Kanker Masih Jadi Salah Satu Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia

Angka pasien kanker di Indonesia semakin meningkat
Jumlah penderita kanker di Indonesia terus mengalami kenaikan

Hingga saat ini, kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia. Bahkan menurut riset, jumlah penderita kanker di Indonesia terus mengalami kenaikan. Melihat hal ini, kewaspadaan terhadap penyakit kanker tentu harus terus ditingkatkan.

Pada Hari Kanker Sedunia yang jatuh tanggal 4 Februari ini, ada baiknya Anda mengetahui lebih jauh mengenai situasi kanker di Indonesia. Dengan begitu, Anda diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang satu ini.

Jumlah Penderita Penyakit Kanker di Indonesia

Hasil riset tebaru menunjukkan Indonesia berada di peringkat ke-8 negara dengan jumlah penderita kanker terbanyak di Asia Tenggara. Sementara itu, pada tingkat Asia, Indonesia berada pada urutan ke-23.

Dari 100.000 penduduk di Indonesia, sebanyak 136,2 orang merupakan penderita kanker. Angka tersebut tentu bukan jumlah yang kecil. Pada tahun 2013, disebutkan bahwa jumlah penderita kanker di Indonesia berada pada angka 1,4 per 1.000 penduduk, dan jumlah tersebut naik menjadi 1,79 per 1000 penduduk pada tahun 2018.

Kanker bisa menyerang siapa saja. Baik pria maupun wanita, kanker dengan keragaman jenisnya menyerang tanpa pandang bulu. Para pria, jenis kanker yang paling banyak ditemukan adalah kanker paru, diikuti oleh kanker hati. Sementara itu pada wanita, jenis kanker yang paling banyak diderita adalah kanker payudara, diikuti dengan kanker serviks (leher rahim).

Jika dillihat, data tentang jenis kanker tersebut tidak berubah sejak tahun 2014. Berdasarkan data yang diterbitkan World Health Organization (WHO) pada tahun tersebut, kematian akibat kanker pada pria berjumlah sebanyak 103.100 orang dengan kanker paru sebagai jenis kanker yang paling banyak diderita, yang disusul oleh kanker hati pada urutan kedua.

Pada wanita, kematian akibat kanker tercatat berjumlah 92.200 orang dengan jumlah penderita kanker payudara menjadi yang terbanyak, diikuti kanker serviks.

Faktor Risiko Pemicu Kanker di Indonesia

Tingginya angka penderita kanker di Indonesia disebabkan oleh masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menghindari faktor risiko yang bisa menjadi pemicu kanker. Kanker merupakan penyakit yang dapat dicegah selama Anda mengetahui faktor risikonya.

Faktor risiko kanker terdiri dari faktor risiko perilaku dan pola makan, yaitu:

  • Indeks Massa Tubuh yang tinggi
  • Kurangnya konsumsi buah dan sayur
  • Kebiasaan merokok
  • Kurangnya aktivitas fisik
  • Konsumsi alkohol berlebih

Dari kelima faktor risiko yang umum tersebut, berdasarkan data WHO yang diterbitkan pada tahun 2016 lalu, kebiasaan merokok merupakan penyebab kanker terbanyak di Indonesia. Faktor risiko terbanyak kedua adalah tekanan darah tinggi, dan yang ketiga adalah kurangnya aktivitas fisik.

Sudah saatnya Anda lebih waspada terhadap penyakit kanker. Tidak hanya pada hari kanker sedunia, tapi juga seterusnya. Mulailah perlahan-lahan ubah gaya hidup menjadi lebih sehat, jaga pola makan serta berolahraga secara teratur.

Kementerian Kesehatan RI. http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/fokus-utama/20190131/2329273/hari-kanker-sedunia-2019/
Diakses pada 1 Februari 2019

Kementerian Kesehatan RI. http://www.depkes.go.id/download.php?file=download/pusdatin/buletin/buletin-kanker.pdf
Diakses pada 1 Februari 2019

WHO. https://www.who.int/nmh/countries/idn_en.pdf
Diakses pada 1 Februari 2019

WHO. https://www.who.int/cancer/country-profiles/idn_en.pdf
Diakses pada 1 Februari 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed