Pelajari Teknik Memotong Sayuran Ini agar Nutrisinya Terjaga


Teknik memotong sayuran dipercaya dapat memengaruhi kandungan nutrisi di dalamnya. Penting bagi Anda untuk memerhatikan hal berikut agar tidak keliru.

0,0
06 Jul 2021|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Teknik memotong sayuran untuk mempertahankan nutrisinya dapat dipelajariTeknik memotong sayuran harus dilakukan dengan tepat
Memotong sayuran bukanlah hal yang sering kita perhatikan saat memasak. Namun, tahukah Anda kalau teknik memotong sayuran ternyata dapat memengaruhi kandungan nutrisinya? Sayangnya, belum banyak orang yang mengetahui teknik memotong sayuran yang benar supaya kandungan nutrisinya bisa dipertahankan. Supaya nutrisi dalam sayuran bisa dipertahankan dengan baik, tidak ada salahnya untuk mempelajari teknik memotong sayuran berikut ini.

Teknik memotong sayuran

Teknik memotong sayuran tidak hanya memerhatikan teknik dan alat potongnya saja, tapi juga kebersihan. Berikut adalah teknik memotong sayuran yang bisa Anda pelajari.
  • Cuci sayuran dengan bersih sebelum dipotong

cuci sayuran sebelum dipotong
Cuci sayuran dengan bersih sebelum dipotong
Sebelum dipotong, cuci sayuran di bawah air yang mengalir dengan bersih agar tidak ada kuman yang menempel. Kebiasaan ini dapat membantu mempertahankan vitamin yang ada di dalamnya. Anda juga dilarang untuk mencuci sayuran setelah dipotong karena bisa menghilangkan kandungan vitamin yang larut dalam air.
  • Jangan menggunakan pisau tumpul

Sayuran bisa mengalami kerusakan jika dipotong dengan pisau tumpul. Sehingga, sayuran yang rusak dapat lebih rentan mengalami kebocoran elektrolit dan kehilangan kandungan kalsium maupun kalium di dalamnya. Sayuran yang rusak juga menjadi mudah berbau busuk. Oleh karena itu, pastikan pisau yang Anda gunakan memiliki ketajaman yang sesuai supaya bisa memotong sayuran dengan baik.
  • Pilih teknik memotong sayuran dengan hasil potongan yang lebih besar

potongan sayur dalam mangkuk
Potong sayuran dengan ukuran yang lebih besar jika akan disimpan
Terdapat berbagai teknik memotong sayuran, mulai dari mengiris, mencincang, potong dadu, potong balok, dan lainnya yang bisa disesuaikan dengan selera Anda. Namun, sayuran yang dicincang sampai sangat halus dianggap lebih rentan mengalami pembusukan daripada sayuran yang dicincang kasar. Teknik memotong sayuran ini juga bisa menghilangkan kelembapan dan warna alami sayuran sehingga mengurangi kandungan nutrisinya. Jika Anda berencana menyimpan sayuran setelah dipotong, sebaiknya potonglah dalam ukuran yang lebih besar.Jika Anda ingin menyimpan sayuran yang telah dipotong, Anda perlu menyimpannya di tempat yang aman dan dengan cara yang benar juga.

Cara menyimpan sayuran yang benar

Terdapat tiga faktor yang dapat menyebabkan hilangnya nutrisi dalam sayuran, yaitu panas, oksigen, dan cahaya. Sayuran yang telah dipotong dipercaya dapat kehilangan nilai gizinya jika terpapar oksigen dan cahaya. Salah satu nutrisi paling terdampak imbas pemotongan adalah vitamin C. Sebab, vitamin ini adalah antioksidan yang bereaksi terhadap oksigen. Selain itu, pemotongan sayuran (dan buah) dapat meningkatkan laju respirasi yang menyebabkan kandungan gula dipecah dan karbon dioksida dilepaskan. Akibatnya, pembusukan, perubahan rasa, hingga perubahan tekstur lebih cepat terjadi.
sayuran di dalam wadah
Simpan sayuran di lemari es untuk memperlambat respirasi
Supaya terhindar dari berbagai masalah ini, berikut adalah cara menyimpan sayuran yang sudah dipotong dengan aman.
  • Apabila sayuran yang dipotong sudah dicuci, keringkan terlebih dahulu agar tidak lembap.
  • Simpan sayuran di wadah kedap udara supaya tidak bereaksi terhadap oksigen.
  • Letakkan sayuran di dalam lemari es karena suhu yang rendah dapat membantu memperlambat respirasi.
  • Sayuran yang telah dipotong tidak boleh didiamkan pada suhu ruangan selama lebih dari 2 jam..
Semua sayuran yang sudah dipotong dan disimpan di lemari es umumnya harus dikonsumsi dalam waktu 2-3 hari. Namun, jenis sayuran tertentu, seperti wortel, lobak, dan seledri, bisa bertahan lebih lama jika disimpan dalam air. Akan tetapi, Anda harus mengganti airnya setiap hari.Sebelum mengolah sayuran, Anda perlu memerhatikan jika sayuran tersebut telah mengerut, mengalami perubahan warna, atau menunjukkan tanda-tanda pembusukan. Jika memang ada tanda-tandanya, sebaiknya Anda jangan mengonsumsinya karena dikhawatirkan bisa mengganggu pencernaan Anda.Sementara itu, jika Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play. 
makanan sehatmakanan diethidup sehatbuah dan sayuran
Verywell Fit. https://www.verywellfit.com/fruits-vegetables-cut-nutrients-lost-2506106
Diakses pada 22 Juni 2021
Erin Harner. http://www.erinharner.com/whole-food-recipes/how-to-store-cut-vegetables/
Diakses pada 22 Juni 2021
USDA. https://ask.usda.gov/s/article/How-should-I-store-cut-fruit-and-vegetables
Diakses pada 22 Juni 2021
Indian Express. https://indianexpress.com/article/lifestyle/health/cutting-vegetables-nutrition-6570300/
Diakses pada 22 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait