Langkah Pencegahan Bunuh Diri yang Bisa Anda Lakukan

(0)
17 Oct 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Pencegahan bunuh diri yang tepat bisa selamatkan nyawa orang terdekatPencegahan bunuh diri penting diketahui untuk selamatkan nyawa orang terdekat
Saat seseorang melontarkan keinginan untuk mengakhiri hidupnya, Anda tidak boleh memandang remeh sekalipun ia mengatakannya dengan nada becanda. Langkah pencegahan bunuh diri yang Anda ambil pun harus dilakukan dengan hati-hati. Bagaimana caranya?Menurut data organisasi kesehatan dunia World Health Organization (WHO), bunuh diri bisa dilakukan oleh setiap kalangan, meski memang merupakan penyebab kematian kedua tertinggi pada kelompok umur 15-29 tahun. Total hampir 800 ribu orang meninggal setiap tahun akibat bunuh diri, atau sekitar 1 kasus setiap 40 detik.Di Indonesia sendiri, angka kematian akibat bunuh diri tidak terlaporkan sesuai jumlah yang sebenarnya, karena berbagai faktor. Meski begitu, WHO memperkirakan terdapat 3,4 kasus bunuh diri per 100.000 penduduk Indonesia. Dalam penghitungan tersebut, laki-laki lebih banyak ditemukan melakukan bunuh diri dibanding perempuan.

Langkah pencegahan bunuh diri yang bisa Anda lakukan

Jadilah pendengar yang baik, jika orang terdekat ingin bunuh diri.
Jika menemukan seseorang menunjukkan gejala-gejala di atas, sangat penting bagi Anda untuk mulai melakukan langkah pencegahan bunuh diri, seperti berikut ini.

1. Bertanya langsung

Bertanya langsung pada orang terdekat mengenai pemikiran untuk mengakhiri hidup, bukanlah tidakan ofensif. Sebaliknya, hal tersebut bisa diartikan sebagai bentuk perhatian yang kemudian diharapkan akan membuka jalan bagi orang tersebut menumpahkan unek-unek terpendamnya pada Anda, sehingga mengurangi keinginannya untuk mengakhiri hidup.Meskipun demikian, bunuh diri tetap merupakan isu sensitif, sehingga Anda juga harus melakukan pendekatan secara personal. Sampaikan pertanyaan langsung tersebut secara hati-hati, dan usahakan tidak melakukannya di depan banyak orang.

2. Menjadi pendengar yang baik

Langkah pencegahan bunuh diri ini bisa dilakukan oleh setiap orang dan tidak membutuhkan skill khusus, kecuali mampu mendengarkan keluhan orang lain tanpa menghakimi. Yang harus Anda lakukan adalah bersabar dan menerima semua keluhan orang tersebut.Hindari juga beradu argumen tentang hal yang baik dan buruk. Jangan juga cepat memberi saran yang terdengar terlalu sederhana, karena Anda bisa dianggap sebagai orang yang tidak sensitif, menghakimi, dan seperti mempertanyakan kewarasan seseorang yang sedang ingin bunuh diri.

3. Tidak meninggalkannya seorang sendiri

Jika Anda melihat orang tersebut sudah benar-benar membulatkan niat untuk melakukan bunuh diri, jangan tinggalkan ia sendirian. Sebaliknya, singkirkan benda-benda yang berpotensi mengakhiri nyawanya sendiri, misalnya benda tajam, senjata api, maupun obat-obatan yang berisiko disalahgunakan.

4. Menyarankan untuk menemui ahli kejiwaan

Langkah pencegahan bunuh diri ini sebaiknya dilakukan ketika kondisi mental orang tersebut sudah agak tenang. Ahli kejiwaan, baik psikolog maupun psikiater, mengetahui terapi yang tepat dalam mengurangi kecenderungan untuk melakukan bunuh diri.Ketika orang terdekat sudah dirawat oleh ahli kejiwaan sekalipun, Anda sebaiknya tetap menjalin komunikasi dengannya. Pastikan ia disiplin dalam menjalani terapi yang disarankan dokter dan tetap menjadi pendengar yang baik akan segala keluhannya.

Gejala orang ingin bunuh diri

Perilaku mengisolasi diri bisa tandakan keinginan bunuh diri.
Salah satu langkah pencegahan bunuh tak kalah penting adalah mengenali tanda-tanda seseorang ingin mengakhiri hidupnya. Menurut American Foundation for Suicide Prevention (AFSP), tanda-tanda utama orang ingin bunuh diri adalah perubahan sikap yang sangat drastis, apalagi jika baru saja mengalami kejadian yang sangat menyakitkan atau tragis.Dengan kata lain, orang yang biasanya ceria dapat berubah menjadi pendiam, maupun sebaliknya. Secara lebih detail, seseorang yang ingin bunuh diri biasanya bisa dideteksi dari:
  • Perkataan

    Orang yang ingin bunuh diri biasanya akan melontarkan perkataan ingin mengakhiri hidupnya sendiri, merasa putus asa, tidak punya alasan lagi untuk hidup, menganggap diri sendiri menjadi beban hidup orang lain, atau mengalami luka hati yang tidak bisa disembuhkan lagi.
  • Perilaku

    Orang yang ingin bunuh diri biasanya sering mencari cara bunuh diri (biasanya lewat pencarian di Internet), sering mengonsumsi minuman alkohol, mengisolasi diri dari keluarga atau teman, menghubungi teman atau keluarga untuk meminta maaf dan pamitan, tiba-tiba menjadi agresif, lelah, dan tidur terlalu banyak atau malah sedikit.
  • Suasana hati

    Orang yang ingin bunuh diri akan cenderung merasa depresi, cemas, kehilangan minat untuk melakukan apapun, merasa malu, kesal, atau gampang marah.
Seseorang bisa memiliki pemikiran bunuh diri karena berbagai alasan, bahkan karena hal-hal yang dianggap remeh. Namun biasanya, keputusan untuk mengakhiri hidup sendiri terjadi karena banyak faktor, mulai dari faktor genetik, psikologi, hingga sosiokultural.Untuk mengetahui lebih lanjut tentang pencegahan bunuh diri, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
gangguan mentalkesehatan mentalbunuh diri
Kementerian Kesehatan RI. https://pusdatin.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin-Situasi-dan-Pencegahan-Bunuh-Diri.pdf
Diakses pada 7 Oktober 2020
AFSP. https://afsp.org/risk-factors-and-warning-signs
Diakses pada 7 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait