Manfaat Pembalut Maternity Setelah Melahirkan, Apa Saja?

Pembalut maternity diperlukan setelah melahirkan, saat wanita menjalani masa nifas.
Pembalut maternity memiliki ukuran lebih tebal dan panjang dibanding pembalut biasa.

Rancangan khusus pada pembalut maternity berfungsi untuk menyerap darah dan cairan yang dikeluarkan saat wanita mengalami masa nifas. Intensitas keluarnya cairan tersebut bisa lebih banyak ketimbang darah menstruasi. Oleh karena itu, pembalut maternity diperlukan untuk masa nifas.

Mengenal pembalut maternity

Masa nifas merupakan proses alami yang dihadapi setiap wanita pascamelahirkan. Proses ini berfungsi untuk mengeluarkan sisa plasenta akibat menebalnya dinding rahim serta mengeluarkan sisa darah pascapersalinan. Saat mengalami masa nifas, tubuh akan berusaha mengembalikan fungsinya seperti semula.

Secara bertahap, darah nifas akan keluar dari warna merah terang, cokelat tua, putih kekuningan hingga bening. Saat hal ini terjadi, wanita membutuhkan pembalut berukuran panjang dan tebal seperti pembalut maternity.

Lapisan pembalut maternity yang lembut juga membuat Anda merasa nyaman saat duduk maupun tidur ketika menggunakannya. Karena tingkat kenyamanannya, pembalut maternity lebih disarankan untuk digunakan wanita pascapersalinan ketimbang produk lainnya.

Perhatikan ini saat menggunakan pembalut maternity

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan ketika mengenakan pembalut maternity, termasuk dalam hal jumlah kebutuhan dan waktu menggantinya.

1. Jumlah pembalut maternity

Akan ada banyak darah yang keluar pascamelahirkan, sehingga Anda sangat disarankan untuk menyediakan 12 pembalut maternity per hari.

2. Waktu mengganti pembalut maternity

Ganti pembalut maternity secara rutin.

Di hari pertama setelah melahirkan, Anda harus rutin mengganti pembalut maternity setiap 1-2 jam sekali. Sementara di hari-hari berikutnya, Anda dapat mengganti pembalut maternity selama 3-4 jam sekali.

3. Langkah untuk menjaga kebersihan vagina dan tangan

Selain selalu memastikan kebersihan area vagina, Anda juga wajib mencuci tangan sebelum dan sesudah mengganti pembalut maternity. Kebiasaan ini penting untuk untuk mencegah risiko terjadinya infeksi.

4. Penggunaan celana sekali pakai

Pascamelahirkan, Anda sangat disarankan mengenakan dalam sekali pakai untuk mengantisipasi meluasnya darah, meski telah menggunakan pembalut maternity. Namun ingat, selalu bungkus rapat celana tersebut sebelum Anda membuangnya setelah memakainya.

Selain menggunakan pembalut maternity, langkah ini penting selama masa nifas

Tak hanya menggunakan pembalut maternity, Anda juga perlu memerhatikan hal ini menjalanii masa nifas.

1. Hindari beban pekerjaan rumah yang berlebihan

Saat menghadapi masa nifas, Anda harus perbanyak istirahat dan menghindari pekerjaan rumah yang terlalu berat terlebih dahulu. Untuk menyiasatinya, mintalah bantuan anggota keluarga maupun mendatangkan asisten untuk menggantikan peran Anda sementara mengerjakan pekerjaan rumah.

2. Tidur yang cukup

Istirahat yang cukup merupakan salah satu hal yang dibutuhkan wanita pascamelahirkan. Beristirahatlah yang cukup, terlebih ketika bayi Anda tengah terlelap.

3. Memperhatikan asupan Si Kecil dan diri sendiri

Untuk dapat mengusahakan asupan ASI bagi Si Kecil selalu terpenuhi, Anda wajib mengonsumsi makanan dan minuman yang dapat melengkapi kebutuhan gizi dan cairan tubuh, seperti mengonsumsi buah, sayur, dan air putih.

Beberapa makanan yang sangat dianjurkan untuk memperlancar ASI antara lain kacang almond, brokoli, bayam, daun katuk, pepaya hijau, bawang putih, daun katuk, biji wijen, dan kacang arab.

Sementara itu, Anda juga harus berhati-hati dan menghindari makanan yang tidak dianjurkan selama masa menyusui. Misalnya, beragam olahan seafood, makanan pedas, kafein dan sayur-sayuran yang mengandung gas seperti kol.

4. Mendapat perawatan dari anggota keluarga

Selain itu, Anda juga perlu meminta bantuan anggota keluarga untuk membantu merawat Anda dan Si Kecil selama masa nifas.

5. Mengurangi stres

Saat masa nifas, wanita berisiko mengalami sindrom baby blues, yang menimbulkan perasaan kalut, lelah dan cemas akibat kehadiran anggota keluarga baru.

Sindrom ini biasa terjadi di hari kedua maupun ketiga setelah melahirkan. Untuk mengatasinya, Anda dapat meluangkan waktu sekali-kali dengan berjalan kaki ke luar rumah dan mengirup udara segar.

6. Berkonsultasi dengan dokter

Salah satu hal terpenting lainnya yang harus Anda perhatikan saat menjalani masa nifas yaitu rutin berkonsultasi dengan dokter tentang metode perawatan tubuh, aktivitas seks, dan pemilihan alat kontrasepsi.

Catatan dari SehatQ:

Pembalut maternity memang dirancang untuk memenuhi kebutuhan wanita di masa nifas. Namun, Anda tetap harus mewaspadai risiko alergi pada kulit. Jika mengalami alergi terhadap bahan pembalut maternity, Anda bisa menggunakan pembalut biasa, dengan ukuran yang lebih panjang.

Baby Centre.
https://www.babycentre.co.uk/x553475/how-many-maternity-pads-will-i-need-after-the-birth
Diakses pada 10 Maret 2020

The Health Site.
https://www.thehealthsite.com/pregnancy/maternity-pads-or-sanitary-pads-what-is-better-for-vaginal-bleeding-post-delivery-bs1216-452001/
Diakses pada 10 Maret 2020

Kementerian Kesehatan RI.
http://kesga.kemkes.go.id/images/pedoman/BUKU%20KIA%202016.pdf
Diakses pada 10 Maret 2020

What to Expect.
https://www.whattoexpect.com/pregnancy/pregnancy-health/postpartum-recovery/
Diakses pada 10 Maret 2020

Verywell Family.
https://www.verywellfamily.com/foods-that-increase-breast-milk-supply-431598
Diakses pada 10 Maret 2020

Indonesian Journal for Health Sciences.
http://journal.umpo.ac.id/index.php/IJHS/article/view/1600
Diakses pada 10 Maret 2020

Artikel Terkait