3 Pemeriksaan Kehamilan Trimester 1 yang Penting dan Jangan Terlewat


Pemeriksaan USG di kehamilan trmester 1 dapat menentukan HPL, mendiiagnosis kehamilan anggur, dan mendeteksi risiko down syndrome pada bayi. Dokter juga mungkin mengecek risiko infeksi lewat tes darah.

(0)
Pemeriksaan kehamilan trimester 1 dengan USGUSG kandungan adalah salah satu pemeriksaan kehamilan di trimester 1 yang penting dilakukan
Begitu dipastikan positif hamil oleh dokter, Anda biasanya akan dijadwalkan untuk melakukan pemeriksaan kehamilan, lengkap dari mulai trimester 1 hingga trimester 3. Rutin menjalani pemeriksaan bersama dokter dapat membantu Anda terhindar dari risiko berbahaya yang dapat terjadi pada ibu dan janin selama hamil.Nah, jika Anda memasuki minggu pertama kehamilan, berikut ulasan lengkap seputar pemeriksaan kehamilan trimester 1 yang perlu diketahui.

Apa yang dimaksud dengan pemeriksaan kehamilan?

Pemeriksaan kehamilan atau tes prenatal adalah serangkaian pemeriksaan yang dilakukan pada ibu dan janin dalam kandungan selama masa hamil.Pemeriksaan kehamilan penting dilakukan karena dapat mendeteksi adanya gangguan janin yang bisa menurunkan risiko bayi lahir prematur hingga cacat lahir.Termasuk dalam pemeriksaan kehamilan trimester 1, tes prenatal terdiri dari tes skrining dan tes diagnostik. Adapun tes skrining adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan adanya masalah pada kandungan.Sementara tes diagnostik adalah pemeriksaan yang lebih akurat untuk menemukan apakah janin memiliki masalah tertentu saat dalam kandungan.

Bagaimana jadwal pemeriksaan kehamilan trimester 1?

Untuk menjalani kehamilan yang sehat, pastikan Anda mengikuti pemeriksaan kehamilan di setiap trimester.Sebaiknya setelah tahu bahwa sedang hamil, segeralah menjadwalkan janji untuk pemeriksaan kehamilan di trimester 1. Biasanya kunjungan pemeriksaan kehamilan trimester 1 akan dijadwalkan setiap empat minggu sampai memasuki trimester selanjutnya.Pemeriksaan kehamilan trimester 1 akan berlangsung kurang lebih hingga usia kandungan 14 minggu. Kunjungan pertama ini mungkin akan lebih panjang daripada pemeriksaan prenatal selanjutnya, karena akan ada pemeriksaan terkait  riwayat kesehatan.Penyedia layanan kesehatan mungkin akan mengumpulkan informasi seputar:
  • Siklus menstruasi, riwayat ginekologi hingga riwayat kehamilan sebelumnya
  • Riwayat kesehatan pribadi dan keluarga
  • Pernah atau tidaknya terpapar zat yang berpotensi beracun
  • Penggunaan obat, termasuk obat yang diresepkan atau penggunaan obat bebas dan suplemen
  • Gaya hidup termasuk penggunaan alkohol, kafein hingga tembakau
  • Riwayat bepergian ke daerah di mana malaria, tuberkulosis, virus zika atau penyakit menular lainnya sering terjadi
  • Penggunaan obat-obatan terlarang narkotika
Pemeriksaan prenatal pertama adalah waktu yang ideal untuk menanyakan seputar kehamilan dan kekhawatiran Anda, jadi berusahalah untuk tidak melewatkannya.

Apa saja pemeriksaan kehamilan trimester 1 yang penting?

Pemeriksaan pada trimester 1 yang utama adalah mencangkup USG janin dan tes darah ibu. Namun, pemeriksaan kehamilan ini bisa diikuti dengan tes lainnya termasuk tes fisik. Jenis tes yang dilakukan pada pemeriksaan kehamilan trimester 1 tersebut adalah sebagai berikut:

1. Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik mencakup pemeriksaan tekanan darah, berat badan, tinggi badan hingga indeks massa tubuh Anda. Catatan fisik ini penting dilakukan untuk nantinya menentukan berat badan yang direkomendasikan untuk kehamilan yang sehat.Pemeriksaan fisik lainnya yang mungkin dilakukan adalah pemeriksaan payudara, pemeriksaan panggul, skringgin jantung, paru-paru hingga kelenjar tiroid. Bila memungkinkan, Anda juga akan melakukan tes Pap untuk mendeteksi adanya kanker serviks.

2. Tes darah

Dikutip dari Mayo Clinic, tes darah yang mungkin dilakukan pada pemeriksaan prenatal pertama adalah:
  • Pemeriksaan golongan darah termasuk status Rh. Pemeriksaan Faktor Rhesus (Rh) ini penting dilakukan karena kehamilan mungkin memerlukan perawatan khusus jika Rh Anda dan suami berbeda. 
  • Pengukuran hemoglobin. Hemoglobin yang rendah atau sel darah merah yang rendah merupakan tanda anemia. Anemia pada ibu hamil dapat menyebabkan Anda merasa sangat lelah yang bisa mempengaruhi kesehatan kehamilan.
  • Pemeriksaan kekebalan tubuh terhadap infeksi tertentu. Pemeriksaan ini biasanya termasuk pada pemeriksaan toksoplasmosis, cytomegalovirus, rubella, herpes simpleks, dan cacar air. 
  • Pemeriksaan darah untuk mendeteksi adanya infeksi lain seperti hepatitis B, sifilis, gonore, klamidia, HV hingga virus yang menyebabkan AIDS. 
  • Tes serum darah maternal. Untuk mengukur plasma  dan gonadotropin. Status abnormal pada keduanya dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko kelainan kromosom.

3. Ultrasonografi 

Ultrasonografi dapat dilakukan pada awal trimester 1 hingga saat kehamilan memasuki 11-14 minggu. USG biasanya akan dilakukan pada area belakang leher janin untuk melihat ada atau tidaknya peningkatan cairan atau penebalan. Selain itu, pemeriksaan ultrasonografi dengan melihat tulang hidung juga bisa mendeteksi adanya kelainan kromosom tertentu, seperti down syndrome. Dikutip dari Hopkins Medicine, pada trimester pertama, USG dapat dilakukan untuk memeriksa beberapa hal seperti berikut:
  • Menentukan perkiraan tanggal Anda melahirkan (HPL).
  • Melihat dan menentukan jumlah janin yang dikandung dan mengidentifikasi struktur plasenta.
  • Mendiagnosis kehamilan ektopik atau keguguran.
  • Memeriksa rahim dan anatomi panggul.
  • Mendeteksi adanya kelainan janin (dalam beberapa kasus, seperti kelainan down sindrom).

4. Chorionic villus sampling (CVS)

Selain USG, pemeriksaan CVS juga dapat dilakukan untuk memeriksa sel-sel plasenta guna melihat apakah bayi memiliki kelainan kromosom seperti down syndrome.Pemeriksaan ini dapat dilakukan pada minggu ke 10 hingga ke 13 kehamilan. Tes ini juga berguna untuk mendeteksi kelahiran bayi dengan kelainan kromosom tertentu.

Pesan dari SehatQ

Saat hamil, Anda mungkin mengalami banyak perubahan dalam diri Anda, mulai dari kebiasaan makan hingga perubahan fisik seperti payudara yang melunak dan bengkak.Pemeriksaan kehamilan pertama menjadi waktu ideal untuk Anda banyak bertanya pada dokter terkait kondisi kehamilan Anda. Jika dalam pemeriksaan kehamilan trimester 1 dokter menemukan tanda-tanda abnormal pada janin, pemeriksaan lanjutan mungkin akan dilakukan. Ini termasuk pengambilan sampel virus korionik, amniosentesis, DNA janin, hingga ultrasound lainnya untuk menemukan diagnosis yang lebih akurat.Selain itu, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter kandungan terkait pola makan yang sehat selama hamil sampai cara-cara mengatasi gejala hamil muda yang mungkin Anda alami.Anda juga bisa berkonsultasi langsung secara online dengan chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
menjaga kehamilankehamilantrimester pertama kehamilantes kehamilanmasalah kehamilanpemeriksaan kehamilan
Hopkins Medicine https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/common-tests-during-pregnancy#first Diakses pada 13 Januari 2021Mayo Clinic https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/prenatal-care/art-20044882 Diakses pada 13 Januari 2021Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/tests-first-trimester.html Diakses pada 13 Januari 2021Medicine Plus https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000544.htmWeb MD https://www.webmd.com/baby/your-first-prenatal-visit Diakses pada 13 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait