Pendarahan Otak: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya


Pendarahan otak dapat disebabkan oleh trauma kepala yang biasanya disebabkan oleh cedera kepala berat. Pendarahan akibat trauma dapat mengiritasi jaringan otak.

(0)
10 Apr 2019|Aby Rachman
Pendarahan otak dapat berakibat fatal jika tidak segera ditanganiPendarahan otak dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani
Pendarahan otak dapat dikategorikan sebagai sejenis stroke, di mana arteri di otak yang mengalami kebocoran dan menyebabkan pendarahan lokal di jaringan sekitarnya. Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, pendarahan otak ini dapat membunuh sel-sel otak.Ketika darah dari trauma mengiritasi jaringan otak, akan terjadi pembengkakan jaringan otak yang dikenal dengan sebutan edema serebral. Darah yang mengumpul akan membentuk gumpalan yang disebut hematoma.Kondisi ini dapat meningkatkan tekanan pada jaringan otak di dekatnya, sehingga akan mengurangi aliran darah vital dan membunuh sel-sel otak. Pendarahan otak ini dapat terjadi di dalam otak, antara otak dan selaput yang menutupinya, di antara lapisan penutup otak atau di antara tengkorak dan penutup otak.

Penyebab Pendarahan Otak

Ada beberapa faktor risiko dan penyebab pendarahan otak. Faktor-faktor paling umum, antara lain:

1. Trauma kepala

Cedera kepala berat adalah penyebab paling umum yang mengakibatkan pendarahan di otak pada kalangan muda di bawah 50 tahun.

2. Tekanan darah tinggi

Kondisi kronis ini biasanya terjadi dalam kurun waktu yang lama. Tekanan darah tinggi dapat melemahkan dinding pembuluh darah sehingga terjadi pendarahan.

3. Aneurisma

Aneurisma merupakan kondisi melemahnya dinding pembuluh darah yang membengkak Pembuluh yang melemah ini dapat pecah dan mengeluarkan darah ke otak, sehingga mengakibatkan stroke.

4. Kelainan pembuluh darah

Kelemahan dalam pembuluh darah di dalam dan di sekitar otak dapat terjadi sebagai kelainan saat lahir dan hanya dapat didiagnosis jika ada gejala yang muncul.

5. Amyloid Angiopathy

Sebuah kondisi di mana ada kelainan dinding pembuluh darah yang terjadi akibat penuaan dan tekanan darah tinggi.

6. Gangguan darah atau pendarahan

Hemophilia dan anemia sel sabit dapat berkontribusi pada penurunan tingkat trombosit darah.

7. Penyakit hati

Kondisi ini dikaitkan dengan peningkatan pendarahan secara umum.

Gejala pendarahan otak

Gejala-gejala pendarahan otak dapat bervariasi. Biasanya, gejala yang muncul akan bergantung pada lokasi pendarahan, tingkat keparahan pendarahan, dan jumlah jaringan yang terpengaruh. Gejala pendarahan otak dapat timbul tiba-tiba atau perlahan seiring berjalannya waktu.Apabila Anda mengalami salah satu dari gejala berikut, Anda mungkin mengalami pendarahan pada otak sehingga harus segera mendapatkan perawatan di ruang gawat darurat. Gejala-gejala pendarahan otak meliputi:
  • Sakit kepala berat yang tiba-tiba
  • Kejang tanpa riwayat sebelumnya
  • Lengan atau kaki melemah
  • Mual atau muntah
  • Kewaspadaan menurun, tampak lemas, dan lesu
  • Pandangan kabur
  • Kesemutan atau mati rasa
  • Kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan
  • Kesulitan menelan
  • Kesulitan menulis atau membaca
  • Hilangnya kemampuan motorik halus, seperti tremor tangan
  • Hilangnya koordinasi
  • Hilangnya keseimbangan
  • Indera perasa yang tidak normal
  • Hilang kesadaran

Apakah pendarahan otak bisa sembuh?

Perdarahan otak dapat mengancam nyawa. Bahkan, saking berbahayanya, kondisi ini dapat menyebabkan kematian hanya dua hari setelah hal tersebut terjadi. Untuk orang yang selamat pun, akan mengalami masa pemulihan yang cukup lama.Namun, sebagian kecil orang dapat memulihkan diri dari kondisi ini hanya dalam waktu 30 hari setelah perdarahan otak terjadi. Memang, kesembuhan dari kondisi ini juga ditentukan oleh faktor keparahan yang dialami.

Pengobatan pendarahan otak

Saat menangani pasien dengan pendarahan otak, dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui bagian otak mana yang terpengaruh berdasarkan gejala yang dirasakan. Dokter juga akan melakukan berbagai tes pengambilan gambar, seperti CT scan, yang dapat memperlihatkan pendarahan internal atau akumulasi darah, dan MRI. Selain itu, pemeriksaan neurologis atau pemeriksaan mata juga dilakukan untuk mengetahui apakah ada pembengkakan saraf optik yang terjadi.Perawatan untuk pendarahan di otak juga beragam tergantung pada lokasi, penyebab, dan luasnya pendarahan. Pembedahan mungkin diperlukan untuk mengurangi pembengkakan dan menghentikan pendarahan. Obat-obatan tertentu juga akan diresepkan, seperti penghilang rasa sakit, kortikosteroid, atau diuretik untuk mengurangi pembengkakan, dan antikonvulsan untuk mengendalikan kejang.Itulah beberapa hal penting seputar penyebab, gejala, dan pengobatan untuk pendarahan otak. Ingat, waspadalah setiap kali Anda melakukan aktivitas fisik yang berat untuk menghindari cedera yang berbahaya untuk kesehatan dan keselamatan diri. Selain itu, jaga pula gaya hidup sehat untuk menghindari terjadinya serangan pendarahan otak mendadak.
cedera kepala berat
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait