Pendarahan saat Hamil Muda, Kenali Penyebab dan Penanganannya


Pendarahan saat hamil muda adalah hal yang normal. Umumnya ini terjadi pada trimester pertama. Tak boleh disepelekan, pendarahan bisa jadi tanda bahaya.

(0)
09 May 2019|Maria Yuniar
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Pendarahan saat hamil muda terjadi pada trimester pertamaPendarahan (bleeding) selama kehamilan umum terjadi, terutama selama trimester pertama
Pendarahan (bleeding) selama kehamilan umum terjadi, terutama selama trimester pertama. Meski pendarahan saat hamil muda termasuk normal, beberapa kondisi perdarahan bisa jadi indikasi bahaya serius. Untuk itu, Anda perlu mengetahui beragam jenis perdarahan berikut supaya tidak berakibat fatal. 

Apa penyebab pendarahan saat hamil muda?

Menurut ahli, terdapat beragam jenis pendarahan dan faktor penyebabnya. Walau tak semuanya berbahaya, Anda tetap perlu waspada dan memahami beragam jenis pendarahan. Di antaranya adalah:

1. Pendarahan implantasi

Pendarahan implantasi adalah bercak darah seperti menstruasi yang terjadi selama 6 sampai 12 hari pertama setelah proses pembuahan. Kondisi ini menjadi tanda bahwa embrio telah ditanamkan ke dinding rahim.Implantasi biasanya terjadi mulai dari beberapa jam hingga hitungan hari. Banyak kasus di mana wanita tak sadar bahwa dirinya sedang hamil karena menganggap pendarahan implantasi sebagai menstruasi biasa.

2. Keguguran

Keguguran menjadi salah satu penyebab umum pendarahan di awal kehamilan. Ini terjadi karena kondisi janin dalam ovarium yang masih sangat lemah. Kontak fisik, makanan, maupun minuman tertentu bisa jadi penyebab keguguran. Selain pendarahan, gejala keguguran juga disertai dengan rasa nyeri atau kram yang kuat di bagian bawah perut, dan keluarnya jaringan dari vagina.

3. Kehamilan ektopik 

Kehamilan ektopik adalah kondisi di mana embrio dibuahi di luar kandungan atau pembuahan pada tuba falopi. Jika terus tumbuh, embrio dapat menyebabkan tergoresnya tuba falopi hingga berpotensi mengancam jiwa sang ibu.Faktanya, kondisi berbahaya ini terjadi pada sekitar 2% kasus kehamilan. Selain keluarnya tetesan darah, gejala kehamilan ektopik yang mungkin Anda alami, yaitu kram atau nyeri hebat pada perut bagian bawah.

4. Hamil anggur

Pendarahan saat hamil muda juga dapat disebabkan oleh molar pregnancy atau hamil anggur. Hamil anggur adalah kondisi langka di mana sel telur yang dibuahi dan plasenta tidak berkembang sebagaimana mestinya. Justru malah tubuh menjadi jaringan abnormal di dalam uterus membentuk gumpalan-gumpalan kecil seperti anggur.Pada beberapa kasus (sangat jarang terjadi), jaringan ini bersifat seperti kanker dan dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya. Selain pendarahan, molar pregnancy juga ditandai dengan mual dan muntah yang parah serta pembesaran pada rahim yang terjadi sangat cepat.

5. Polip serviks

Sekitar 2-5% wanita memiliki polip serviks, yakni pertumbuhan massa di leher rahim. Umumnya, polip serviks bersifat jinak dan tidak menyebabkan kanker. Namun, bisa meradang atau teriritasi sehingga menyebabkan pendarahan berwarna merah cerah. 

6. Perubahan pada serviks

Selama kehamilan, aliran darah banyak mengalir ke serviks. Hubungan seksual atau tes PAP (yang mana mengakibatkan terjadinya kontak dengan leher rahim) dapat memicu pendarahan. Namun kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan.

7. Pendarahan subchorionic

Pendarahan subchorionic atau hematoma adalah pendarahan yang terjadi ketika plasenta sedikit terlepas dari dinding rahim. Hal ini menyebabkan terbentuknya kantung pada celah di antara keduanya. Ketika Anda mengalami kondisi ini, maka akan terjadi pendarahan ringan hingga berat berwarna merah muda, merah, atau coklat; nyeri perut bagian bawah; dan kram.

8. Infeksi

Setiap infeksi pada leher rahim, vagina, atau infeksi menular seksual (seperti klamidia, gonore, atau herpes) dapat menyebabkan perdarahan pada trimester pertama.Lalu, apa yang harus dilakukan ketika mengalami pendarahan pada trimester pertama?

Apa yang harus dilakukan ketika mengalami pendarahan saat hamil muda?

Jangan panik ketika mengalami pendarahan pada trimester pertama. Beberapa tips berikut dapat Anda ikuti:
  • Segera konsultasi dan hubungi dokter untuk mendiskusikan gejala yang terjadi.
  • Gunakan alas atau wadah untuk mengetahui volume darah yang dikeluarkan, warnanya (pink, coklat, atau merah), dan konsistensinya (encer atau menggumpal).
  • Berikan selaput yang keluar dari vagina kepada dokter supaya dilakukan pengujian.
  • Jangan gunakan tampon atau berhubungan seks selama pendarahan berlangsung.
Trimester pertama memang penuh risiko bagi ibu dan janin. Jadi, tetap jaga kesehatan Anda dan si calon buah hati agar bisa menunju trimester kedua, ketiga, hingga melahirkan dengan lancar.
menjaga kehamilankesehatan kandungantrimester pertama kehamilan
WebMD. https://www.webmd.com/baby/guide/bleeding-during-pregnancy#1
Diakses pada September 2018
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2672226/ https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4064773/
Diakses pada September 2018
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/first-trimester-bleeding
Diakses pada 13 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait