Pendarahan Implantasi: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

(0)
09 May 2019|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Berbeda dengan menstruasi, pendarahan implantasi yang merupakan tanda awal kehamilan tidak disertai kram perutPendarahan implantasi dapat menjadi salah satu tanda awal kehamilan.
Menstruasi bukanlah satu-satunya penyebab pendarahan dari vagina. Pada kondisi tertentu, darah yang keluar bisa saja hanya berupa bercak dan volumenya jauh lebih sedikit daripada darah menstruasi biasa. Jika hal ini terjadi, bisa saja Anda sedang mengalami pendarahan implantasi.Pendarahan ini tidak berbahaya. Bahkan, ini bisa jadi kabar gembira untuk Anda. Sebab, pendarahan implantasi merupakan salah satu gejala awal kehamilan yang umum terjadi. Jadi, jangan heran jika suatu saat Anda merasa masih menstruasi, tapi ternyata hasil cek kandungan menyatakan Anda positif akan menjadi ibu.

Apa itu pendarahan implantasi?

Pendarahan implantasi adalah keluarnya bercak darah berwarna merah muda atau kecoklatan dari vagina. Jika Anda aktif secara seksual atau merencanakan kehamilan, ada kemungkinan bercak ini muncul sebagai gejala awal kehamilan.Sering dianggap sebagai darah menstruasi, darah implantasi biasanya akan muncul sekitar 6-12 hari setelah pembuahan atau berhubungan intim. Pendarahan ini tidak berbahaya dan umumnya tidak membutuhkan penanganan dokter.Namun jika Anda mengalami pendarahan serius atau lebih banyak dibandingkan biasanya, maka ini harus menjadi perhatian. Apalagi jika pendarahan pada vagina diikuti dengan demam, meriang, atau kram perut yang terus memburuk.

Penyebab pendarahan implantasi

Proses implantasi diawali dengan proses fertilisasi atau pembuahan sel telur oleh sperma. Saat telur berhasil dibuahi, maka sel tersebut akan berkembang menjadi embrio. Agar embrio dapat tumbuh menjadi janin, berpindah tempat menuju rahim.Sesampainya di janin, Si Jabang Bayi akan mencari tempat untuk menempel di dinding rahim. Proses menempelnya embrio ke dinding janin inilah yang dinamakan sebagai implantasi. Proses ini, bagi sebagian wanita akan menyebabkan pendarahan yang disebut sebagai pendarahan implantasi.

Ciri pendarahan implantasi dan perbedaanya dengan menstruasi

Kemunculan pendarahan implantasi kerap membuat bingung para wanita. Hal ini tidak mengherankan sebab sekilas, cirinya memang cukup mirip dengan darah menstruasi. Terlebih pendarahan implantasi munculnya seringkali berdekatan dengan waktu datangnya haid, yaitu beberapa hari sebelum siklus menstruasi dimulai.Meski begitu, tetap ada beberapa perbedaan yang bisa Anda lihat sebagai ciri kondisi ini, yaitu:

• Warna

Darah menstruasi biasanya terlihat berwarna merah pekat atau merah gelap. Sedangkan darah implantasi umumnya berwarna lebih terang atau kecoklatan.

• Gumpalan darah

Pada darah menstruasi, umumnya terdapat gumpalan darah. Sedangkan saat Anda mengalami pendarahan implantasi, darah yang keluar sama sekali tidak memiliki gumpalan.

• Durasi munculnya

Durasi munculnya darah implantasi lebih sebentar dibangingkan dengan pendarahan akibat menstruasi. Menstruasi biasanya akan terjadi selama 3-7 hari, sedangkan pendarahan implantasi hanya terjadi selama beberapa jam atau paling lama selama tiga hari.

• Jumlah darah yang keluar

Jumlah darah implantasi yang keluar jauh lebih sedikit dibandingkan darah menstruasi dan akan terlihat hanya sebagai bercak-bercak.Munculnya pendarahan implantasi pun biasanya akan disertai dengan tanda-tanda awal kehamilan lain seperti mual, kram perut, payudara teraba lebih lunak dan nyeri, serta sakit punggung.

Pengobatan Pendarahan Implantasi

Karena sifatnya tidak berbahaya, Anda tidak membutuhkan perawatan atau pengobatan apapun saat terjadi pendarahan implantasi. Kecuali jika pendarahan terjadi terus-menurus dalam jumlah yang mengkhawatirkan, maka Anda boleh berkonsultasi dan memeriksakan diri ke dokter.

Penyebab Lain Pendarahan Pada Vagina

Selain pendarahan implantasi, ada beberapa kemungkinan lain yang menyebabkan pendarahan pada vagina. Periksa apakah pendarahan Anda termasuk salah satu jenis di bawah ini:
  • Hubungan seksual: Pendarahan saat berhubungan seks erat kaitannya dengan aktivitas fisik selama hubungan intim atau hormon tubuh. Pendarahan ini tidak serius dan akan berhenti secara cepat.
  • Pendarahan Ektopik: Pendarahan dari vagina juga bisa jadi salah satu gejala kehamilan ektopik. Kehamilan ektopik adalah kondisi saat embrio menanamkan diri di luar dari dinding rahim. Gejala lain dari pendarahan ektopik adalah sakit perut atau kram hebat. Anda harus segera memeriksakan diri jika hal ini terjadi.
  • Keguguran: Sekitar 15% kehamilan yang sudah diketahui memiliki potensi keguguran pada trimester pertama. Banyak hal yang menyebabkan keguguran dini, namun jarang yang disebabkan oleh kesalahan wanita yang mengandung (faktor internal). Jika hal ini terjadi, segera hubungi dokter untuk konsultasi lebih lanjut.
Setelah mengetahui tentang pendarahan implantasi di atas, Anda diharapkan tidak lagi bingung membedakannya dengan darah menstruasi. Apabila keluarnya bercak darah disertai dengan tanda awal kehamilan lainnya, Anda bisa coba untuk melakukan pemeriksaan kehamilan dengan test pack atau memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan.
kehamilankehamilan palsupemeriksaan kehamilan
WebMD. https://www.webmd.com/baby/implantation-bleeding-pregnancy
Diakses November 2018
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/318659
Diakses pada 9 Mei 2019
American Pregnancy Associaton. https://americanpregnancy.org/getting-pregnant/what-is-implantation-bleeding/
Diakses pada 9 Mei 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait