Pebalap Tanah Air Afridza Munandar Meninggal Dunia, Ini Pertolongan Pertama untuk Cedera Kepala

Pebalap penuh talenta asal Indonesia, Afridza Munandar, meninggal dunia pada Sabtu (2/11) karena cedera kepala akibat kecelakaan di sirkuit Sepang.
Afridza Munandar meninggal dunia akibat cedera kepala, setelah mengalami kecelakaan saat sedang berkompetisi di Sirkuit Sepang, Malaysia.

Kabar duka kembali menerpa masyarakat Indonesia. Setelah sebelumnya pesepakbola muda penuh talenta, Alfin Lestaluhu, meninggal dunia karena radang otak (ensefalitis), kini pebalap muda berbakat asal Tasikmalaya, Afridza Munandar, mengembuskan napas terakhirnya akibat cedera kepala pada Sabtu (2/11) di Malaysia.

Saat itu, sang pebalap motor berusia 20 tahun sedang mengikuti ajang Race 1 ATC di Sirkuit Sepang untuk memperebutkan Asia Talent Cup. Namun sayang, pada tikungan 10 di lap pertama, ia terlibat kecelakaan, yang mengakibatkannya mengalami cedera kepala.

Tak lama setelah itu, Afridza sempat dibawa oleh helikopter ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong.

Cedera kepala, seperti apa jenisnya?

Cedera kepala adalah segala cedera yang terjadi di bagian otak, tengkorak atau kulit kepala. Mulai dari benjolan ringan, memar, hingga cedera otak traumatis.

Cedera otak yang umum terjadi meliputi gegar otak, patah tulang tengkorak, dan luka kulit kepala. Selain itu, konsekuensi dan perawatannya bervariasi, tergantung dari penyebab dan tingkat keparahannya.

Cedera kepala terbagi menjadi dua, yakni terbuka atau tertutup. Cedera kepala terbuka membuat kulit kepala dan tengkorak terbuka atau hancur. Sementara itu, cedera kepala tertutup tidak merusak tengkorak.

Berikut ini adalah beberapa cedera kepala yang sering terjadi:

  • Hematoma atau memar
  • Perdarahan
  • Gegar otak
  • Edema atau pembengkakan
  • Retak tulang tengkorak

Anda akan kesulitan dalam menilai tingkat keparahan cedera kepala, hanya dengan melihatnya. Sebab, beberapa cedera kepala ringan, memperlihatkan banyak perdarahan di sekitar kepala. Namun, sejumlah cedera kepala serius, malah tidak memperlihatkan perdarahan sama sekali.

Meski demikian, segala jenis cedera kepala memerlukan perawatan serius dan penangangan dokter.

Hal-hal seperti terjatuh dari ketinggian, serangan fisik hingga olahraga, seringkali mengakibatkan cedera kepala. Tak terkecuali kecelakaan motor yang dialami oleh Afridza. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk mengetahui pertolongan pertama yang harus dilakukan saat melihat kecelakaan motor.

Pertolongan pertama pada cedera kepala

Setiap detik sangatlah krusial bagi keselamatan seseorang yang mengalami cedera kepala. Memahami pertolongan pertama mengenai yang harus dan tidak boleh dilakukan, sangatlah penting.

Berikut ini adalah pertolongan pertama pada cedera kepala yang harus Anda perhatikan dengan cermat.

1. Cek kesadaran

Cek jalan napas (airway), pernapasan (breathing), dan sirkulasi nadi (circulation) korban. Jika diperlukan, lakukan resusitasi jantung paru (CPR) dan pertolongan napas buatan. Jika korban tidak bernapas, belum terbatuk maupun bergerak, langsung berikan napas buatan dan CPR.

2. Stabilkan kepala dan lehernya

Jika pernapasan dan detak jantung korban normal, namun ia tidak sadarkan diri, perlakukan korban seolah-olah ia mengalami cedera tulang belakang. Stabilkan kepala dan leher dengan meletakkan kedua tangan Anda di kedua sisi kepala tersebut. Kemudian, jaga agar kepalanya sejajar dengan tulang belakang dan jaga tubuhnya agar tidak banyak bergerak. Setelah itu, tunggu bantuan medis.

3. Hentikan perdarahan

Jika cedera kepala yang dialami korban menimbulkan perdarahan, langsung tekan titik pendarahan dengan kain bersih. Apabila terjadi cedera pada kepalanya, lebih berhati-hatilah, jangan menggerakkan kepala korban. Jika darah sudah membasahi kain bersih tadi, jangan lepas kainnya, dan tekan dengan kain bersih lain.

4. Jangan tekan tulang tengkorak yang retak

Walau terjadi perdarahan, Anda dilarang untuk menekan tengkorak kepala yang terbuka atau hancur. Selain itu, sangat tidak diperbolehkan menarik bekas kecelakaan (jika ada) dari luka. Langsung tutupi luka dengan perban kasa steril.

5. Cegah korban agar tidak tersedak

Jika cedera kepala yang dialami korban membuatnya muntah-muntah, miringkan tubuhnya ke samping untuk mencegah tersedak oleh muntahnya sendiri. Hal ini akan tetap melindungi tulang belakangnya. Sebab, Anda harus selalu bertindak seakan-akan ada kerusakan tulang belakang yang dialami korban.

6. Kompres es

Jika menemukan adanya area yang bengkak, Anda disarankan untuk langsung mengoleskan kompres es ke bagian itu.

Beberapa hal di bawah ini tidak boleh Anda lakukan kepada korban cedera kepala.

  • Jangan melepas apapun yang menempel di luka korban
  • Jangan menggerakkan badan korban kalau tidak diperlukan
  • Jangan menggoyangkan tubuh korban jika mereka terlihat linglung
  • Jangan melepas helm jika korban mengalami kecelakaan motor

Cedera kepala yang menimbulkan perdarahan atau kerusakan pada otak, harus segera mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

Gejala cedera kepala

Sebelum menilai seseorang menderita cedera kepala, Anda harus mengetahui gejala-gejala dari cedera kepala yang dirasakan oleh korbannya.

Gejala umum cedera kepala ringan meliputi:

  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Merasa bingung
  • Mual
  • Telinga berdenging

Perlu diperhatikan, cedera kepala yang parah, juga menimbulkan gejala sama seperti cedera kepala ringan. Gejala cedera kepala parah dapat terlihat jika hal-hal ini terjadi.

  • Hilangnya kesadaran
  • Kejang
  • Muntah
  • Sulit menjaga keseimbangan tubuh
  • Disorientasi atau kehilangan daya ingat yang serius
  • Ketidakmampuan untuk memfokuskan mata
  • Gerakan mata abnormal
  • Hiangnya kontrol otot
  • Sakit kepala
  • Hilang ingatan
  • Perubahan suasana hati
  • Keluarnya cairan bening dari telinga atau hidung

Jika melihat adanya gejala-gejala di atas pada korban cedera kepala di jalan, langsung jaga tubuh korban, dan tunggu bantuan medis datang.

Catatan dari SehatQ

Jangan pernah menyepelekan, apalagi menunda-nunda, penanganan terhadap korban cedera kepala. Setiap detiknya sangat penting bagi korban, untuk bisa selamat dari cedera kepala. Agar hal-hal tak diinginkan dapat dihindari, ada baiknya langsung menghubungi tim medis, karena setiap cedera kepala, harus segera ditangani dokter di rumah sakit.

Detik. https://news.detik.com/berita/d-4770560/kbri-kuala-lumpur-pebalap-afridza-munandar-tewas-karena-cedera-kepala

Diakses pada 4 November 2019

 

Healthline. https://www.healthline.com/health/head-injury

Diakses pada 4 November 2019

 

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000028.htm

Diakses pada 4 November 2019

 

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-head-trauma/basics/art-20056626

Diakses pada 4 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed