Jenis-jenis Penanganan Varises, Mulai dari Suntik Varises hingga Perubahan Gaya Hidup

Suntik varises adalah salah satu solusi sebagai tindakan penanganan varises kecil
Suntik varises adalah salah satu bentuk pengobatan varises yang tersedia

Pembuluh darah vena adalah pembuluh darah yang mengangkut darah kotor kembali ke jantung. Di dalamnya terdapat katup-katup yang berfungsi untuk memompa darah. Jika fungsi katup terganggu, aliran darah menjadi terhambat, terbendung di satu area dan menyebabkan pembengkakan, keadaan ini dikenal sebagai varises.

Faktor Risiko Varises

Varises disebabkan oleh rusak atau lemahnya katup pembuluh vena. Faktor risiko terjadinya varises, yaitu:

  • Seiring bertambahnya usia, fungsi katup pembuluh vena menurun.
  • Jenis kelamin. Perubahan hormon pada perempuan meningkatkan risiko terjadinya varises karena hormon menyebabkan relaksasi dinding vena.
  • Volume darah saat hamil meningkat. Hormon kehamilan juga meningkatkan risiko varises.
  • Riwayat keluarga.
  • Berat badan yang terlalu berat memberi tekanan lebih kepada pembuluh vena.
  • Berdiri atau duduk terlalu lama. Berdiri atau duduk terlalu lama dapat menghambat aliran darah.

Penanganan Varises

Penanganan varises dapat dilakukan dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat dan menggunakan alat bantu tertentu. Berikut adalah tindakan penanganan yang bisa dijalani:

1. Modifikasi Gaya Hidup

Gaya hidup sehat adalah kunci untuk menghindari berbagai macam penyakit, seperti varises. Berikut adalah gaya hidup yang bisa Anda terapkan:

  • Hindari berdiri atau duduk terlalu lama. Hindari duduk dengan menyilangkan kaki. Sedapat mungkin, tinggikan kaki Anda ketika duduk atau tidur
  • Olahraga dapat menguatkan otot dan memperlancar aliran darah
  • Upayakan berat badan ideal
  • Hindari pakaian yang terlalu ketat
  • Hindari menggunakan alas kaki berhak tinggi dalam waktu lama

2. Penggunaan Stoking Khusus

Untuk membantu vena dalam memompa darah, stoking khusus dapat digunakan. Kompresi oleh stoking membantu vena dalam memompa darah kembali ke jantung.

3. Suntik Varises (Skleroterapi)

Suntik varises (skleroterapi) adalah suatu prosedur medis di mana dilakukan ablasi kimiawi pada pembuluh darah vena yang terkena varises. Zat kimia (sklerosan) disuntikkan langsung ke pembuluh darah vena. Kemudian sklerosan akan merusak dinding vena yang melebar dan akhirnya membentuk jaringan parut. Sklerosan dapat berupa cairan dan foam (busa). Suntik varises adalah terapi yang efektif untuk varises pada vena kecil di tungkai bawah atau kaki. Suntik ini tidak efektif pada varises di vena besar.

Tindakan penanganan suntik varises ini bertujuan untuk:

  • Ablasi varises
  • Pencegahan dan tatalaksana komplikasi dari kelainan vena kronik
  • Menghilangkan gejala dan memperbaiki kualitas hidup
  • Memperbaiki fungsi vena
  • Memperbaiki estetika

Suntik varises, baik menggunakan cairan ataupun foam, adalah prosedur yang aman dan efektif untuk terapi teleangiektasis dan varises superfisial. Suntik varises memiliki tingkat keberhasilan hingga 90%. Sklerosan foam digunakan sebagai terapi tambahan. Efek samping relatif ringan, prosedur cepat, dan morbiditas akibat suntik varises rendah.

Meski aman dan memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi, prosedur suntik varises ini juga dapat menimbulkan komplikasi. Berikut adalah tabel komplikasi yang dapat terjadi akibat suntik varises:

Komplikasi

Frekuensi (Sklerosan Cair)

Frekuensi (Sklerosan Foam)

Reaksi anafilaktik

Kasus tertentu saja

Kasus tertentu saja

Kulit tebal setelah disuntik

Umum

Umum

Perubahan warna kulit

Umum

Umum

Kematian jaringan kulit

Jarang

Sangat jarang

Reaksi alergi lokal

Sangat jarang

Sangat jarang

Gangguan pengelihatan

Sangat jarang

Tidak Umum

Sakit kepala dan migrain

Sangat jarang

Tidak Umum

 

National Heart, Lung, and Blood Institutes. https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/varicose-veins
Diakses pada Mei 2019

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/varicose-veins/symptoms-causes/syc-20350643
Diakses pada Mei 2019

Rabe E, et al. European guidelines for sclerotherapy in chronic venous disorder. https://www.researchgate.net/publication/236114830_European_guidelines_for_sclerotherapy_in_chronic_venous_disorders
Diakses pada Mei 2019

Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/1271091-overview
Diakses pada Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed