Jangan Takut! Penderita Penyakit PPOK Tetap Bisa Beraktivitas Seperti Biasa

Penderita Penyakit PPOK tetap bisa menjalani aktivitas seperti biasa dengan menjalani terapi
Penyakit PPOK diindikasikan dengan peradangan paru-paru yang kronis

Ketika pertama kali didiagnosis mengidap penyakit PPOK, Anda mungkin kaget dan bingung. Penyakit paru-paru ini memang tidak dapat disembuhkan dan akan terus menetap dalam tubuh.

Jangan berkecil hati dulu! Penderita PPOK tetap bisa menjalani aktivitas seperti biasa dengan menjalani terapi. Selain itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar Anda bisa berdamai dengan penyakit PPOK.

[[artikel-terkait]]

Apa itu penyakit PPOK?

PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis) adalah kondisi peradangan paru-paru yang kronis dan menyebabkan adanya penyempitan pada jalan napas.

Gejala penyakit PPOK pada umumnya meliputi kesulitan bernapas, batuk, produksi dahak yang aktif, dan suara mengi saat bernapas. Penyakit ini biasanya disertai dua kondisi yang berkontribusi dalam mengganggu jalan napas, yaitu bronkitis kronis dan emfisema.

Bronkitis kronis merupakan kelainan saluran napas yang ditandai oleh batuk kronis berdahak minimal tiga bulan dalam setahun, sekurang-kurangnya dua tahun berturut - turut, dan tidak disebabkan penyakit lainnya

Sedangkan emfisema adalah suatu kelainan paru yang ditandai dengan kerusakan kantung-kantung udara pada paru-paru yang menyebabkan gangguan pada pertukaran oksigen dalam sistem pernapasan.

Menurut WHO, pada tahun 2016, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) menduduki peringkat ke 3 sebagai penyebab terbesar kematian penduduk di dunia. Posisi ini hanya kalah dari penyakit jantung iskemik dan stroke.

Selain memengaruhi jalan napas, penyakit PPOK juga memengaruhi jalan kehidupan penderitanya.

Dampak - Dampak penyakit PPOK terhadap kualitas hidup

Seringkali diagnosis penyakit PPOK dianggap adalah akhir dari segalanya. Memang akan banyak perubahan yang dapat terjadi pada hidup penderita penyakit PPOK. Berikut contohnya:

  • Aktivitas terbatas, tidak seperti sebelumnya karena jalan napas yang terganggu
  • Risiko mengalami penurunan berat badan
  • Risiko berkembang menjadi penyakit kardiovaskular
  • Risiko mengalami osteoporosis
  • Depresi

7 Cara “berdamai” dengan penyakit PPOK

Menderita penyakit PPOK bukanlah akhir dari segalanya. Berikut beberapa hal yang dapat Anda lakukan agar dapat “berdamai” dengan penyakit PPOK:

1. Minum obat yang diberikan secara teratur

Obat yang diberikan pada Anda termasuk inhaler dapat mencegah kekambuhan. Membaca informasi setiap obat yang akan digunakan merupakan kebiasaan baik agar terhindar dari efek interaksi obat yang merugikan.

2. Berhenti merokok

Jika Anda merokok, berhentilah! Berhenti merokok akan memperlambat dan mencegah kerusakan pada paru-paru Anda lebih lanjut. Merokok yang dimaksud dalam artian secara aktif maupun pasif.

3. Olahraga teratur

Olahraga teratur dapat memperbaiki gejala dan kualitas hidup Anda. Lama dan beratnya olahraga bergantung pada kondisi Anda. Berolahraga hingga terasa sedikit terengah-engah tidaklah berbahaya, tapi ingat, jangan paksakan diri Anda.

4. Pertahankan berat badan yang ideal

Memiliki berat badan berlebih dapat membuat sesak napas semakin buruk. Oleh karena itu, menurunkan berat badan dengan kombinasi olahraga rutin dan diet makanan sehat merupakan ide yang baik. Konsumsi tinggi protein dan kalori yang sesuai dapat menjaga berat badan Anda.

5. Vaksinasi

Beberapa vaksinasi bisa Anda dapatkan untuk mencegah Anda jatuh sakit seperti vaksin influenza.

6. Periksa cuaca sebelum keluar rumah

Cuaca yang dingin dan lembabnya lingkungan dapat menyebabkan Anda kesulitan bernapas. Memperhatikan laporan atau prediksi cuaca harian merupakan langkah pintar bagi penderita PPOK.

7. Perhatikan apa yang Anda cium dengan hidung

Berhati-hatilah akan hal-hal berikut: tempat berdebu, asap, pengharum ruangan, produk berbau tajam, dan parfum. Hal-hal tersebut dapat membuat keluhan sesak napas muncul.

Penyakit PPOK mungkin membuat Anda khawatir dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Semoga tujuh cara di atas dapat membuat Anda “berdamai” dengan penyakit PPOK.

Jika sudah berobat, ingat untuk kontrol kembali dalam jangka waktu yang telah disepakati atau segera periksakan diri jika terjadi kekambuhan tiba-tiba.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/copd/symptoms-causes/syc-20353679
Diakses 9 Mei 2019

WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/the-top-10-causes-of-death
Diakses 9 Mei 2019

Oemiati R. Kajian epidemiologis penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2013 Jun;23(2).

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/chronic-obstructive-pulmonary-disease-copd/living-with/
Diakses 9 Mei 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed