Kenali Penyebab Pembesaran Kelenjar Prostat dan Kondisi yang Menyerupainya

Pembesaran kelenjar prostat umumnya terjadi pada pria berusia lebih dari 50 tahun
Kelenjar prostat berasal dari pembesaran prostat jinak.

Prostat merupakan organ penghasil cairan semen (air mani) yang berfungsi memberikan nutrisi pada sperma. Prostat terletak di sisi uretra, yaitu saluran yang menyalurkan urine dari kandung kemih. Jika kelenjar prostat terganggu dan membesar, gangguan saat buang air kecil bisa terjadi.

Prostat akan melalui dua periode pertumbuhan. Periode pertama adalah pada awal pubertas. Pada masa ini, kondisi prostat mengalami pertumbuhan dua kali lipat. Periode kedua terjadi pada usia 25 tahun dan terus berlanjut sepanjang masa kehidupan si pemilik prostat. Pembesaran prostat jinak terjadi pada periode ini.

Pembesaran kelenjar prostat dapat disebabkan oleh berbagai hal. Khusus pembesaran kelenjar prostat jinak, penyebab pastinya belum diketahui secara pasti hingga saat ini. Akan tetapi, kondisi ini sering terjadi pada pria berusia lanjut. Pembesaran kelenjar prostat juga mungkin terjadi akibat peradangan.

Pembesaran Kelenjar Prostat Jinak

Pembesaran kelenjar prostat jinak umumnya terjadi pada pria berusia lebih dari 50 tahun. Penyebab terjadinya kondisi ini tidak diketahui secara pasti. Diduga hal ini disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon.

Gejala yang terjadi pada setiap orang pun berbeda-beda. Ukuran prostat tidak menentukan beratnya gejala yang dialami. Keluhan utama yang dialami berupa hambatan aliran urine dari kandung kemih saat buang air kecil.

Seringkali anda perlu mengejan untuk dapat buang air kecil, pancaran urine menjadi kecil dan tersendat, serta frekuensi buang air kecil bertambah. Gejala yang lebih jarang terjadi, yaitu tidak bisa buang air kecil, ada darah pada urine, dan infeksi saluran kemih.

Walaupun penyebabnya belum diketahui, beberapa hal di bawah ini termasuk faktor risiko yang dapat meningkatkan potensi pembesaran kelenjar prostat:

  • Usia. Pembesaran kelenjar prostat jarang menunjukkan gejala pada usia di bawah 40 tahun. Hampir separuh pria akan mengeluhkan gejala pembesaran kelenjar prostat pada saat berusia 80 tahun.
  • Riwayat keluarga. Seseorang yang memiliki ayah atau kakek yang mengalami pembesaran kelenjar prostat memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami hal yang sama.
  • Kondisi kesehatan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa seseorang dengan diabetes dan penyakit jantung, terutama konsumsi obat beta bloker, memiliki risiko lebih tinggi mengalami pembesaran kelenjar prostat.
  • Gaya hidup. Kurangnya aktivitas fisik dan kelebihan berat badan meningkatkan risiko terjadinya pembesaran kelenjar prostat.

2 Kondisi yang Serupa dengan Pembesaran Kelenjar Prostat

Gejala-gejala pembesaran kelenjar prostat jinak juga mungkin terjadi pada gangguan prostat lainnya, yaitu prostatitis dan kanker prostat.

1. Prostatitis

Pada prostatitis, terjadi pembengkakan dan peradangan prostat. Hal ini bisa terjadi pada pria di segala usia, tetapi lebih sering ditemukan pada usia di bawah 50 tahun. Gejala yang dihasilkan serupa dengan gejala pada pembesaran kelenjar prostat jinak.

Prostatitis akut disebabkan oleh bakteri yang sama dengan bakteri yang menyebabkan infeksi saluran kemih atau infeksi menular seksual. Bakteri dapat menyebar menuju prostat lewat aliran darah.

Kondisi infeksinya seperti epididimitis, yang ditandai dengan adanya peradangan saluran yang menghubungkan testis dan vas deferens, uretriris, serta peradangan uretra. Ini merupakan contoh kondisi yang bisa menyebabkan prostatitis. Sebaliknya, pembesaran kelenjar prostat akibat infeksi juga dapat menyebabkan terjadinya epididimitis.

Ketika mengalami pembesaran kelenjar prostat akibat prostatitis, keluhan yang dapat dialami berupa nyeri pada pinggang bawah, lipat paha, dan nyeri saat buang air kecil. Selain itu, juga terjadi demam dan gangguan saat buang air kecil.

2. Kanker Prostat

Kanker prostat pada tahap awal tidak bergejala. Pada tahap lebih lanjut, gejala kanker prostat menyerupai gejala pembesaran kelenjar prostat jinak. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan tambahan untuk memastikan bahwa gejala yang anda alami.

Pemeriksaan yang dilakukan berupa rectal toucher, yaitu pemeriksaan yang dilakukan dokter dengan memasukkan jari ke anus untuk meraba kondisi prostat. Apabila dalam pemeriksaan ditemukan prostat berkonsistensi keras dan dicurigai suatu kanker, maka pemeriksaan tambahan akan dilakukan.

Pemeriksaan tambahan yang diperlukan untuk mendeteksi kanker prostat adalah memeriksa kadar prostate specific antigen (PSA). Peningkatan kadar PSA akan meningkatkan kecurigaan adanya kanker prostat.

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. https://www.niddk.nih.gov/health-information/urologic-diseases/prostate-problems/prostate-enlargement-benign-prostatic-hyperplasia
Diakses pada Mei 2019

Ireton RC, Berger RE. Prostatitis and epididymitis. Urol Clin North Am. 1984 Feb;11(1):83–94.

Healthline. https://www.healthline.com/health/prostatitis-bacterial-acute
Diakses pada Mei 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/benign-prostatic-hyperplasia/symptoms-causes/syc-20370087
Diakses pada Mei 2019

Cancer.org. https://www.cancer.org/cancer/prostate-cancer/detection-diagnosis-staging/how-diagnosed.html
Diakses pada Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed