure
Diakses pada 17 April 2019

Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/305145-overview
Diakses pada 17 April 2019

Rekomendasi IRA untuk Diagnosis dan Penatalaksanaan Osteoartritis. (2014). Jakarta: Perhimpunan Reumatologi Indonesia.

Arthritis.org. https://www.arthritis.org/about-arthritis/types/osteoarthritis/symptoms.php
Diakses pada 17 April 2019

International Osteoporosis Foundation. https://www.iofbonehealth.org/what-is-osteoporosis
Diakses pada 17 April 2019

Sozen, T., Ozisik, L. and Calik Basaran, N. (2017). An overview and management of osteoporosis. European Journal of Rheumatology, 4(1), pp.46-56.

MedicineNet. https://www.medicinenet.com/osteoporosis/article.htm
Diakses pada 17 April 2019

Ramadani, M. (2019). Faktor-faktor Resiko dan Upaya Pencegahannya. http://jurnal.fkm.unand.ac.id/index.php/jkma/article/view/78
Diakses pada 17 April 2019

National Osteoporosis Foundation. https://www.nof.org/patients/diagnosis-information/bone-density-examtesting/
Diakses pada 17 April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed