Mengenal 10 Cara Menghilangkan Kejang pada Anak Tanpa Harus Panik

(0)
17 May 2019|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Menghilangkan kejang pada anak dari rumahPenanganan anak kejang harus dilakukan dengan tepat oleh orang tua.
Hal pertama yang harus diingat oleh orangtua saat anak mengalami kejang ialah tidak panik. Meski demikian, penting bagi orang tua untuk mengetahui langkah penanganan kejang dengan saksama.Kejang biasanya hanya berlangsung sebentar dan tidak membahayakan nyawa anak. Sebaliknya, orang tua harus mengetahui penanganan anak kejang untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti apakah langkah-langkah tersebut?[[artikel-terkait]]

10 cara menghilangkan kejang pada anak

Kejang biasanya hanya berlangsung singkat, yakni dalam beberapa detik hingga maksimal lima menit dan tidak berulang lebih dari satu kali dalam 24 jam. Penyebab kejang juga umumnya bukanlah penyakit berbahaya.Meski demikian, perilaku anak yang mengalami kejang memang terlihat menyeramkan sama seperti kejang demam. Mulai dari mata anak yang melotot, tubuh yang kaku atau mengalami guncangan hebat, hingga lidah yang tergigit.Kondisi ini tentu akan membuat orangtua panik dan kebingungan. Oleh sebab itu, orangtua sangat dianjurkan untuk tetap tenang dan mengingat apa yang harus dilakukan ketika anaknya kejang. Berikut cara menghilangkan kejang pada anak yang bisa Anda lakukan di rumah:

1. Letakkan anak di lantai

Pastikan diri Anda untuk tetap tenang, lalu letakkan anak di lantai. Singkirkan benda-benda di sekitar yang bisa menghalangi gerakannya atau membahayakan anak.

2. Baringkan anak dalam posisi miring

Baringkan anak dengan posisi miring secara perlahan. Posisi ini akan menghindarkan anak Anda tersedak air liurnya sendiri.

3. Bersihkan mulut Anak

Jika anak muntah, bersihkan mulutnya secara perlahan-lahan. Hal i ni penting untuk mencegahnya tersedak.

4. Longgarkan pakaian anak

Pastikan Anda tidak membiarkan anak Anda menggunakan pakaian ketat pada kondisi ini. Segera longgarkan pakaian anak terutama di sekitar leher dan kepala.

5. Cek pernapasan anak

Cek dan pastikan anak Anda agar tetap bisa bernapas dengan lancar. Pindahkan benda-benda yang dapat melukai bayi atau anak saat mereka mengalami kejang. Gunakan selimut atau pakaian untuk melindungi kepalanya.

6. Jangan menghentikan kejang secara paksa

Jangan mencoba untuk menghentikan gerakan kejang-kejang anak dengan paksa, misalnya memeluk erat atau menahan tubuh anak. Dilansir dari laman British Red Cross, tindakan ini tidak akan menghentikan kejang dan justru akan membuat anak semakin tidak nyaman dan bisa memicu bahkan patah tulang.

7. Jangan memasukkan apapun ke mulut anak

Pastikan Anda tidak masukkan apapun ke dalam mulut anak ketika kejang. Hal ini berpotensi menutup jalur napasnya dan menyakiti buah hati Anda.

8. Jangan memaksa anak untuk makan atau minum saat masih kejang

Saat anak Anda mengalami kondisi ini, sebaiknya Anda tidak memaksa anak untuk makan dan minum saat masih kejang. Termasuk obat-obatan atau air, memaksanya untuk menelan sesuatu justru berbahaya.

9. Catat durasi kejang yang dialami oleh anak

Pastikan Anda memperhatikan durasi kejang yang dialami oleh anak. Jika kejang sudah terjadi dalam waktu yang terlalu lama dan tidak kunjung membaik, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

10. Pastikan anak tetap berenergi setelah kejang selesai

Setelah kejang usai, anak akan berada dalam posisi sadar, namun kehabisan energi. Biarkan ia beristirahat hingga kondisinya pulih kembali. Setelah itu, Anda bisa membawanya ke dokter atau unit gawat darurat di rumah sakit.

Kapan anak butuh bantuan darurat medis?

Meski sebagian besar kejang merupakan kondisi yang tidak membahayakan, Anda sebaiknya tetap membawa anak ke dokter untuk diperiksa. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter dan mendeskripsikan perilaku anak selama mengalami kejang maupun frekuensi terjadinya kejang.Langkah ini akan membantu dokter dalam proses diagnosis mengenai apakah kejang yang dialami anak termasuk kejang umum atau akibat penyakit lainnya. Misalnya, epilepsi, tumor otak, meningitis, maupun ensefalitis.Di sisi lain, ada pula kondisi-kondisi kejang tertentu yang perlu diwaspadai sebagai kondisi darurat dan harus segera ditangani oleh atau di rumah sakit. Seperti apakah kondisi tersebut?
  • Kejang yang berlangsung lebih dari 5 menit.
  • Anak mengalami kejang berulang Kondisi ini bisa mengindikasikan epilepsi.
  • Anak tidak kunjung sadar setelah kejang, lebih dari beberapa menit.
  • Anak mengalami kesulitan bernapas.
  • Bibir, lidah, maupun wajah anak yang tampak membiru. Kondisi ini bisa menandakan kurangnya asupan oksigen.
  • Kepala anak terbentur atau anak terjatuh sebelum atau selama kejang.
  • Anak tampak sakit saat kejang.
  • Anak mengalami kejang saat berada di dalam air.
  • Anak menunjukkan gejala lain yang membuat Anda khawatir.
Dokter mungkin akan meresepkan obat kejang yang dapat diberikan lewat dubur, terlebih jika anak memiliki riwayat kejang berulang. Berikan obat sesuai resep dokter dan ikuti instruksinya.

Apa kejang bisa dicegah?

Jika anak memiliki riwayat kejang, Anda sebaiknya melakukan serangkaian langkah pencegahan agar kejang tidak terulang. Misalnya ketika anak mulai demam, Anda harus cepat memberinya obat paracetamol atau ibuprofen agar suhu tubuhnya tidak terus meningkat dan mencapai titik kejang.Untuk mengetahui titik kejang tersebut, Anda bisa mengecek suhu tubuh anak dengan termometer dan mencatatnya ketika anak mulai mengalami kejang. Pasalnya, toleransi tiap anak terhadap suhu demam berbeda-beda.Anak yang satu mungkin mengalami kejang ketika suhu tubuhnya mencapai 40 derajat celcius. Sementara ada juga sebagian anak lain yang langsung kejang meski suhu tubuhnya baru 38 derajat celcius.Oleh sebab itu, orangtua dihimbau untuk mengetahui titik kejang anak dengan saksama. Demikian pula dengan mempelajari dan mengingat langkah penanganan anak kejang agar tidak panik ketika menghadapi kondisi ini. Semoga bermanfaat!
demamkejangepilepsikejang demam
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/seizures-sheet.html
Diakses pada 8 Mei 2019
Ikatan Dokter Anak Indonesia. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/kejang-demam-tidak-seseram-yang-dibayangkan
Diakses pada 8 Mei 2019
British Red Cross. https://www.redcross.org.uk/first-aid/learn-first-aid-for-babies-and-children/febrile-seizure
Diakses pada 16 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait