4 Penyebab Pembesaran Kelenjar Prostat yang Perlu Diwaspadai Pria

(0)
21 May 2019|Giovanni Jessica
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
penyebab pembesaran kelenjar prostat sampai bengkakPembesaran kelenjar prostat umum terjadi pada pria di atas 50 tahun
Prostat adalah organ kelenjar penghasil cairan semen (air mani) yang juga berfungsi memberikan nutrisi pada sperma. Prostat terletak di sisi uretra, saluran yang menyalurkan urine dari kandung kemih. Maka ketika kelenjar prostat bengkak, pria bisa kesulitan buang air kecil. Pembesaran kelenjar prostat dapat disebabkan oleh banyak hal berbeda, umumnya peradangan. Kondisi ini sering terjadi pada pria berusia lanjut. 

Pembesaran kelenjar prostat jinak

Prostat akan melalui dua periode pertumbuhan. Periode pertama adalah pada awal pubertas. Pada masa ini, prostat mengalami pertumbuhan dua kali lipat. Periode kedua terjadi pada usia 25 tahun dan terus berlanjut sepanjang usia si pemilik prostat. Pembesaran prostat jinak umum terjadi pada periode kedua.Pembengkakan kelenjar prostat jinak umumnya terjadi pada pria berusia lebih dari 50 tahun. Penyebab terjadinya pembengkakan tidak diketahui pasti, tapi diduga dipengaruhi oleh ketidakseimbangan hormon.Walaupun penyebabnya belum diketahui, beberapa hal di bawah ini termasuk faktor risiko yang dapat meningkatkan potensi pembesaran kelenjar prostat:
  • Usia. Pembesaran kelenjar prostat jarang menunjukkan gejala pada usia di bawah 40 tahun. Hampir separuh pria akan mengeluhkan gejala pembesaran kelenjar prostat pada saat berusia 80 tahun.
  • Riwayat keluarga. Seseorang yang memiliki ayah atau kakek yang mengalami pembesaran kelenjar prostat memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami hal yang sama.
  • Kondisi kesehatan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa seseorang dengan diabetes dan penyakit jantung, terutama konsumsi obat beta bloker, memiliki risiko lebih tinggi mengalami pembesaran kelenjar prostat.
  • Gaya hidup. Kurangnya aktivitas fisik dan kelebihan berat badan meningkatkan risiko terjadinya pembesaran kelenjar prostat.
Bagaimana dengan gejalanya? Gejala yang terjadi pada setiap orang bisa berbeda-beda. Seberapa besar prostat membengkak tidak menentukan beratnya gejala yang dialami.Keluhan utama yang dialami berupa hambatan aliran urine dari kandung kemih saat buang air kecil. Seringkali Anda perlu mengejan untuk dapat buang air kecil, pancaran urine menjadi kecil dan tersendat, serta frekuensi buang air kecil bertambah.Gejala yang lebih jarang terjadi adalah tidak bisa buang air kecil, ada darah pada urine, dan infeksi saluran kemih.

Kondisi medis yang dapat membuat kelenjar prostat bengkak

Pembesaran kelenjar prostat juga mungkin terjadi akibat gangguan pada prostat, seperti prostatitis dan kanker prostat.

1. Prostatitis

Prostatitis ditandai dengan pembengkakan dan peradangan pada kelenjar prostat. Hal ini bisa terjadi pada pria di segala usia, tetapi lebih sering ditemukan pada usia di bawah 50 tahun.Gejala yang dihasilkan serupa dengan gejala pada pembesaran kelenjar prostat jinak.Prostatitis akut disebabkan oleh infeksi bakteri yang menyebabkan infeksi saluran kemih atau infeksi menular seksual. Bakteri dapat menyebar menuju prostat lewat aliran darah.Contoh infeksi yang bisa menyebabkan prostatitis adalah epididimitis, yaitu peradangan pada saluran epididimis yang menghubungkan testis dan vas deferens, uretriris, serta peradangan uretra.Sebaliknya, pembesaran kelenjar prostat akibat infeksi juga dapat menyebabkan terjadinya epididimitis.Ketika prostat bengkak akibat prostatitis, keluhan yang dapat dialami berupa nyeri pada pinggang bawah, lipat paha, dan nyeri saat buang air kecil. Selain itu, juga terjadi demam dan gangguan saat buang air kecil.

2. Kanker prostat

Kanker prostat pada tahap awal tidak bergejala. Pada tahap lebih lanjut, gejala kanker prostat menyerupai gejala pembesaran kelenjar prostat jinak. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan tambahan untuk memastikan gejala yang Anda alami.Pemeriksaan yang dilakukan berupa rectal toucher, yaitu pemeriksaan yang dilakukan dokter dengan memasukkan jari ke anus untuk meraba kondisi prostat. Apabila dalam pemeriksaan ditemukan prostat berkonsistensi keras dan dicurigai suatu kanker, maka pemeriksaan tambahan akan dilakukan.Pemeriksaan tambahan yang diperlukan untuk mendeteksi kanker prostat adalah memeriksa kadar prostate specific antigen (PSA). Peningkatan kadar PSA akan meningkatkan kecurigaan adanya kanker prostat.

Kapan harus ke dokter?

Ketika mengalami prostatitis akut, antibiotik dan perubahan gaya hidup saja dapat membantu Anda melawan penyakit tersebut. Namun, untuk mendapatkan antibiotiknya tentu saja Anda perlu berkonsultasi lebih dulu dengan dokter.Namun, pada beberapa kasus, prostatitis akut dapat kambuh dan menjadi prostatitis kronis. Jadi, sebaiknya segeralah konsultasikan kondisi tersebut ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.Hal ini penting dilakukan sebelum terlambat dan pembesaran prostat menjadi lebih parah. Dokter pastinya akan membantu Anda menurunkan risiko infeksi tambahan yang dapat memperparah keadaan.
prostatepididimitiskanker prostat
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. https://www.niddk.nih.gov/health-information/urologic-diseases/prostate-problems/prostate-enlargement-benign-prostatic-hyperplasia
Diakses pada Mei 2019
Ireton RC, Berger RE. Prostatitis and epididymitis. Urol Clin North Am. 1984 Feb;11(1):83–94.Healthline. https://www.healthline.com/health/prostatitis-bacterial-acute
Diakses pada Mei 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/benign-prostatic-hyperplasia/symptoms-causes/syc-20370087
Diakses pada Mei 2019
Cancer.org. https://www.cancer.org/cancer/prostate-cancer/detection-diagnosis-staging/how-diagnosed.html
Diakses pada Mei 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait