Wajarkah Jika Bayi Sering Kentut?


Bayi sering kentut bisa terjadi karena ada banyak gas atau udara yang terperangkap di sistem pencernaannya.

0,0
14 Jan 2020|Azelia Trifiana
Bayi yang menangis dalam waktu lama memiliki kecenderungan banyak menelan udara sehingga bayi sering kentutSalah satu penyebab bayi sering kentut adalah jika ia menangis dalam waktu lama sehingga perutnya penuh udara
Meski mungil, jangan heran jika bayi sering kentut dengan suara yang cukup nyaring. Mengingat sistem pencernaannya masih dalam tahap perkembangan, perut bayi kerap penuh dengan gas. Itulah mengapa menggendongnya dengan posisi tegak agar bayi bisa bersendawa setelah menyusu. Gas dalam tubuh bisa dikeluarkan lewat sendawa, dan di waktu lainnya keluar lewat kentut.Lantas, bayi sering kentut apakah normal?

Penyebab bayi sering kentut

Bayi sering kentut sebenarnya bukan masalah besar, bahkan rewelnya bayi karena hal itu juga masih normal. Sering kentut tapi tidak BAB kerap dialami oleh bayi baru lahir. Sistem pencernaan bayi bekerja seperti halnya orang dewasa. Saat ada makanan seperti ASI masuk ke sistem cerna, usus halus akan menyerap zat yang bermanfaat sementara limbahnya akan diolah di usus menjadi feses dan gas. Namun karena belum sempurna, Bayi rentan mengalami kembung akibat proses pembuangan gas-nya masih tidak lancar.Berikut adalah beberapa penyebab umum bayi kentut terus yang perlu Anda ketahui:

1. Menelan banyak udara

Ada banyak momen yang menyebabkan bayi bisa menelan udara lebih banyak dari seharusnya. Contohnya saat perlekatan menyusui tidak tepat, saat posisi botol dot kurang pas, atau hanya saat mengoceh atau menangis.

2. Menangis terlalu lama

Saat sedang menangis, bayi punya kecenderungan menelan udara. Hal ini menyebabkan perut mereka akan terasa penuh gas. Biasanya, kondisi ini terjadi apabila bayi menangis dalam periode waktu terlalu lama.

3. Masalah pencernaan ringan

Bayi kentut terus juga bisa disebabkan oleh masalah pencernaan ringan seperti konstipasi atau sembelit. Pada kondisi ini, mungkin bayi akan jarang BAB dan sering kentut.Apabila kondisi ini berlangsung terus menerus dan membuat bayi tampak tidak nyaman, konsultasikan pada dokter spesialis anak.

4. Sistem pencernaan masih berkembang

Tubuh mungil bayi masih beradaptasi cara mencerna makanan. Itulah salah satu sebab bayi sering kentut, karena cenderung menyimpan gas lebih banyak ketimbang orang dewasa.

5. Mengenal makanan baru

Pada saat anak memasuki fase MPASI, wajar jika bayi kentut terus saat berkenalan dengan jenis makanan baru. Pada beberapa anak, kondisi ini bisa jadi mengindikasikan reaksi sensitif terhadap jenis makanan tertentu.Untuk mengenali apakah bayi kentut terus perlu mendapat perhatian lebih atau masih terbilang normal, berikut beberapa gejala yang perlu diperhatikan:
  • Bayi menangis saat kentut atau setelah kentut
  • Melengkungkan punggung
  • Mengangkat kedua kaki
  • Perut tampak seperti membengkak
Jika bayi menunjukkan gejala seperti di atas, maka segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lengkap.

Cara mengatasi bayi sering kentut

Apabila si kecil tampak tidak nyaman dengan banyaknya gas dalam perutnya, ada beberapa hal untuk membantunya. Coba beberapa metode ini saat bayi kentut terus:

1. Gerakan mengayuh sepeda

Pertama, baringkan bayi dan angkat kedua kakinya dengan lutut ditekuk. Kemudian, gerakkan kaki dengan gerakan mengayuh sepeda untuk membantu melepaskan gas yang terjebak dalam perutnya.

2. Mengangkat kepala

Angkat kepala bayi lebih tinggi dari posisi perutnya. Selain itu, gendong juga bayi dengan posisi tegak untuk membantu mereka sendawa (burping). Hal ini bisa membantu mengeluarkan gas dalam tubuhnya sehingga kentut bayi bisa berkurang.

3. Memijat perut

Cara lain untuk membuat bayi merasa lebih nyaman adalah dengan memijat perut bayi secara perlahan. Anda bisa menekan dengan gerakan searah atau berlawanan dengan jarum jam. Gerakan I L U juga bisa membantu melancarkan konstipasinya.

4. Tummy time

Sebisa mungkin, biasakan bayi berada dalam posisi tummy time atau tengkurap saat sedang terjaga dan dalam pengawasan orang dewasa.Cara ini dapat memperkuat otot bagian tubuh atasnya dan memberi stimulus untuk mengangkat kepalanya. Posisi ini dapat membebaskan gas yang terjebak di perut sekaligus memperkuat otot bayi.

Catatan SehatQ

Apabila bayi masih diberikan ASI eksklusif, tak perlu menghentikan menyusui hanya karena bayi sering kentut.Hal yang bisa Anda lakukan adalah mencatat apa saja yang dikonsumsi atau dilakukan yang memicu bayi sering kentut setelahnya. Selain itu, jangan lupa menggendong bayi dalam posisi tegak sambil ditepuk-tepuk ringan untuk membantunya bersendawa. Bayi yang masih kecil rata-rata belum mahir bersendawa dengan sendirinya.Tak hanya itu, seiring dengan bertambah besarnya bayi, sistem pencernaan mereka juga akan jadi semakin baik. Artinya, kebiasaan bayi untuk kentut atau merasa tidak nyaman pun juga perlahan akan mereda.
konstipasibayi sembelitperut kembungtumbuh kembang bayigangguan pencernaanperkembangan bayi
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324725.php#summary
Diakses 7 Januari 2020
Parents. https://www.parents.com/baby/care/gas/signs-newborn-has-gas/
Diakses 7 Januari 2020
Raising Children. https://raisingchildren.net.au/guides/a-z-health-reference/wind
Diakses 7 Januari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait