Pemeriksaan Antropometri Penting untuk Bayi Baru Lahir, Kenapa?


Pemeriksaan antropometri pada bayi baru lahir tidak boleh sampai terlewatkan. Hasil dari pemeriksaan fisik ini dapat memberi tahu apakah si Kecil mengalami stunting atau justru obesitas.

(0)
pemeriksaan antropometri adalah jenis pemeriksaan fisik pada bayi baru lahir selain skor apgarpemeriksaan antropometri pada bayi baru lahir mencakup pengukuran berat badan dan panjang badan, lingkar kepala, dan lingkar lengan atas
Pemeriksaan antropometri adalah salah satu pemeriksaan fisik pertama pada bayi baru lahir yang tidak boleh terlewatkan. Pemeriksaan fisik ini bertujuan untuk memastikan apakah bayi lahir dalam keadaan sehat atau memiliki gangguan kesehatan.Jika saat pemeriksaan fisik terdeteksi adanya gangguan atau penyakit tertentu, dokter atau bidan dapat segera menindaklanjutinya dengan cara yang tepat. Lantas, apa itu pemeriksaan antropometri dan bagaimana cara mengukurnya? Berikut ulasan selengkapnya.

Apa itu pemeriksaan antropometri?

Dikutip dari CDC (pusat pengendalian dan pencegahan penyakit di Amerika Serikat), antropometri adalah pengukuran dimensi tulang dan jaringan adiposa (lemak) pada bayi baru lahir.Pemeriksaan ini juga termasuk pemantauan berat badan dan panjang badan bayi, bentuk dan ukuran lingkar kepala, hingga penampakan leher, mata, hidung dan telinga bayi.Data antropometri bayi dan anak-anak mencerminkan status kesehatan umum dan kecukupan asupan gizi, untuk melacak progres tumbuh kembang bayi dari waktu ke waktu. 

Seberapa penting pemeriksaan antropometri?

Pemeriksaan fisik penting untuk mendeteksi ada atau tidaknya kelainan pada tubuh dan anggota badan bayi baru lahir. Antropometri juga menjadi komponen kunci dari penilaian status gizi pada anak.Pemeriksaan antropometri mencerminkan perubahan status gizi dan kesehatan fisik seorang anak, seperti untuk mendeteksi adanya gangguan atau kelainan pada bayi baru lahir.Pengukuran ini juga bisa menentukan kesehatan bayi seperti berat badan badan rendah, risiko berat badan berlebih, gizi buruk hingga obesitas.

Apa saja yang diukur pada pemeriksaan antropometri?

Pemeriksaan antropometri pada anak diukur sejak usia 0 bulan hingga 18 tahun.Di Indonesia sendiri, penilaian antropometri dari Kementerian Kesehatan mengacu pada parameter WHO yang didasarkan pada 4 indeks pengukuran meliputi:
  • Berat badan menurut umur (BB/U)
  • Panjang/tinggi badan menurut umur (PB/U atau TB/U)
  • Berat badan menurut panjang/tinggi badan (BB/PB atau BB/TB) 
  • Indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U)
Adapun keempat indeks pemeriksaan antropometri tersebut digunakan untuk menentukan sejumlah kategori berikut:

1.Indeks berat badan menurut umur (BB/U)

Kategori ini  digunakan untuk menentukan kategori bayi atau anak:
  • Berat badan sangat kurang 
  • Berat badan kurang
  • Berat badan normal
  • Risiko berat badan lebih
Berat badan normal bayi baru lahir adalah saat nilai Z-score pada pengukuran antropometri berada pada -2 SD sampai dengan +1 SD. 

2.Indeks panjang badan atau tinggi badan menurut umur (PB/U atau TB/U)

Kategori ini digunakan untuk menentukan kategori bayi atau anak:
  • Anak sangat pendek (stunting)
  • Pendek
  • Normal
  • Tinggi
Adapun panjang normal bayi baru lahir atau tingginya dikatakan ideal jika Z-score pada pengukuran berada pada -2SD sampai dengan +3SD. Tinggi rata-rata bayi baru lahir adalah berkisar 49.9 cm dan bayi perempuan 49.1 cm.

3. Indeks berat badan menurut panjang badan atau tinggi badan (BB/PB atau BB/TB) dan indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U)

Kategori ini digunakan untuk menentukan bayi atau anak mengalami:
  • Gizi buruk
  • Gizi kurang
  • Gizi baik
  • Gizi lebih
  • Obesitas
Bayi atau anak dikatakan memiliki gizi baik (normal) jika dalam pengukuran, Z-score nya menunjukan angka pada kisaran -2SD sampai dengan +1 SD.

4. Lingkar kepala dan lingkar lengan atas (LILA)

Dalam pengukuran ini, lingkar kepala bayi juga ikut dipantau. Adapun lingkar kepala normal bayi baru lahir yang cukup bulan adalah 35 cm. Biasanya pertambahan besar lingkar kepala bayi laki-laki lebih besar 1 cm dari bayi perempuan.Dikutip dari penelitian bertajuk Neonatal Anthropometry: a tool to evaluate the nutritional status, and to predict early and late risks, peningkatan lingkar kepala mencerminkan pertumbuhan otak anak.Pada periode 30 hari pertama kehidupan anak, hasil pengukuran lingkar kepala kecil umum dikaitkan dengan perkembangan kognitif dan saraf otak yang kurang optimal. Bagian tubuh bayi lainnya yang diukur adalah lingkar lengan atas. Lingkar lengan atas bayi dapat menilai adanya kehilangan atau penambahan massa otot dan lemak pada tubuh bayi.

Apa lagi jenis pemeriksaan fisik pada bayi baru lahir?

Selain pemeriksaan antropometri, beberapa pemeriksaan fisik lainnya yang dilakukan pada bayi baru lahir di antaranya adalah:

1.Pemeriksaan Apgar

Pemeriksaan Apgar atau apgar score adalah pemeriksaan yang segera dilakukan setelah bayi baru lahir.Pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan warna kulit, detak jantung, kekuatan otot, respon refleks bayi hingga pernapasan bayi. Apgar score dikatakan tinggi jika nilai seluruhnya mencapai lebih dari 7.

2.Pemeriksaan mulut

Pemeriksaan selanjutnya adalah pemeriksaan area mulut yang meliputi pemeriksaan gusi dan langit-langit mulut. Pemeriksaan ini penting dilakukan salah satunya untuk mendeteksi kelainan seperti bibir sumbing.Pemeriksaan mulut juga mencakup pemeriksaan gigi jika sudah ada gigi semenjak lahir dan pemeriksaan air liur, karena bayi yang berliur (ngeces) terus menerus kemungkinan mengalami atresia esofagus. 

3.Pemeriksaan jantung dan paru

Dalam pemeriksaan fisik ini, dokter akan memeriksa detak jantung dan suara jantung bayi dalam kondisi normal atau sebaliknya.Dokter juga akan memeriksa kondisi paru, laju pernapasan, pola pernapasan dan mengevaluasi fungsi pernapasan bayi. Di mana tarikan napas bayi yang normal per menit adalah 40-60 kali dan detak jantungnya adalah 120-160 per menit.Namun, walaupun detak jantungnya tampak lebih cepat, hal tersebut masih tergolong normal.

4. Pemeriksaan pendengaran

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi ada atau tidaknya gangguan pendengaran. Dokter akan menggunakan alat berupa otoacoustic emissions (OAE) atau automated auditory brainstem response (AABR).

5. Pemeriksaan tangan dan kaki

Pemeriksaan ini mencangkup denyut nadi di setiap lengan bayi serta memastikan tangan dan kaki bayi bergerak optimal. Dokter juga akan memeriksa apakah bayi lahir dengan ukuran dan jumlah jari yang normal.Pemeriksaan antropometri bayi adalah pemeriksaan awal yang penting dilakukan pada bayi baru lahir. Untuk mencegah kelahiran bayi yang tidak normal, Anda sangat dianjurkan untuk rutin memeriksakan kandungan secara berkala sejak trimester pertama.Apabila Anda masih punya pertanyaan seputar kesehatan kandungan atau cara perawatan bayi baru lahir, konsultasi langsung dengan chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQDownload gratis sekarang di App Store atau Google Play.
kehidupan pasca melahirkantumbuh kembang bayimerawat bayibayi baru lahir
Kementerian Kesehatan RI.  http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__2_Th_2020_ttg_Standar_Antropometri_Anak.pdf Diakses pada 22 Desember 2020IDAI. https://www.idai.or.id/professional-resources/growth-chart/kurva-pertumbuhan-who Diakses pada 22 Desember 2020NIH. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4949938/ Diakses pada 22 Desember 2020Research Gate https://www.researchgate.net/publication/233997566_Neonatal_anthropometry_a_tool_to_evaluate_the_nutritional_status_and_to_predict_early_and_late_risks Diakses pada 22 Desember 2020WHO https://www.who.int/maternal_child_adolescent/documents/singh-anthropometry-ncd-infants-children-2015.pdf Diakses pada 22 Desember 2020CDC. https://www.cdc.gov/nchs/data/nhanes/nhanes_09_10/bodymeasures_09.pdf Diakses pada 22 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)
0

Artikel Terkait