Penanganan Glioblastoma dengan Pengobatan Herbal, Memang Bisa?

Fitoterapi adalah pengobatan alternatif yang melibatkan tanaman-tanaman herbal
Herbal dapat digunakan sebagai pengobatan alternatif kanker otak glioblastoma.

Herbal telah digunakan sejak zaman dahulu sebagai obat alternatif untuk berbagai macam penyakit, mulai dari yang ringan hingga berat. Bentuk obat-obatan herbal pun beragam, ada yang berbentuk kapsul, bubuk, teh, ekstrak, hingga tanaman kering atau segar. Pengobatan ini cukup populer di Indonesia. Sebagian orang memilih herbal karena biayanya yang lebih terjangkau, termasuk di kalangan selebritis.

Komedian-cum-penyanyi dangdut Agung Hercules yang diberitakan menderita kanker otak glioblastoma atau tumor otak ganas beberapa waktu lalu, dikabarkan tidak hanya menggunakan pengobatan medis, namun juga pengobatan alternatif berupa herbal. Kepopuleran herbal ini menimbulkan pertanyaan, benarkah pengobatan ini efektif dalam menangani penyakit seperti glioblastoma?

Prosedur operasi, kemoterapi, dan radioterapi merupakan jenis pengobatan atau terapi yang biasa dijalani oleh penderita glioblastoma. Prosedur pengobatan ini bertujuan untuk memperpanjang harapan hidup penderitanya. Hingga saat ini, belum ada pengobatan medis untuk glioblastoma yang benar-benar berhasil menyembuhkan penyakit tersebut. Kelangsungan hidup rata-rata untuk penderita glioblastoma primer, yaitu sekitar 5 bulan. Sementara untuk penderita glioblastoma sekunder, yaitu sekitar 8 bulan.

Selain pengobatan medis, saat ini penggunaan obat herbal untuk mengobati tumor seperti glioblastoma juga banyak digunakan. 80% tanaman yang merupakan obat herbal adalah tanaman berjenis liar. Semua tanaman dikeringkan secara alami tanpa sumber energi tambahan sehingga baik untuk dikonsumsi. Teknik pengobatan menggunakan herbal yang telah terbukti secara ilmiah disebut dengan fitoterapi (phytotherapy).

[[artikel-terkait]]

Apa Itu Fitoterapi?

Fitoterapi adalah pengobatan alternatif yang melibatkan tanaman-tanaman herbal yang telah terbukti secara ilmiah untuk mengobati berbagai penyakit, termasuk glioblastoma. Adapun tanaman herbal yang digunakan untuk mengobati glioblastoma, berasal dari keluarga:

  • Asteraceae
  • Santalaceae
  • Gentianaceae
  • Lamiaceae
  • Cannabaceae
  • Brassicaceae
  • Urticaceae
  • Betulaceaea

Tanaman dari genus Artemisia L yang berasal dari keluarga Asteraceae disebut memiliki potensi untuk mengobati tumor. Tumbuhan ini memiliki antitumor melalui metabolit dihidroartemisinin (DHA) aktif yang mampu menghambat sel tumor. Selain itu, artemisinin dan turunannya juga dapat meningkatkan sensitivitas sel glioblastoma terhadap radioterapi.

Dalam fitoterapi, biasanya para penderita dirawat dengan dua kombinasi, yaitu obat herbal dan perawatan standar medis. Sebuah penelitian yang diterbitkan pada World Journal of Surgical Oncology menemukan hasil yang cukup positif setelah melakukan 48 bulan fitoterapi dan perawatan standar medis pada pasien glioblastoma.

Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa ketiga penderita glioblastoma yang diteliti tidak menunjukkan gejala klinis dan radiologis dari glioblastioma. Bahkan dalam salah satu pasien, tumornya menjadi berkurang dan kondisinya stabil. Satu pasien lainnya dapat hidup selama 48 bulan meski memiliki tumor primer dan kekambuhan besar, yang terjadi setelah pengobatan selesai.

Akan tetapi, meski hasil penelitian di atas yang cukup positif, masih dibutuhkan penelitian lain untuk membuktikan efektivitas fitoterapi secara lebih lanjut. Sebelum mempertimbangkan untuk menjalani fitoterapi sebagai pengobatan alternatif, ada baiknya untuk berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter.

Bisa saja dengan mempertimbangkan kondisi penderita kanker, dokter tidak mengizinkan untuk melakukan pengobatan alternatif. Oleh sebab itu, akan lebih baik jika hal tersebut dilakukan dan jangan lupa pula untuk berdiskusi dengan keluarga.

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5809810/
Diakses pada Juni 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/brain-tumor/glioblastoma#causes-and-risk-factors
Diakses pada Juni 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed