Pembayaran BPJS Terlambat Pasti Kena Denda? Ini Penjelasannya


Pembayaran denda BPJS terlambat tidak berlaku jika Anda selalu membayar premi sebelum tanggal 10 setiap bulannya. Namun jika memang terlambat, ada beberapa sanksi yang harus siap dihadapi.

(0)
08 Feb 2021|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Pembayaran BPJS terlambat bisa kena sanksi jika Anda baru membayar iuran setelah tanggal 10 setiap bulanPembayaran BPJS terlambat dapat dikenai denda apabila iuran baru dibayarkan setelah tanggal 10
Ketika terlambat membayar iuran BPJS Kesehatan, salah satu hal yang mungkin terbesit di benak Anda adalah denda. Berapa denda yang harus Anda setorkan dan bagaimana cara pembayaran BPJS terlambat ini?Sebelumnya, tenangkan diri Anda terlebih dahulu. Menurut peraturan yang berlaku, sejak 1 Juli 2016, tidak ada denda keterlambatan pembayaran iuran. Artinya, bila membayar premi BPJS Kesehatan di atas tanggal 10 tiap bulannya, Anda tidak perlu membayar denda atau sanksi.Meskipun demikian, tetap ada konsekuensi yang harus Anda tanggung saat pembayaran BPJS terlambat. Apa saja itu?

Pembayaran BPJS terlambat, ini konsekuensinya

Jangan lupa membayar iuran BPJS Kesehatan
Sesuai prosedur, peserta BPJS Kesehatan harus membayar iuran selambat-lambatnya tanggal 10 setiap bulannya. Jika tidak, kepesertaan akan dibekukan sejak tanggal 1 bulan berikutnya.Status kepesertaan BPJS Kesehatan akan kembali aktif bila Anda:
  • Membayar iuran bulan tertunggak paling banyak untuk 24 bulan
  • Membayar iuran bulan saat ingin mengakhiri pemblokiran tersebut
Ketika status kepesertaan kembali aktif, peserta bisa mendapat pelayanan kesehatan yang dijamin BPJS Kesehatan di tingkat fasilitas kesehatan tingkat primer (FKTP). Anda juga bisa menjalani prosedur rawat jalan di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) seperti biasa.Kendati demikian, Anda belum bisa menjalani rawat inap dalam kurun 45 hari setelah status kepesertaan aktif kembali.

Penghitungan denda tunggakan BPJS Kesehatan

Jika terpaksa dirawat inap menggunakan kartu BPJS Kesehatan, Anda dikenakan denda 5% dari total diagnosis akhir, dikali jumlah bulan tertunggak dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Maksimal 12 bulan

Jumlah bulan tertunggak yang digunakan sebagai acuan denda ialah maksimal 12 bulan. Jadi, sekalipun Anda menunggak iuran 24 bulan, yang digunakan sebagai acuan pembayaran denda hanya 12 bulan.

2. Maksimal Rp30 juta

Besaran denda paling tinggi adalah Rp30 juta. Jadi, jika hasil perhitungan denda mencapai Rp100 juta, Anda hanya harus membayar denda maksimal Rp30 juta kepada BPJS Kesehatan.Denda rawat inap yang dikenakan itu dihitung untuk setiap diagnosis. Jadi, jika dalam jangka waktu 45 hari itu Anda dirawat inap lebih dari sekali dengan diagnosis berbeda, maka dendanya akan berlapis.Misalnya, dalam rentang waktu 45 hari, Anda didiagnosis usus buntu dan dirawat inap. Setelah dinyatakan sembuh dan pulang ke rumah, tapi harus kembali dirawat inap karena tifus, maka Anda wajib membayar denda untuk 2 diagnosis.Namun, jika menjalani rawat inap lagi karena usus buntu, maka Anda tidak perlu membayar denda untuk rawat inap yang kedua.

Pengecualian denda rawat inap akibat pembayaran BPJS terlambat

Denda tidak berlaku bagi peserta kategori tidak mampu
Meski begitu, denda akibat pembayaran BPJS terlambat plus rawat inap sebelum 45 hari ini tidak berlaku pada peserta yang masuk kategori tidak mampu. Peserta kategori tersebut harus memenuhi syarat, di antaranya mendapat surat keterangan tidak mampu dari instansi terkait.Berdasarkan Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 3 Tahun 2020, aturan tersebut juga tidak berlaku kepada:
  • Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah
  • Peserta dengan manfaat pelayanan BPJS Kesehatan di ruang rawat kelas III yang seluruh iurannya dibayarkan oleh pemintah daerah

Bagaimana cara membayar denda BPJS Kesehatan?

Bagi Anda yang terkena denda akibat melanggar aturan BPJS Kesehatan tersebut, pembayaran denda dapat dilakukan melalui:
  • Aplikasi mobile JKN
  • Aplikasi pendaftaran bagi peserta Pekerja Penerima Upah (Edabu)
  • BPJS Kesehatan Care Center 1500400
  • Kantor BPJS Kesehatan setempat
Pelunasan iuran denda ini bisa langsung dilunasi maupun dicicil. Jika pada perhitungan lanjutan ditemui adanya kelebihan pembayaran yang Anda lakukan, kelebihan itu akan langsung dimasukkan sebagai pembayaran iuran BPJS Kesehatan untuk bulan-bulan berikutnya.
bpjs kesehataniuran bpjspeserta bpjs
BPJS Kesehatan. https://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/index.php/pages/detail/2014/13
Diakses pada 26 Januari 2021
BPJS Kesehatan. https://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/dmdocuments/14a44faa1c98df0c642b5168073e25f3.pdf
Diakses pada 26 Januari 2021
BPJS Kesehatan. https://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/arsip/view/1482
Diakses pada 26 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait