Pemasangan NGT Diperlukan Pasien dengan Kondisi Ini

Pemasangan NGT bisa membantu menjaga asupan nutrisi pasien yang koma.
Pemasangan NGT berguna untuk memastikan kebutuhan nutrisi pasien terpenuhi.

Anda pasti tidak asing dengan selang yang dipasang pada pasien dengan kondisi koma di film maupun televisi? Selang itu dinamakan nasogastric tube (NGT). Pemasangan NGT penting untuk menyuplai makanan dan minuman pada pasien yang mengalami mengalami kesulitan menelan, akibat kondisi medis tertentu.

Selang NGT dimasukkan melalui lubang hidung, melewati kerongkongan hingga masuk ke dalam lambung pasien. Setelah pemasangan NGT berhasil, makanan, minuman, serta obat-obatan yang diperlukan pasien akan dialirkan sesuai jadwal pemberian.

Siapa saja yang membutuhkan pemasangan NGT?

Pemasangan NGT dibutuhkan antara lain oleh penderita gangguan usus.

Selain untuk mengalirkan makanan, minuman, cairan infus serta obat-obatan yang diperlukan pasien, pemasangan NGT juga bermanfaat untuk mengeluarkan zat beracun dari dalam perut.

Secara umum, orang-orang yang membutuhkan pemasangan selang nasogastrik merupakan pasien dengan kondisi berikut ini:

1. Mengalami cedera leher atau wajah

Pasien yang mengalami cedera leher atau wajah cenderung mengalami kesulitan untuk menggerakkan mulut, mengunyah hingga menelan. Untuk menyiasati kondisi tersebut, pemasangan NGT dilakukan, agar asupan makanan, minuman dan obat yang diperlukan pasien tetap terjaga.

Bagaimana pun juga, asupan makanan, minuman dan obat harus tetap mengalir ke tubuh pasien, sekali pun ia mengalami kesulitan menelan, agar proses penyembuhan kian cepat.

2. Kesulitan bernapas

Pasien yang mengalami kesulitan bernapas dan membutuhkan bantuan alat bantu napas atau ventilator untuk menyuplai oksigen ke dalam paru-paru juga membutuhkan pemasangan NGT. Selang ini diperlukan untuk memastikan asupan makanan, minuman dan obat tetap dipenuhi.

3. Gangguan usus

Pasien yang mengalami gangguan fungsi usus seperti penyumbatan usus, membutuhkan pemasangan NGT. Dengan demikian, suplai kebutuhan makanan, minuman dan obat mereka tetap terpenuhi.

Sebab, pasien yang menderita gangguan fungsi usus, mengalami kesulitan untuk mencerna makanan bertekstur. Oleh karena itu, pemasangan NGT dilakukan untuk menyuplai makanan dan minuman agar mudah dicerna.

4. Koma

Pasien yang mengalami koma dan tak sadarkan diri juga membutuhkan pemasangan NGT. Sebab dalam kondisi tak sadarkan diri tersebut, tentu saja sulit untuk tetap memenuhi kebutuhan asupan bagi tubuh tanpa bantuan selang ini.

5. Overdosis obat terlarang

Pasien yang mengalami overdosis akibat penyalahgunaan obat-obatan terlarang maupun zat berbahaya lainnya juga membutuhkan pemasangan NGT.

Tak hanya untuk menyuplai makanan dan minuman, pemasangan NGT pada pasien dengan kondisi overdosis obat maupun keracunan karena berfungsi untuk menyerap zat berbahaya.

Cara pemasangan NGT

Saat proses pemasangan NGT dilakukan, pasien akan diminta untuk berbaring di tempat tidur dengan posisi kepala lebih tinggi agar memudahkan selang masuk melalui hidung. Ketika selang hendak dimasukkan, leher diarahkan sedikit mendongak ke atas.

Tim medis kemudian akan membantu pasien menekuk leher maupun bagian tubuh tertentu untuk membantu melancarkan proses pemasangan NGT.

Saat selang mencapai kerongkongan, pasien akan diminta melakukan gerakan menelan maupun minum sedikit air untuk membantu proses pemasangan NGT hingga mencapai ke lambung.

Ketika NGT sudah mencapai lambung, petugas medis akan mencoba memastikan posisi NGT pada tempatnya dengan mengeluarkan cairan di dalam lambung pasien melalui selang atau malah memasukkan udara sambal mendengarkan melalui stetoskop.

Efek samping pemasangan NGT

Pemasangan NGT juga memiliki efek samping tertentu yang menyebabkan pasien mengalami perasaan tidak nyaman. Bahkan jika dilakukan dengan keliru, pemasangan NGT dapat menyebabkan hidung, sinus, tenggorokan, kerongkongan maupun lambung terluka.

Selain itu, pemasangan NGT yang tidak tepat juga malah berisiko membuat selang mencapai paru-paru. Hal ini sangat berbahaya karena suplai, makanan, minuman dan obat akan mengalir ke paru-paru dan menyebabkan aspirasi.

Sebenarnya, pemasangan NGT secara normal pun juga menyebabkan efek samping, yaitu berupa kram perut, pembengkakan perut, mual, muntah, serta diare.

Cara mengurangi risiko komplikasi akibat pemasangan NGT

Selang NGT bisa lepas maupun merobek organ dalam jika pemasangannya dilakukan dengan tidak tepat, sehingga menyebabkan pasien mengalami komplikasi.

Untuk mengurangi risiko risiko komplikasi akibat pemasangan NGT, pasien dapat melakukan sejumlah cara seperti:

  • Menyikat gigi secara rutin
  • Membersihkan hidung dengan teratur
  • Memeriksa tanda-tanda kebocoran maupun penyumbatan akibat NGT
  • Berhati-hati jika terjadi iritasi, ulserasi dan infeksi

Healthline.
https://www.healthline.com/health/nasogastric-intubation-and-feeding#outcome
Diakses pada 29 Maret 2020

Medline Plus.
https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000182.htm
Diakses pada 29 Maret 2020

Gut.
https://gut.bmj.com/content/52/suppl_7/vii1
Diakses pada 29 Maret 2020

Artikel Terkait