Pearl Bubble Tea Berbahaya Karena Tidak Bisa Dicerna Tubuh, Benarkah?

Tapioca pearl dalam bubble tea, apabila tercampur zat kimia lain, tidak bisa dicerna oleh tubuh.
Tapioka yang merupakan bahan dasar pearl bubble tea, ternyata sulit dicerna oleh tubuh.

Baru-baru ini dilaporkan, seorang remaja berusia 14 tahun di Tiongkok, mengeluhkan sakit dan bengkak pada area perutnya. Setelah dokter melakukan pemeriksaan foto rontgen oleh dokter, terlihat gambaran bulatan-bulatan kecil yang tidak tercerna.

Terungkap, remaja tersebut mengaku sering mengonsumsi bubble tea. Dokter kemudian menduga, gambaran yang tampak pada pemeriksaan rontgen tersebut adalah tapioca pearl atau bola-bola dari tapioka yang umum terdapat di dalam bubble tea.

[[artikel-terkait]]

Benarkah tapioca pearl dalam bubble tea berbahaya?

Tapioka, yang menjadi bahan utama dari bubble dalam minuman bubble tea, memang bukanlah bahan makanan yang memiliki kandungan gizi yang tinggi. Bahan yang didapat dari singkong ini, sebagian besarnya terdiri dari zat nabati yang sangat tinggi kandungan karbohidrat, dan hanya mengandung sangat sedikit serat, protein, maupun nutrisi lainnya.

Meski begitu, bukan berarti tapioka pasti akan menyebabkan penumpukan di saluran pencernaan dan tidak bisa dicerna sama sekali.

Menilik kasus remaja tersebut, seperti dilansir dari Mothership, dokter yang menangani berpendapat bahwa tapioka memang sulit dicerna. Namun, tapioca pearl dalam bubble tea yang dikonsumsi remaja tersebut, juga bisa jadi mengandung bahan kimia lain, dan membuatnya semakin sulit dicerna.

Meski begitu, pemeriksaan lebih lanjut mengenai kandungan tapioca pearl yang dikonsumsi gadis remaja tersebut masih perlu dilakukan. Sebab, beberapa orang menilai, kondisi yang dialami gadis ini juga serupa dengan ciri keracunan logam berat.

Tapioka pada bubble tea kurang bernutrisi

Tapioka, terutama jika dikonsumsi dalam bentuk olahan seperti pearl pada bubble tea, tidak memiliki kandungan nutrisi yang baik. Manfaatnya untuk kesehatan pun dinilai sangat minim.

Meski kandungan kalori yang cukup tinggi di dalamnya bisa memberikan energi, namun Anda tetap saja tidak akan mendapatkan manfaat kesehatan yang berarti. Apalagi, tapioka tersebut kemudian dicampur dengan begitu banyaknya gula yang terdapat dalam seporsi bubble tea.

Selain itu, jika sedang berusaha untuk diet, terlepas dari bisa atau tidaknya tapioka dicerna tubuh, Anda tetap harus membatasi konsumsinya. Pasalnya, banyaknya kalori yang terkandung di dalam tapioka, akan membuat Anda dengan mudah mengalami kenaikan berat badan.

Mengonsumsi bubble tea memang tidak dilarang. Namun, Anda perlu ingat dampak yang bisa ditimbulkannya, jika dikonsumsi secara berlebihan dan dalam jangka waktu lama. Jaga selalu kesehatan pencernaan Anda dengan selalu mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan berolahraga secara teratur.

Perhatikan juga lokasi penjualan bubble tea yang Anda kunjungi. Melihat kasus di atas, pilihlah penjual yang benar-benar menggunakan tapioka murni untuk membuat tapioca pearl, dan tidak menggunakan bahan-bahan kimia, yang bisa berbahaya bagi tubuh.

Very Well Fit. https://www.verywellfit.com/is-boba-healthy-4157722
Diakses pada 17 Juni 2019

Live Strong. https://www.livestrong.com/article/488622-risks-of-eating-tapioca/
Diakses pada 17 Juni 2019

Mothership. https://mothership.sg/2019/06/teenager-china-pearls-body/
Diakses pada 17 Juni 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed