Jam Tidur Anak yang Baik untuk Tumbuh Kembangnya


Jam tidur anak sangat bervariasi dan bisa dibedakan atas usianya. Jumlah jam tidur ideal untuk anak harus terpenuhi agar tumbuh kembangnya berjalan dengan optimal.

0,0
09 May 2019|Aby Rachman
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Ada sejumlah faktor yang memengaruhi jam tidur anak.Jumlah jam tidur anak ditentukan oleh berbagai faktor.
Memenuhi jumlah jam tidur anak sangatlah penting. Selain mengistirahatkan tubuh dan mengembalikan energi, tidur dapat menunjang tumbuh kembang anak. Bukan hanya tidur yang berkualitas, berapa lama anak tidur juga harus diperhatikan.
Ketika kurang tidur, anak mungkin menjadi rewel bahkan tantrum. Jumlah waktu tidur bayi dan anak berbeda-beda bergantung pada usianya. Ikuti juga tips menciptakan pola tidur yang baik untuk anak.

Jam tidur anak berdasarkan usia

Berikut jumlah jam tidur anak sesuai usianya:
  • Bayi baru lahir: 16-20 jam per hari

Jam tidur bayi baru lahir biasanya sekitar 16-20 jam per hari. Namun dalam satu kali tidur, durasinya singkat, yaitu satu hingga empat jam. Bayi prematur biasanya tidur lebih lama, dan lebih pendek durasinya.Karena bayi baru lahir belum memiliki jam tidur biologis atau ritme sirkadian, pola tidur mereka tidak memiliki kaitan dengan siang atau malam hari. Pada kenyataannya, mereka cenderung tidak memiliki pola sama sekali.
  • Usia 1-12 Bulan: 14-15 jam per hari

bayi tidur
Jam tidur anak usia 1-12 bulan adalah sekitar 14-15 jam
Pada usia 6 minggu, bayi Anda mulai sedikit tenang, dan mungkin Anda menyadari pola tidur yang mulai terbentuk. Jam tidur bayi pada usia ini sekitar 14-15 jam per hari, yang paling lama bisa mencapai 6 jam dan cenderung terjadi saat sore hingga malam hari. Kebingungan antara siang dan malam sudah tidak ada lagi.
  • Usia 1-3 Tahun: 12-14 jam per hari

Seiring perkembangan anak, ketika sudah mencapai usia 18-21 bulan, mereka cenderung tidak lagi tidur saat pagi dan sore hari, dan hanya tidur siang sekali dalam sehari. Meski jam tidur anak 1-3 tahun membutuhkan sekitar 12-14 jam, mereka biasanya hanya mendapatkan waktu tidur selama 10 jam.Kebanyakan anak yang berusia 21 hingga 36 bulan masih membutuhkan tidur siang sekali sehari, yang bervariasi antara 1 hingga 3 ½ jam lamanya. Mereka biasanya tidur antara jam 7 dan 9 malam, dan bangun sekitar jam 6 dan 8 pagi.
  • Usia 3-6 Tahun: 11-12 Jam per hari

anak tidur
Anak 3-6 tahun membutuhkan waktu tidur sekitar 11-12 jam
Anak-anak pada usia ini membutuhkan tidur sekitar 11-12 jam per hari. Di usia ini, biasanya anak tidur antara jam 7 dan 9 malam, dan bangun sekitar jam 6 dan jam 8, sama seperti saat sebelumnya. Pada usia 3 tahun, kebanyakan anak-anak tetap tidur siang, dan saat usia 5 tahun, kebanyakan tidak. Tidur siang biasanya berangsur-angsur lebih cepat. Permasalahan tidur terbaru biasanya terjadi setelah usia 3 tahun.
  • Usia 7-12 Tahun: 10-11 jam per hari

Pada usia ini, anak membutuhkan tidur sekitar 10-11 jam per hari. Akan tetapi, dengan kesibukan sosial, sekolah, dan kegiatan keluarga, jam tidur cenderung berangsur semakin larut malam. Pada anak usia 12 tahun, kebanyakan dari mereka tidur sekitar jam 9 malam. Namun, jam tidur anak pada anak usia ini bervariasi, mulai dari jam 7:30 hingga 10 malam. Total jam tidur yang didapatkan adalah 9-12 jam, meskipun rata-ratanya hanya 9 jam per hari.
  • Usia >12Tahun: 8-9 jam per hari

Tidur tetap menjadi hal yang penting untuk kesehatan anak remaja, sama seperti saat mereka masih anak-anak.Di usia ini, anak membutuhkan waktu tidur sekitar 8-9 jam per hari. Pada kenyataannya, anak remaja membutuhkan lebih banyak tidur saat ini. Namun, banyak anak remaja mengalami tekanan sosial yang mengganggu kebutuhan tidur mereka sehari-hari.

Dampak anak kekurangan tidur

anak tantrum
Kurang tidur bisa menyebabkan anak tantrum
Selain jam tidur anak, Anda juga harus memahami dampak anak kekurangan tidur. Kurang tidur disinyalir dapat menurunkan prestasi akademik, di mana anak menjadi pelupa, susah fokus dan memperhatikan, serta sulit mengambil keputusan.Waktu tidur yang kurang juga dapat menyebabkan anak menunjukkan lebih banyak masalah perilaku, seperti bersikap impulsif, rewel, dan tantrum, daripada anak yang cukup tidur di malam hari.Selain itu, kekurangan tidur bisa membuat anak rentan terpapar kuman sehingga menjadi lebih mudah sakit. Hal ini juga dapat meningkatkan risiko anak mengalami masalah kesehatan berupa obesitas, hipertensi, penyakit jantung, dan diabetes.Tak jarang, anak pun bisa mengalami gangguan tidur, seperti mimpi buruk, mengompol, atau berjalan sambil tidur. Durasi tidur yang pendek dapat memengaruhi pelepasan hormon pertumbuhan. Oleh sebab itu, anak harus tidur yang cukup.

Tips menciptakan pola tidur yang baik untuk anak

Mengatur pola tidur anak 2 tahun ke atas bisa Anda lakukan dengan beberapa cara. Pastikan jumlah jam tidur anak yang berkualitas bisa terpenuhi. Berikut tips menciptakan pola tidur yang baik untuk anak:
  • Atur jam tidur anak di waktu yang sama setiap malam
  • Ganti pakaian menjadi baju tidur yang sejuk dan nyaman
  • Jangan beri anak makan terlalu dekat dengan waktu tidur
  • Ajak anak menggosok gigi sekaligus cuci tangan dan kaki
  • Atur kamar senyaman mungkin dengan cahaya yang redup
  • Bacakan buku untuk anak agar ia merasa lebih rileks
  • Jauhkan anak dari gawai dan televisi
  • Atur jam bangun anak di waktu yang sama setiap pagi.
Hal ini akan membantu terbentuknya kebiasaan tidur yang baik untuk anak sehingga ia tidak kekurangan tidur. Ketika bangun pagi setelah tidur nyenyak, anak akan kembali aktif ceria.Jika orangtua ingin berdiskusi lebih lanjut seputar jam tidur anak, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
waktu tidurmasalah tidur anakgangguan tidur anak
WebMD. https://www.webmd.com/parenting/guide/sleep-children
Diakses pada Oktober 2018
Healthline. https://www.healthline.com/health-news/children-lack-of-sleep-health-problems#How-to-help-kids-sleep-better
Diakses pada 01 November 2021
Raising Children. https://raisingchildren.net.au/toddlers/sleep/better-sleep-settling/sleep-better-tips
Diakses pada 01 November 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait