Pemfigoid adalah penyakit yang terjadi di kulit dan membran mukosa
Pemfigoid bukan merupakan penyakit menular dan sering terjadi pada lansia.

Meski jarang terdengar, pemfigoid adalah gangguan autoimun tubuh yang paling sering memengaruhi lansia. Penyakit kulit disebabkan oleh kerusakan sistem kekebalan tubuh sehingga menyebabkan kulit ruam dan melepuh.

Pemfigoid memiliki beberapa penyebab dan gejala. Penanganannya pun tidak boleh sembarangan. Untuk mengetahui hal-hal tersebut, simak penjelasan berikut ini.

Jenis-jenis Pemfigoid

Semua jenis pemfigoid disebabkan oleh sistem imun yang menyerang jaringan sehat sehat di tubuh. Penyakit ini menyebabkan timbulnya kemerahan serta benjolan berisi cairan seperti melepuh di tubuh. Jenis pemfigoid dibedakan berdasarkan lokasi serta waktu terjadinya.

1. Pemfigoid Bulosa

Jenis pemfigoid ini merupakan jenis yang paling umum terjadi. Dalam kasus pemfigoid bulosa, kulit melepuh umumnya terjadi pada tangan dan kaki di mana gerakan terjadi. Ini termasuk area di sekitar persendian dan di perut bagian bawah.

2. Pemfigoid Cicatricial

Pemfigoid cicatricial merupakan suatu kondisi yang jarang terjadi dan dapat menimbulkan bekas luka yang menonjol akibat terbentuknya jaringan parut. Penyakit ini dapat menyerang permukaan kulit, membran mukosa, atau keduanya.

Bagian yang paling umum terjangkit adalah mulut dan mata, namun juga dapat terjadi pada hidung, tenggorokan, dan alat kelamin. Ruam dan lepuhan akan mulai di salah satu dari area-area tersebut dan menyebar jika tidak diobati. Jika dibiarkan saja di mata, hal ini dapat menyebabkan bekas luka berupa jaringan parut, yang dapat membuat kebutaan.

3. Pemfigoid Gestasionis

Pemfigoid ini terjadi ketika lepuhan muncul saat atau sesudah kehamilan. Lepuhan umumnya berkembang saat trimester II atau III kehamilan, namun dapat muncul kapan saja saat kehamilan atau enam pekan setelah melahirkan. Lepuhan cenderung muncul di tangan, kaki, dan perut.

Penyebab Pemfigoid

Penyebab pemfigoid belum dimengerti sepenuhnya, namun kondisi ini dikelompokkan sebagai penyakit autoimun. Pada kasus penyakit kulit ini, tubuh penderita akan secara keliru justru menyerang balik jaringan tubuh yang sehat. Sistem kekebalan tubuh akan menciptakan antibodi untuk menyerang jaringan tepat di bawah lapisan kulit terluar.

Hal ini menyebabkan lapisan kulit terkelupas dan terdapat ruam kemerahan atau luka lecet yang nyeri. Penyebab pemfigoid belum diketahui pasti, namun dalam beberapa kasus, hal ini bisa disebabkan oleh:

  • Pemakaian obat-obatan tertentu.
  • Terapi radiasi.
  • Terapi sinar ultraviolet.

Lansia yang mengalami gangguan autoimun atau pemfigoid jumlahnya lebih tinggi ketimbang kelompok usia lain. Selain itu, pemfigoid juga lebih banyak menyerang wanita daripada pria. Pemfigoid merupakan penyakit yang tidak menular.

Gejala Pemfigoid

Gejala pemfigoid dapat berbeda tergantung dari jenis pemfigoid yang diderita. Tanda-tanda pemfigoid yang paling umum adalah bagian kulit melepuh atau terdapat ruam kemerahan. Di antaranya adalah lengan, kaki, perut, dan mata. Bagian ini akan terasa nyeri dan gatal. Berikut beberapa gejala pemfigoid yang kerap menjadi karakteristik pada kulit penderita:

  • Kulit ruam kemerahan dan meluas sebelum melepuh.
  • Terdapat luka yang melebar dan berisi cairan bening. Kadang-kadang mengandung sedikit darah.
  • Kulit yang lecet menebal dan tidak mudah pecah.
  • Kulit di sekitar area yang melepuh tampak kemerahan atau menghitam.
  • Kulit yang sudah melepuh dan pecah biasanya akan terasa nyeri.

Diagnosis Pemfigoid

Umumnya diagnosis cukup dilakukan dengan melihat area timbulnya gejala pemfigoid. Meski begitu, pemeriksaan tambahan seperti di bawah tetap diperlukan untuk benar-benar memastikannya. Pemeriksaan seperti biopsi, pemeriksaan khusus menggunakan immunofluoresence, dan pemeriksaan antibodi dapat dilakukan agar diagnosis semakin jelas.

Perawatan Pemfigoid

Kelainan autoimun pemfigoid pada lansia umumnya tidak dapat disembuhkan. Tetapi perawatan yang tepat sangat efektif mengurangi gejala yang ditimbulkan.

Antara lain seperti pengobatan dengan resep dokter memakai pil kortikosteroid atau salep. Obat ini dapat mengurangi peradangan dan membantu mengurangi rasa gatal atau cepat mengeringkan kulit yang melepuh.

Opsi pengobatan lain adalah meminum obat yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda. Seperti Imunosupresan atau Tetrasiklin yang dapat mengurangi peradangan dan infeksi.

Segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan dan solusi yang efektif dalam menangani kelainan pemfigoid yang terjadi pada lansia. Semoga bermanfaat.

Healthline. https://www.healthline.com/health/bullous-pemphigoid
Diakses pada Oktober 2018

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK526120/
Diakses pada 1 Maret 2019

British Association of Dermatologist. http://www.bad.org.uk/shared/get-file.ashx?id=173&itemtype=document
Diakses pada 1 Maret 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed