Pendarahan Implantasi: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Pendarahan implantasi kerap disalahartikan sebagai menstruasi.
Pendarahan implantasi dapat menjadi salah satu tanda awal kehamilan.

Menstruasi bukan satu-satunya penyebab keluarnya darah dari vagina. Apabila Anda mengalami pendarahan pada vagina namun hanya berupa bercak-bercak kecil, bisa jadi hal tersebut adalah pendarahan implantasi.

Pendarahan implantasi merupakan salah satu tanda awal kehamilan yang kerap tidak disadari oleh para wanita. Karena itu, tidak ada salahnya Anda mengetahui lebih jauh mengenai kondisi ini agar lebih mudah mengenalinya.

[[artikel-terkait]]

Apa itu Pendarahan Implantasi?

Pendarahan implantasi adalah pendarahan atau keluarnya cairan/bercak berwarna merah muda atau kecoklatan dari vagina. Jika Anda aktif secara seksual atau merencanakan kehamilan, ada kemungkinan bercak ini muncul sebagai tanda awal kehamilan.

Sering dianggap sebagai bercak menstruasi, pendarahan implantasi biasanya akan muncul sekitar 6-12 hari setelah berhubungan intim. Pendarahan ini tidak berbahaya dan umumnya tidak membutuhkan penanganan dokter.

Namun, jika Anda mengalami pendarahan serius atau lebih banyak dibandingkan biasanya, maka ini harus menjadi perhatian. Apalagi jika pendarahan pada vagina diikuti dengan demam, meriang, atau kram perut yang terus memburuk.

Pendarahan Implantasi sebagai Tanda Awal Kehamilan

Pendarahan implantasi dapat dijadikan sebagai tanda awal kehamilan. Hal ini karena pendarahan implantasi terjadi sebagai salah satu akibat dari proses pembuahan. Sel telur wanita akan berubah menjadi embrio ketika dibuahi oleh sperma, yang akan menuju ke arah rahim dan menanamkan diri ke dinding rahim.

Proses penanaman atau perekatan ke dinding rahim ini bisa mengakibatkan pendarahan, yang kemudian disebut sebagai pendarahan implantasi. Jika hal ini terjadi, maka Anda tidak perlu takut karena pendarahan implantasi tidak berpengaruh buruk terhadap terhadap mereka yang mengalaminya.

Perbedaan Pendarahan Implantasi dengan Menstruasi

Menstruasi umumnya terjadi selama 3 hingga 5 hari dan diawali dengan jumlah pendarahan yang akan semakin berkurang dari hari ke hari. Sedangkan pada pendarahan implantasi, darah yang keluar umumnya hanya berupa bercak dan dapat berwarna merah, merah muda, hingga kecoklatan.

Selain itu, pendarahan implantasi dan menstruasi juga dapat dibedakan dari:

  • Lama Terjadinya. Pendarahan implantasi umumnya hanya terjadi selama 24 hingga 48 jam
  • Menstruasi biasanya disertai oleh rasa kram perut sementara pendarahan implantasi tidak menimbulkan kram
  • Saat menstruasi, tidak jarang disertai dengan keluarnya gumpalan-gumpalan darah sedangkan pada pendarahan implantasi sama sekali tidak terdapat gumpalan darah yang keluar.

Pengobatan Pendarahan Implantasi

Karena sifatnya tidak berbahaya, Anda tidak membutuhkan perawatan atau pengobatan apapun saat terjadi pendarahan implantasi. Kecuali jika pendarahan terjadi terus-menurus dalam jumlah yang mengkhawatirkan, maka Anda boleh berkonsultasi dan memeriksakan diri ke dokter.

Penyebab Lain Pendarahan pada Vagina

Selain pendarahan implantasi, ada beberapa kemungkinan lain yang menyebabkan pendarahan pada vagina. Periksa apakah pendarahan Anda termasuk salah satu jenis di bawah ini:

  • Hubungan seksual: Pendarahan yang diakibatkan dari berhubungan seks yang erat kaitannya dengan aktivitas fisik selama hubungan intim atau hormon tubuh. Pendarahan ini tidak serius dan akan berhenti secara cepat.

  • Kehamilan Ektopik: Ketika embrio menanamkan diri di luar dari dinding rahim, maka akan terjadi kehamilan ektopik. Gejala kehamilan ektopik antara lain adalah sakit perut atau kram hebat dan pendarahan yang serius. Anda harus segera memeriksakan diri jika hal ini terjadi.

  • Keguguran: Sekitar 15% kehamilan yang sudah diketahui memiliki potensi keguguran pada trimester pertama. Banyak hal yang menyebabkan keguguran dini, namun jarang yang disebabkan oleh kesalahan wanita yang mengandung (faktor internal). Jika hal ini terjadi, segera hubungi dokter untuk konsultasi lebih lanjut.

Dengan mengetahui lebih jauh mengenai pendarahan implantasi, Anda diharapkan tidak lagi salah saat mengenalinya sebagai tanda awal kehamilan. Jika Anda mengalami keluhan seputar pendarahan yang keluar, segera konsultasikan dengan dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan yang menyeluruh.

WebMD. https://www.webmd.com/baby/implantation-bleeding-pregnancy
Diakses pada Oktober 2018

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/318659.php
Diakses pada 14 Maret 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/implantation-bleeding
Diakses pada 14 Maret 2019

American Pregnancy Association. https://americanpregnancy.org/getting-pregnant/what-is-implantation-bleeding/
Diakses pada 14 Maret 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed