Penasaran Kapan Bayi Bisa Melihat? Begini Tahap Penglihatan Bayi

Tahap penglihatan bayi akan semakin berkembang seiring usianya
Bayi baru lahir sebenarnya sudah bisa melihat wajah orangtuanya secara samar-samar

Setelah sembilan bulan menanti dengan penuh harap, akhirnya bayi mungil Anda lahir. Tentu rasanya bahagia sekali melihat wajahnya yang membuat hati tenang.

Saat mata Anda bertatapan dengan mata bayi, muncul pertanyaan: apakah bayi saya sudah bisa melihat wajah orangtuanya? Kapan bayi bisa melihat? Bagaimana sebenarnya tahap penglihatan bayi?

Kapan bayi bisa melihat?

Orangtua yang sudah sangat mendambakan kapan bayi bisa melihat ibu dan ayahnya tidak perlu menunggu terlalu lama. Faktanya sesaat setelah lahir, bayi sudah mampu melihat  secara samar-samar saat digendong.

Meskipun demikian, bayi belum bisa melihat secara sempurna dan hanya bisa fokus dengan benda yang berjarak sekitar 20-23 sentimeter. Jangan khawatir karena jarak 20-23 sentimeter merupakan jarak yang kurang lebih sama saat orangtua menggendong bayi.

Oleh karenanya, para orangtua tidak perlu resah dalam menunggu kapan bayi bisa melihat karena si Kecil sudah dapat melihat wajah ibunya saat pertama kali digendong.

Apa saja tahap penglihatan bayi?

Seusai pertanyaan ‘kapan bayi bisa melihat’ sudah terjawab, pertanyaan berikutnya adalah apa saja tahap penglihatan bayi? Tahap penglihatan bayi tentunya berkembang seiring dengan bertambahnya usia bayi. Oleh karenanya tahap penglihatan bayi dapat dibagi berdasarkan dengan usia bayi, yaitu:

  • Usia 0-4 bulan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ketika bayi baru lahir, bayi sudah dapat melihat secara kabur dan hanya dapat fokus ke benda dalam jarak dekat. Bayi baru bisa fokus pada wajah orangtua pada saat berumur delapan minggu.

Bayi masih kesulitan melihat karena belum terbiasa dengan cahaya terang di sekitarnya setelah lama berada dalam rahim ibunya. Pada beberapa bulan pertama, koordinasi otot mata bayi masih belum terlalu baik dan terkadang mata bayi bisa terlihat juling.

Sekitar umur tiga bulan, koordinasi mata dan tangan bayi mulai berkembang. Hal ini terlihat dari mata bayi yang mengikuti suatu objek yang bergerak, seperti mainan yang berwarna terang, sementara tangannya berusaha untuk menggapai objek tersebut.

  • Usia 5-8 bulan

Pada tahap penglihatan bayi di usia lima sampai delapan bulan, bayi mulai mengembangkan kemampuan untuk melihat objek secara tiga dimensi dan mengukur jarak dari objek yang dilihat.

Koordinasi mata dan tangan bayi sudah berkembang sampai titik di mana bayi akan mengangkat dan menginspeksi objek yang menarik perhatiannya. Selain kedua kemampuan tersebut, kemampuan melihat warna juga ikut berkembang.

  • Usia 9-24 bulan

Ketika berusia sepuluh bulan, bayi sudah mampu mengangkat benda menggunakan jempol dan jari telunjuk. Saat berusia satu tahun, bayi sudah mampu mengukur jarak dengan baik dan melempar benda secara akurat dan fokus dengan objek yang bergerak secara cepat.

Barulah saat sudah berusia dua tahun, koordinasi mata dan tangan serta kemampuan anak mengukur jarak dan melihat secara tiga dimensi sudah cukup berkembang.

Bagaimana cara mengembangkan kemampuan melihat bayi?

Orangtua dapat melakukan beberapa cara untuk membantu bayi di tahap penglihatan bayi. Serupa dengan tahap penglihatan bayi, Anda bisa merangsang perkembangan penglihatan bayi sesuai dengan tahapan usianya.

  • Usia 0-4 bulan

Perkembangan penglihatan bayi bisa dikembangkan dengan sering mengganti posisi tempat tidur bayi dan posisi bayi di tempat tidur. Menaruh lampu tidur atau mengurangi cahaya dari lampu di kamar bayi dapat membantu bayi beradaptasi.

Anda juga dapat memberikan mainan-mainan yang mudah dijangkau oleh bayi dengan jarak sekitar 20 sampai 23 sentimeter dari bayi. Cobalah untuk mengganti posisi bayi setiap kali bayi diberi makan.

Ajaklah bayi berbicara seraya menggendong bayi sambil mengitari ruangan dan menunjuk berbagai objek di ruangan.

  • Usia 5-8 bulan

Pada tahap penglihatan bayi ini, berikan banyak waktu untuk bayi bermain dan bereksplorasi di lantai secara aman. Memberikan kesempatan bagi bayi untuk merangkak bisa membantu perkembangan koordinasi mata dan tangan bayi.

Anda juga dapat menyediakan balok-balok kayu yang bisa digenggam oleh bayi. Di tempat tidur bayi, Anda bisa menambah atau menggantung mainan ataupun objek lain yang menarik untuk bayi yang dapat digenggam dan ditarik oleh bayi.

Bawalah anak ke tempat-tempat baru yang menarik sambil menunjuk objek-objek di sekitar tempat tersebut dan memberitahukan nama objeknya.

Selain membawa anak ke tempat baru, sangat disarankan untuk bermain bersama anak dan menggerakkan tangan bayi untuk menunjuk objek tertentu sembari mengucapkan nama objek tersebut.

  • Usia 9-24 bulan

Di tahap penglihatan bayi ini, Anda tidak hanya bisa membantu mengembangkan kemampuan melihat bayi, tetapi juga meningkatkan kosakata yang dapat dipelajari oleh bayi.

Anda bisa melatih kosakata bayi dengan cara berbicara dengan bayi sambil menyebutkan berbagai nama objek yang dilihat atau dengan membacakan cerita.

Permainan yang bagus untuk dilakukan pada usia ini adalah bermain petak umpet menggunakan mainan dan wajah Anda, serta menggulirkan bola di lantai untuk membantu fokus bayi pada objek yang bergerak.

Tambah koleksi mainan bayi dengan berbagai ukuran bola dan balok-balok untuk mengembangkan kemampuan motorik dan otot bayi. Semangati bayi untuk bisa merangkak dan merayap di usia sembilan bulan sampai satu tahun.

Apakah bayi perlu diberikan pemeriksaan mata?

Meskipun sudah terjawab pertanyaan ‘kapan bayi bisa melihat’ dan bayi tidak terlihat memiliki masalah dalam penglihatannya, Anda tetap perlu membawa bayi ke dokter mata saat berusia kurang lebih enam bulan, serta melakukan pemeriksaan rutin pada mata bayi.

Dokter mata akan memberikan beberapa tes untuk melihat kemampuan pergerakan mata dan ada tidaknya masalah pada mata bayi.

Kapan bayi perlu dibawa ke dokter?

Saat bayi baru lahir, bayi memang memiliki kesulitan untuk fokus dan melihat. Namun, jika bayi terus mengalami kesulitan untuk fokus, terutama pada satu mata, pada usia tiga sampai empat bulan, maka Anda perlu berkonsultasi ke dokter.

Orangtua juga perlu jeli dalam melihat tanda-tanda adanya masalah pada mata bayi, seperti:

  • Pergerakan mata yang terus berubah-ubah
  • Mata yang terus berair
  • Adanya warna putih pada bagian pupil atau bagian tengah mata yang berwarna hitam
  • Mata yang sensitif terhadap cahaya
  • Adanya kemerahan atau kerak di kelopak mata bayi

Catatan dari SehatQ

‘Kapan bagi bisa melihat?’ adalah pertanyaan yang mungkin dapat terlintas di benak setiap orangtua yang baru pertama kali mempunyai anak. Bayi sudah dapat melihat sejak dilahirkan. Tahap penglihatan bayi akan berkembang seiring dengan bertambahnya usia bayi:

  • Usia 0-4 bulan, bayi bisa melihat dalam jarak dekat dengan koordinasi mata dan tangan yang mulai berkembang
  • Usia 5-8 bulan, mulai mampu melihat objek tiga dimensi, mampu melihat warna, serta menginspeksi benda-benda yang menarik perhatiannya
  • Usia 9-24 bulan, bisa mengukur jarak dengan baik, memiliki koordinasi mata dan tangan yang sudah berkembang, serta mampu melihat objek tiga dimensi dengan baik.

Jangan lupa untuk selalu memeriksakan mata bayi secara rutin, bayi perlu menjalani pemeriksaan mata saat berusia enam bulan, tiga tahun, dan saat berusia sekitar lima atau enam tahun. Segera hubungi dokter mata jika mata bayi mengalami tanda-tanda yang telah dijabarkan di atas.

American Optometric Association. https://www.aoa.org/patients-and-public/good-vision-throughout-life/childrens-vision/infant-vision-birth-to-24-months-of-age
Diakses pada 10 Juli 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/when-do-newborns-start-to-see#1
Diakses pada 10 Juli 2019

Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/infants-first-eye-exam-what-to-expect-3421571
Diakses pada 13 September 2019

WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby/newborn-vision
Diakses pada 10 Juli 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed