logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Pencegahan HIV/AIDS Tak Boleh Disepelekan, Ini Langkahnya

open-summary

Pencegahan HIV AIDS penting dilakukan sejak dini. Langkah tersebut termasuk dengan memahami risiko diri hingga mengonsumsi obat PreP. Dokter mungkin akan memberikan obat antiretroviral tenofovir dan emtricitabine.


close-summary

18 Mei 2020

| Arif Putra

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Pencegahan HIV AIDS dengan tes HIV

Pencegahan HIV AIDS ke orang lain salah satunya bisa dilakukan dengan tes HIV

Table of Content

  • Pencegahan HIV AIDS yang bisa diterapkan
  • Pencegahan HIV AIDS agar tak menularkan ke orang lain
  • Catatan dari SehatQ

HIV/AIDS merupakan penyakit yang mungkin masih menjadi momok bagi banyak orang. Padahal, sejatinya HIV/AIDS merupakan infeksi yang bisa dicegah asal kita paham fakta-fakta yang sebenarnya. Pencegahan HIV/AIDS perlu diterapkan karena infeksi virus ini belum ada obatnya. Dengan memahami cara pencegahan HIV/AIDS pula, kita bisa terhindar dari tindakan yang mendiskriminasi pasiennya.

Advertisement

Pencegahan HIV AIDS yang bisa diterapkan

HIV/AIDS adalah penyakit yang bisa dicegah. Berikut ini cara mencegah penularan HIV AIDS yang perlu diperhatikan:

1. Memahami risiko diri

Dalam menerapkan pencegahan HIV AIDS, kita harus mengetahui dengan jelas posisi kita apakah berisiko atau tidak. Misalnya, Anda harus menerima informasi tentang HIV dan AIDS dari sumber terpercaya, mengetahui rute penularan, dan memahami jenis aktivitas yang berisiko menularkan virus tersebut.

Penting untuk diketahui bahwa HIV bisa menular melalui cairan tubuh, seperti air mani, cairan vagina, darah, dan ASI. Sementara itu, rute penularan yang utama termasuk berhubungan seks, menggunakan jarum suntik bersama, hingga menyusui.

2. Gunakan kondom

Hubungan seksual merupakan salah satu rute penularan HIV yang utama. Sejauh ini, penggunaan kondom masih menjadi salah satu metode pencegahan HIV AIDS yang bisa diandalkan, di samping juga mencegah kehamilan dan infeksi menular seksual (IMS) lainnya. Bahkan, dilansir dari situs resmi World Health Organization, menggunakan kondom lateks dapat memberikan perlindungan dari HIV dan penyakit IMS lain hingga 80%.

Mencegah IMS lain amatlah penting dalam untuk menurunkan risiko HIV/AIDS. Sebab, IMS lain sering ‘mempercepat’ penularan HIV karena dapat merusak jaringan anus dan vagina.

3. Jauhi narkoba dan minuman keras

HIV dan AIDS tak hanya menular lewat berhubungan seks saja. Banyak pasien juga tertular virus ini karena penggunaan narkoba jarum suntik. Menurut laporan Kementerian Kesehatan RI Triwulan II tahun 2019, persentase positif HIV dari pengguna narkoba suntik mencapai 8,2% dari total kasus di Indonesia.

Narkoba dalam bentuk apa pun dapat berbahaya untuk tubuh. Terlebih jika Anda sedang ada di dalam keadaan tidak sadar akibat minuman keras. Risikonya pun tentu tak hanya HIV saja, melainkan juga beragam penyakit hingga kematian.

4. Konsumsi obat jika baru terpapar HIV

Apabila Anda yakin bahwa baru saja terpapar HIV, seperti setelah berhubungan seks yang tidak aman, Anda bisa segera menemui dokter untuk mendapatkan obat pencegahan infeksi. Konsumsi obat ini setelah terpapar disebut dengan post-exposure prophylaxis (PEP). Dokter mungkin akan memberikan obat antiretroviral tenofovir dan emtricitabine yang dikonsumsi selama 28 hari.

Konsumsi obat setelah terpapar dilaporkan dapat menurunkan risiko infeksi HIV hingga 81%, apabila diminum dalam setidaknya 72 jam pasca paparan.

5. Konsumsi obat PrEP

Pre-exposure prophylaxis (PrEP) merupakan langkah pencegahan HIV AIDS di mana seseorang mengonsumsi obat antiretroviral harian. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai konsumsi PrEP jika Anda merupakan bagian dari populasi yang berisiko tinggi.

6. Menjalani sirkumsisi atau sunat

Beberapa laporan menyebutkan bahwa sunat atau sirkumsisi dapat menurunkan risiko seorang pria untuk tertular HIV hingga 60%. Diskusikan dengan dokter untuk mengetahui apakah Anda bisa menjalani sunat.

7. Menggunakan jarum steril

Jika Anda melakukan injeksi obat, tatto, atau tindik, gunakanlah jarum yang steril dan tidak digunakan bersama. Hal ini akan membantu mencegah penularan HIV.

Pencegahan HIV AIDS agar tak menularkan ke orang lain

Pencegahan HIV AIDS tak hanya perlu diterapkan untuk diri sendiri. Agar orang lain tidak ikut terinfeksi virus ini, ada beberapa hal yang perlu dilakukan:

8. Tes secara berkala

Apabila Anda merupakan bagian dari kelompok yang berisiko tinggi terinfeksi HIV, tes secara berkala sangat disarankan. Apabila Anda dinyatakan positif HIV, Anda akan diberikan obat antiretroviral (ARV) seumur hidup agar virus di dalam tubuh bisa melemah dan menurunkan risiko infeksi oportunistik. Selain itu, dengan mengetahui status masing-masing, Anda membantu orang lain agar tak terpapar virus ini, termasuk menurunkan risiko penularan ibu hamil dan ibu menyusui pada bayinya.

9. Rutin minum ARV

Obat ARV yang dikonsumsi pengidap HIV bisa melemahkan virus di dalam tubuhnya. Tak sampai di situ, konsumsi obat ini dengan rutin bisa membantu agar status pasien menjadi tidak terdeteksi atau “undetectable”. Pasien yang positif HIV namun tidak terdeteksi dilaporkan tidak akan menularkan virus tersebut ke orang lain – asal ARV dikonsumsi dengan rutin seumur hidup.

Baca Juga

  • Waspada Gejala Awal HIV, Kenali Ciri-Cirinya
  • Pencegahan Penularan HIV pada Anak, Perlu Keterlibatan Semua Pihak
  • Tak hanya Corona, Ini Macam-Macam Virus yang Berbahaya bagi Manusia

Catatan dari SehatQ

Hingga saat ini, belum ada obat yang mampu menyembuhkan HIV/AIDS. Pencegahan HIV/AIDS di atas bisa diterapkan, baik bagi Anda yang tidak terinfeksi virus tersebut maupun bagi Anda yang positif HIV.

Advertisement

hivaids

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved