Penanganan Berbagai Jenis Luka Agar Tidak Infeksi

09 Apr 2019 | Oleh
Luka bakar harus ditangani sesuai dengan tingkat keparahannya.
Luka bakar dapat ditangani dengan menggunakan krim atau salep antibiotik.

Saat terjatuh dari sepeda atau tergores pisau ketika memotong sayuran, Anda pasti mengalami luka. Baik luka kecil, luka goresan, ataupun luka bakar, semuanya membutuhkan pengobatan dan perawatan yang tepat. Pasalnya, luka, khususnya yang terbuka, berisiko mengalami infeksi yang dapat berlanjut lebih serius. Untuk itu, simak cara membersihkan dan mengobati jenis-jenis luka berikut ini.

Penanganan Luka Kecil

Jangan panik jika luka yang Anda alami mengeluarkan sedikit darah. Dalam hal ini, darah berperan dalam membersihkan luka. Dengan kata lain, pendarahan sedikit tidak akan membahayakan dan dapat bermanfaat untuk pemulihan luka. Pendarahan pada luka dan goresan kecil biasanya akan segera berhenti dengan cepat.

Jika pendarahan tidak kunjung berhenti, Anda dapat membantu dengan memberikan tekanan lembut dengan kasa atau tisu. Jika darah merembes, taruh sepotong kain kasa atau tisu di atasnya. Diamkan beberapa saat hingga pendarahan benar-benar berhenti. Anda juga dapat memasangkan perekat untuk membiarkan tisu atau kasa menekan luka berdarah.

Penanganan Luka Goresan

Saat Anda memasak, goresan atau luka di tangan saat menggunakan pisau memang sering terjadi. Namun, pastikan untuk tetap tenang dan segera membersihkan luka dengan air dingin. Kemudian, singkirkan kerikil atau serpihan dengan pinset yang disterilkan dengan alkohol.

Bersihkan dengan lembut area sekitar luka dengan sabun dan lap bersih. Jangan gunakan sabun yang mengiritasi, larutan yodium, alkohol, atau hidrogen peroksida. Anda hanya memerlukan air bersih dan segar untuk mengatasi luka dan goresan. 

Penanganan luka juga dapat dilakukan dengan pemberian krim atau salep antibiotik. Krim dan salep antibiotik tidak hanya membuat luka tetap lembap, tetapi mereka dapat mengurangi risiko infeksi. Jika Anda ingin menggunakan krim antibiotik, oleskan lapisan tipis pada luka. Namun, perhatikan bahwa krim antibiotik tertentu dapat memicu ruam pada beberapa orang. Jika Anda mengalami ruam, hentikan penggunaan salep itu.

Jika luka yang Anda miliki berada di bagian dalam tubuh dan berisiko mengalami gesekan dengan pakaian, pastikan untuk menutupinya dengan perban. Gesekan dari pakaian tersebut berisiko membuka kembali luka atau bahkan menginfeksi luka. Jika ragu, tutupi luka dengan balutan perekat luka untuk mencegah bakteri. Pastikan untuk mengganti balutan setiap hari.

Tanda-Tanda Pemulihan Luka

Sesaat setelah Anda mendapatkan luka kecil atau goresan, tubuh Anda akan segera melakukan mekanisme menyembuhkan. Sel darah putih akan menyerang bakteri penyebab infeksi. Trombosit, sel darah merah, dan fibrin menciptakan gumpalan seperti jeli di atas luka dan segera terbentuk lapisan keras pelindung.

Penanganan Luka Bakar

Luka bakar dibagi menjadi tiga tingkat keparahan, yaitu kecil, sedang, dan besar. Penanganan luka bakar untuk ketiga tingkat keparahan tersebut tentunya berbeda-beda. Berikut adalah penanganan luka bakar yang dapat dilakukan:

Penanganan Luka Bakar Kecil

Sebagian besar dari kita pernah mengalami luka bakar kecil, baik itu karena terkena air panas atau tidak sengaja terpapar setrika panas. Untuk mengatasinya, segera dinginkan area tersebut dengan kain dingin atau air dingin untuk menjaga kulit dari paparan panas yang terus membakar.

Setelah itu, cuci luka bakar dengan sabun dan air dan keringkan dengan usapan lembut. Biarkan lepuh yang terbentuk sendiri. Ini merupakan bentukan yang dapat membantu melindungi kulit saat proses menyembuhkan.

Penanganan Luka Bakar Sedang

Apabila Anda mengalami luka bakar sedang, sebenarnya penanganan luka bakar tingkat ini tidak jauh berbeda dengan luka bakar ringan. Pertama-tama, Anda perlu membersihkan luka tersebut dalam air dingin selama 10-15 menit.

Kompres luka jika tidak ada air mengalir. Jangan menggunakan es untuk mendinginkan luka bakarnya karena es dapat menurunkan temperatur tubuh dan menyebabkan rasa sakit serta kerusakan lebih pada kulit Anda. Hindari memecahkan lepuhan atau mengoleskan odol pada luka karena dapat menyebabkan infeksi.

Selanjutnya, lindungi luka bakar Anda dengan kasa steril dan tutup rapat dengan plester. Jika Anda khawatir dengan luka bakar yang diderita, Anda bisa mengunjungi dokter. Dokter dapat memeriksa seberapa parah luka bakar yang dialami, kemudian meresepkan antibiotik, obat-obatan, atau merekomendasikan suntikan tetanus, jika diperlukan.

Penanganan Luka Bakar Berat

Hubungi layanan gawat darurat sesegera mungkin. Sambil menunggu bantuan, Anda bisa menutup luka bakar dengan kasa steril atau kain yang tidak meninggalkan serat pada luka.

Jangan rendam luka bakar berat dalam air atau mengoleskan apa pun tanpa panduan petugas medis agar luka tidak terinfeksi.

Mengenali Tanda-Tanda Infeksi pada Luka

Jika ada kulit kemerahan yang menyebar dari area luka yang diikuti pembengkakan, keluarnya cairan hijau atau kuning, atau peningkatan suhu di sekitar luka, Anda mungkin mengalami infeksi.

Tanda-tanda lain yang juga menandakan adanya infeksi adalah pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak, atau selangkangan yang diiringi rasa sakit di sekujur tubuh, kedinginan, atau demam. Jika Anda memiliki tanda-tanda ini, hubungi segera dokter Anda.

Referensi

WebMD. https://www.webmd.com/first-aid/ss/slideshow-caring-for-wounds
Diakses pada Februari 2019

WebMD. https://www.webmd.com/first-aid/thermal-heat-or-fire-burns-treatment#1-4
Diakses pada Februari 2019

Yang juga penting untuk Anda
Baca Juga
Diskusi Terkait:
Lihat pertanyaan lainnya
Back to Top