8 Cara Mengobati PPOK untuk Menghindari Risiko Komplikasi Berbahaya


Cara mengobati PPOK bisa dimulai dari diri sendiri, seperti rutin berolahraga dan menjalani pola makan sehat agar pasien tetap dapat beraktivitas normal. Pengobatan PPOK khusus dari dokter seperti operasi mungkin diperlukan jika gejala sudah parah.

(0)
cara mengobati PPOK dengan pengobatan dokter dan gaya hidup sehat di rumahPenyakit PPOK adalah peradangan paru-paru kronis yang ditandai dengan sesak napas dan batuk berdahak tak kunjung sembuh
Ketika mendapat diagnosis mengidap penyakit PPOK, merasa kalut, kaget, dan bingung adalah perasaan yang manusiawi. Namun, jangan langsung berkecil hati. Dokter akan memberikan rencana pengobatan dan beragam cara mengobati PPOK lainnya yang dapat diterapkan mulai dari sekarang agar Anda bisa mulai berdamai dengan penyakit pernapasan ini.

Apakah PPOK bisa disembuhkan?

PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis) adalah peradangan paru yang berkembang dalam jangka waktu panjang.Peradangan kronis dapat menyebabkan penyempitan jalur udara menuju paru-paru sehingga Anda sulit bernapas. Gejala penyakit PPOK pada umumnya meliputi kesulitan bernapas, nyeri dada, dan suara mengi saat bernapas.Selain itu, pasien PPOK berisiko mengalami emfisema, yaitu kerusakan pada alveoli (kantung-kantung udara dalam paru-paru). Emfisema menyebabkan terganggunya pertukaran oksigen dalam sistem pernapasan. Penyakit ini juga biasanya disertai dengan batuk berdahak kronis yang bukan disebabkan oleh penyakit lain.Batuk berdahak kronis yang menjadi gejala PPOK umumnya menampilkan lendir berwarna bening, putih, abu kekuningan atau hijau, yang berlangsung minimal tiga bulan dalam setahun sampai sekurang-kurangnya dua tahun berturut-turut.PPOK adalah penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan. Penyakit ini akan terus menetap dalam tubuh pengidapnya.Menurut WHO, PPOK menduduki peringkat ke-3 sebagai penyebab terbesar kematian penduduk di dunia pada tahun 2016, tepat di bawah penyakit jantung iskemik dan stroke.

Komplikasi PPOK yang tidak mendapat pengobatan

PPOK tidak bisa disembuhkan. Meski begitu, pengobatan tetap dapat dilakukan untuk meredakan gejala dan memperlambat perkembangan penyakit jadi makin parah.Sebaliknya, gejala PPOK yang tidak mendapatkan pengobatan medis secara tepat dapat meningkatkan risiko komplikasi pada kesehatan. Mengutip laman Kementerian Kesehatan RI, komplikasi dari PPOK dapat berupa penyakit jantung, serangan jantung, kanker paru, tekanan darah tinggi, hingga depresi.Selain itu, gejala PPOK yang sudah berlangsung cukup lama dapat membuat pengidapnya rentan mengalami penurunan berat badan yang drastis dan osteoporosis. 

Cara mengobati PPOK di rumah

Hingga kini, belum ada satu jenis obat yang mampu menyembuhkan PPOK. Hanya upaya pengendalian yang mampu mengatasi gejala PPOK dan mencegah kerusakan semakin memburuk.Pahami dan selalu ingatkan diri sendiri bahwa menderita penyakit PPOK bukanlah akhir dari segalanya.Berikut beberapa hal yang dapat Anda lakukan sebagai cara mengobati PPOK:

1. Minum obat yang diberikan secara teratur

Obat-obatan bronkodilator yang diresepkan dokter dapat mencegah kekambuhan gejala jika dikonsumsi secara teratur. Termasuk juga penggunaan inhaler (kortikosteroid hirup). Obat bronkodilator berfungsi mengendurkan otot di paru-paru dan memperlebar saluran napas untuk membantu kelancaran proses bernapas. Sementara itu, obat kortikosteroid berguna untuk mengurangi peradangan dalam paru.Pada kasus PPOK eksaserbasi (perburukan gejala), Anda mungkin memerlukan obat tambahan seperti antibiotik, steroid, atau kombinasi keduanya untuk mencegah risiko infeksi.Sebelum menggunakan obat apa pun, cermati informasi mengenai dosis dan aturan pakainya agar terhindar dari efek interaksi obat yang merugikan.

2. Jalani terapi oksigen

Terapi oksigen biasanya dianjurkan untuk orang-orang yang mengalami gejala PPOK cukup parah. PPOK ditandai dengan sesak napas, suara mengi, dan batuk berdahak yang tidak kunjung sembuh. Dengan menjalani terapi oksigen, pasien PPOK akan mendapatkan oksigen lebih banyak meski proses pernapasannya terganggu atau tidak dapat dilakukan leluasa. Terapi ini juga mungkin dapat menambah harapan hidup penderita PPOK.Pada sebagian orang, terapi ini harus dilakukan terus-menerus pada siang dan malam hari. Terapi oksigen secara berkelanjutan biasanya harus dilakukan melakukannya minimal 15 jam atau lebih lama dalam sehari.Bagi beberapa orang, terapi oksigen mungkin hanya dilakukan pada waktu-waktu tertentu saja. Sebagian pasien PPOK yang keluhan sesak napasnya cenderung kambuh saat tidur mungkin hanya perlu mendapatkan terapi oksigen pada malam hari, sementara lainnya lebih memerlukan oksigen saat beraktivitas, misalnya saat berolahraga.Perlu dipahami juga bahwa tidak selamanya pasien PPOK harus menjalani terapi oksigen. Jika gejala dapat membaik dalam hitungan minggu, terapi dapat dihentikan ketika sudah tidak ada keluhan. Namun bagi segelintir orang, terapi mungkin perlu dilakukan seumur hidup.

3. Fisioterapi dada

Fisioterapi dada atau rehabilitasi paru adalah program khusus bagi para penderita penyakit paru untuk mempelajari cara mengendalikan pernapasan melalui olahraga, pemenuhan nutrisi dengan pola makan sehat, dan mengatasi stres untuk mengendalikan dampak psikologis.Rehabilitasi paru menurunkan kemungkinan Anda untuk bolak-balik rawat inap di rumah sakit, meningkatkan kemampuan Anda beraktivitas sehari-hari, dan memperbaiki kualitas hidup secara keseluruhan.

4. Operasi

Operasi biasanya merupakan cara mengobati PPOK yang paling terakhir dianjurkan, terutama untuk penderita emfisema. Operasi hanya dilakukan jika gejala PPOK tidak bisa diredakan atau ditangani dengan obat-obatan atau terapi.Tujuan operasi pada pasien PPOK adalah untuk membantu paru-paru bekerja lebih baik. Secara umum ada tiga pilihan operasi untuk mengatasi PPOK, yaitu bullectomy, operasi pengurangan volume paru (LVRS), dan transplantasi paru.Transplantasi paru biasanya menjadi pilihan operasi bagi pasien PPOK dengan gejala yang sudah sangat parah dan kerusakan paru yang tidak dapat ditangani lagi dengan pengobatan lain.

5. Mendapatkan vaksinasi

Secara umum, pasien PPOK memiliki risiko infeksi pernapasan, seperti flu dan pilek serta pneumonia, yang lebih tinggi daripada orang lain.Maka itu, mendapatkan vaksinasi influenza dan vaksin pneumokokus bisa membantu mencegah Anda mengalami infeksi pernapasan yang sering menjadi komplikasi PPOK. 

6. Berhenti merokok

PPOK adalah salah satu penyakit kronis yang dapat terjadi pada perokok dan orang yang terpapar asap rokok. Sekitar 20-30% perokok kronis berisoko mengalami PPOK dengan gejala klinis. Jika Anda merokok, berhentilah segera. Berhenti merokok akan memperlambat dan mencegah kerusakan pada paru-paru mengganas lebih lanjut. Apabila Anda tidak merokok, sebisa mungkin jauhi dan hindari asap rokok. Menghirup zat iritan seperti asap rokok dapat meningkatkan risiko kekambuhan gejala PPOK dan perburukan penyakit akibat peradangan. Selain mewaspadai asap rokok, berhati-hatilah juga dengan tempat berdebu, asap polusi kendaraan, uap pengharum ruangan, produk kebersihan yang beraroma atau berbau tajam, dan parfum. Hal-hal tersebut dapat membuat sesak napas rentan kambuh.

7. Olahraga teratur

Olahraga teratur dapat memperbaiki gejala dan kualitas hidup Anda. Berolahraga hingga terasa sedikit terengah-engah tidaklah berbahaya, tapi ingat, jangan paksakan diri Anda. Lama dan beratnya olahraga harus disesuaikan pada kondisi tubuh serta kapasitas paru-paru.Jenis olahraga yang aman dan tepat dilakukan oleh pengidap PPOK umumnya adalah berjalan kaki, terutama jika Anda baru saja memulai olahraga.Selain jalan kaki, pasien PPOK juga disarankan untuk rutin melakukan latihan pernapasan dan peregangan otot sederhana.

8. Pertahankan gaya hidup sehat

Selain pengobatan dari dokter, penting juga bagi pasien PPOK memulai gaya hidup sehat dan mengatur pola makan sebagai cara mengobati gejalanya.Di samping berolahraga, konsumsilah makanan bergizi tinggi, yang tinggi protein, dan kaya kalori sehat untuk menjaga berat badan Anda tetap ideal.Memiliki berat badan berlebih dapat membuat sesak napas semakin buruk. Oleh karena itu, menurunkan berat badan dengan kombinasi olahraga rutin dan makan makanan sehat merupakan cara yang baik untuk mengatasi gejala PPOK.Menjalani gaya hidup sehat dengan berolahraga dan pola makan bergizi dapat membantu proses pemulihan serta mengurangi risiko komplikasi yang lebih serius. Jika sudah berobat, ingat untuk kontrol kembali dalam jangka waktu yang telah disepakati atau segera periksakan diri jika terjadi kekambuhan tiba-tiba.
penyakit paru-parubronkitispenyakit paru obstruktif kronisppokradang saluran pernapasanpenyakit pernapasansesak napasradang paru-paruinfeksi paru-parugangguan pernapasanbahaya asap rokok
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/copd/symptoms-causes/syc-20353679
Diakses 9 Mei 2019
WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/the-top-10-causes-of-death
Diakses 9 Mei 2019
Oemiati R. Kajian epidemiologis penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2013 Jun;23(2).NHS. https://www.nhs.uk/conditions/chronic-obstructive-pulmonary-disease-copd/living-with/
Diakses 9 Mei 2019
Kementerian Kesehatan RI. http://www.p2ptm.kemkes.go.id/informasi-p2ptm/penyakit-paru-kronik diakses 10 November 2020 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)
0

Artikel Terkait