Pembalut kain memiliki keunggulan dibandingkan pembalut sekali pakai
Pembalut kain dianggap lebih aman digunakan ketimbang pembalut sekali pakai

Menggunakan pembalut sekali pakai kini bukan lagi opsi satu-satunya yang dimiliki wanita saat sedang menstruasi. Ada banyak produk penampung darah haid yang disebut-sebut lebih tidak membahayakan kesehatan serta ramah untuk lingkungan, salah satunya adalah pembalut kain.

Pembalut kain adalah penampung darah haid yang fungsinya mirip pembalut sekali pakai yang sudah banyak digunakan oleh wanita ketika menstruasi. Hanya saja, pembalut kain bisa dicuci dan digunakan berkali-kali, bahkan hingga 2-3 tahun.

Saat ini, pembalut kain memiliki banyak corak maupun model (misalnya menggunakan sayap atau tidak), bahkan ada yang mengklaim produk mereka 100 persen organik karena terbuat dari katun. Ukurannya pun beragam dan dapat disesuaikan dengan aliran darah menstruasi maupun ukuran celana dalam Anda.

Untuk ‘merekatkan’ pembalut kain ke celana dalam, Anda dapat melipat kedua sayapnya ke bagian belakang celana dalam. Kemudian, pertemukan kedua sayap itu dan tekan kancing jepit yang terdapat pada kedua ujung sayap tersebut.

Perbedaan pembalut kain dengan pembalut sekali pakai?

Hal utama yang membedakan keduanya adalah frekuensi pemakaian. Seperti disebutkan di atas, pembalut kain dapat digunakan berkali-kali, sedangkan pembalut sekali pakai hanya dapat digunakan satu kali kemudian dibuang.

Selain itu, terdapat perbedaan lain antara kedua jenis pembalut ini, yaitu:

  • Bahan pembuat

Pembalut kain biasanya terbuat dari bahan katun dengan bagian atas yang bergesekan dengan area kewanitaan biasanya memiliki lapisan yang lebih halus. Sementara bagian dasar pembalut ini terbuat dari bahan yang tidak menyebabkan kebocoran, seperti polyurethane laminate (PUL).

Sebaliknya, pembalut sekali pakai bisa terbuat dari bahan apa pun, salah satunya plastik. Organisasi pecinta lingkungan yang berbasis di Inggris Utara, Friends of the Earth, bahkan mengklaim pembalut sekali pakai ini terbuat dari 90 persen plastik.

  • Efek pada lingkungan

Karena mengandung plastik inilah, para aktivis lingkungan banyak mengampanyekan pelarangan penggunaan pembalut sekali pakai. Sebaliknya, mereka sangat mendukung penggunaan pembalut kain yang disebut lebih ramah lingkungan karena tidak mengandung plastik dan bisa diurai oleh alam ketika Anda tidak lagi menggunakannya.

  • Efek pada kesehatan

Pembalut kain dianggap lebih aman untuk kesehatan organ kewanitaan karena tidak mengandung bahan kimia, seperti pemutih. Sementara beberapa penelitian mengungkap bahwa pada beberapa merek pembalut sekali pakai ditemukan zat kimia beracun bernama phthalate.

Peneliti tersebut mengkhawatirkan penggunaan pembalut sekali pakai dalam jangka panjang akan mengganggu kinerja sistem reproduksi wanita. Apalagi, pembalut merupakan benda yang bersentuhan langsung dengan alat kelamin wanita.

  • Ketebalan

Pembalut sekali pakai memang sudah ada yang dibuat dengan bentuk yang tipis atau slim. Namun, ketebalannya masih lebih tinggi dibanding pembalut kain pada umumnya.

  • Breathable

Promosi pada iklan pembalut sekali pakai juga kerap mencantumkan bahwa produk mereka breathable alias tidak menimbulkan lembap. Meski demikian, pembalut kain digadang-gadang lebih tidak terasa lembap dibanding penggunaan pembalut sekali pakai.

  • Waktu penggantian

Meski lebih tipis, pembalut kain ternyata memiliki ketahanan yang lebih panjang sehingga Anda biasanya hanya harus menggantinya sehari sekali (tergantung banyaknya darah menstruasi). Sementara itu, pengguna pembalut sekali pakai biasanya harus mengganti penampung darah menstruasi tersebut per beberapa jam.

Sisi negatif penggunaan pembalut kain

Tidak ada produk komersial yang sempurna. Sekalipun pembalut kain tampaknya memiliki banyak keunggulan dibanding pembalut sekali pakai yang banyak dijual di pasaran, mereka tetap memiliki kelemahan alias sisi negatif, seperti:

  • Harga awal pembalut kain relatif lebih mahal dibanding pembalut sekali pakai. Di toko online, produk ini dibaderol mulai dari Rp50.000 (isi 6), sedangkan pembalut biasa hanya Rp15.000 (isi 16) tergantung merek.
  • Pembalut kain harus dicuci sehingga tidak praktis dibawa saat perjalanan jauh dengan kondisi toilet yang tidak memadai.
  • Jika tidak segera dicuci atau tidak dicuci dengan bersih, akan ada noda pada pembalut kain Anda.

Ada wanita yang sudah beralih menggunakan pembalut kain, ada yang tetap nyaman mengenakan pembalut sekali pakai. Apa pun preferensi Anda, pastikan Anda selalu menjaga kebersihan area kewanitaan selama masa menstruasi.

Ecofemme. https://ecofemme.org/faq/
Diakses pada 15 Maret 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/urinary-incontinence-underwear-pads
Diakses pada 15 Maret 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/tampons-vs-pads
Diakses pada 15 Maret 2020

Friends of the Earth. https://friendsoftheearth.uk/plastics/plastic-periods-menstrual-products-and-plastic-pollution
Diakses pada 15 Maret 2020

EWG. https://www.ewg.org/news-and-analysis/2019/03/study-elevated-levels-toxic-chemicals-found-menstrual-pads-and-disposable
Diakses pada 15 Maret 2020

Womens Health. https://www.womenshealth.gov/menstrual-cycle/your-menstrual-cycle
Diakses pada 15 Maret 2020

Artikel Terkait