Langkah Penanganan Syok yang Tepat agar Terhindar dari Maut

(0)
25 May 2019|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Penanganan syok tiba-tibaLangkah pertama saat menjumpai orang yang mengalami syok adalah menghubungi 118 atau 119.
Melihat orang syok mungkin akan membuat Anda panik. Istilah syok di sini bukanlah jenis syok psikologis akibat kaget yang luar biasa, melainkan kondisi syok fisik yang harus segera ditangani agar nyawa penderita tidak melayang.Penanganan syok juga tidak bisa dilakukan sembarangan. Kondisi ini termasuk darurat medis yang membutuhkan penanganan di rumah sakit. Bagaimanakah penanganannya?[[artikel-terkait]]

Penyebab syok

Syok bisa terjadi karena faktor yang berbeda-beda. Berikut adalah penyebab syok berdasarkan tipenya yang perlu Anda ketahui:
  • Syok kardiogenik. Syok yang terjadi karena gangguan pada jantung, seperti serangan jantung atau gagal jantung.
  • Syok neurogeni. Syok yang terjadi karena cedera saraf tulang belakang, akibat kecelakan atau cedera saat beraktivitas.
  • Syok anafilaktik.Syok yang terjadi karena alergi akibat gigitan serangga, penggunaan obat-obatan, atau makanan maupun minuman.
  • Syok sepsis. Syok yang terjadi karena infeksi yang masuk ke aliran darah, sehingga tubuh mengalami peradangan atau inflamasi.
  • Syok hipovolemik. Syok yang terjadi karena hilangnya cairan atau darah dalam jumlah banyak, misalnya akibat diare, perdarahan pada kecelakaan, atau muntah darah.

Metode penanganan syok yang terjadi secara tiba-tiba

Ketika Anda menjumpai orang yang mengalami syok, langkah pertama adalah menghubungi nomor telepon gawat darurat 118 atau 119 untuk memanggil ambulans. Sementara menunggu ambulans datang, Anda dapat melakukan prosedur penanganan pertama pada penderita syok di bawah ini:
  1. Baringkan penderita. Lakukan langkah ini jika memungkinkan.
  2. Angkat kaki penderita tersebut sekitar 30 cm lebih tinggi dari kepala. Hindari langkah ini jika kepala, leher, maupun punggung penderita mengalami luka atau ada bagian tulang yang patah.
  3. Jangan mengangkat kepala penderita.
  4. Jika penderita muntah atau mengeluarkan darah dari mulutnya, miringkan tubuhnya agar muntah dan darah tidak tertelan.
  5. Bila penderita tidak bernapas, lakukan cardiopulmonary resuscitation (CPR) atau napas buatan. Namun, CPR hanya boleh dilakukan oleh orang yang pernah menjalani pelatihan teknik CPR.
  6. Bila ada luka yang terlihat, jangan menyentuh luka tersebut. Hindari kontak dengan luka sampai petugas kesehatan datang.
  7. Pastikan penderita nyaman, misalnya menyelimuti penderita agar tetap hangat.
  8. Longgarkan pakaian penderita supaya jalan napasnya tak terhalang.
  9. Jangan memindahkan atau menggerakkan penderita, kecuali ia berada di tempat yang berbahaya. Misalnya, di tengah jalan.
  10. Dilarang memberi makanan atau minuman pada penderita.

Proses diagnosis syok di rumah sakit

Ketika sampai di rumah sakit, penanganan paling penting untuk penderita syok adalah memastikan bahwa aliran darah dan oksigen dalam tubuhnya kembali lancar. Langkah ini harus dilakukan sesegera mungkin.Umumnya, tenaga medis akan melakukan pemberian cairan tambahan melalui infus, obat-obatan (melalui infus maupun suntikan), transfusi darah, serta perawatan medis lainnya.Ketika penderita sudah sadarkan diri, dokter akan melakukan serangkaian tes untuk menentukan penyebab syok yang dialami oleh pasien. Berikut serangkaian tes yang dapat dilakukan:

1. Tes pencitraan

Tes ini bisa berbentuk ultrasonografi (USG), X-ray, CT scan, dan MRI. Tujuannya adalah mengetahui ada atau tidaknya kerusakan pada jaringan serta organ dalam. Misalnya, organ yang rusak, patah tulang, otot yang robek, atau pertumbuhan yang tidak normal.

2. Tes darah

Tes ini dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya kondisi-kondisi tertentu yang terjadi pada tubuh pasien. Mulai dari sepsis atau infeksi darah, perdarahan yang parah, serta overdosis akibat obat-obatan.

Penanganan syok oleh dokter di rumah sakit

Setelah penyebab syok diketahui, dokter akan menyimpulkan jenis syok yang dialami oleh pasien. Tipe syok ini akan membantu dokter dalam menentukan metode pengobatan yang sesuai. Berikut beberapa contoh penanganan yang akan digunakan pada masing-masing kondisi:
  • Epinefrin dan obat sejenisnya akan diberikan ketika pasien mengalami jenis syok anafilaksis.
  • Transfusi darah akan dilakukan ketika pasien mengalami kehilangan banyak darah yang berujung pada syok, atau ketika pasien mengidap syok hipovolemik.
  • Obat-obatan maupun operasi jantunguntuk mengobati syok kardiogenik.
  • Obat antibiotik untuk menyembuhkan syok septik.

Bisakah penderita syok sembuh total?

Walaupun Syok dapat menyebabkan komplikasi yang serius pada tubuh penderita, namun bukan berarti penderita tak akan bisa pulih. Peluang kesembuhan penderita umumnya akan bergantung pada usia dan riwayat kesehatan pasien, penyebab syok, durasi pasien berada dalam kondisi syok, kerusakan organ dalam yang terjadi akibat syok, serta penanganan syok yang Anda terima.
syok neurogeniksepsissyok anafilaksissyok
Healthline. https://www.healthline.com/symptom/shock
Diakses pada 17 Mei 2019
WebMD. https://www.webmd.com/first-aid/shock-treatment
Diakses pada 17 Mei 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait