Payudara Mengeras dan Nyeri, Kenali Tanda-Tanda ASI Tersumbat Sebelum Terlambat

(0)
22 Sep 2020|Azelia Trifiana
Beragap penyebab ASI tersumbatASI tersumbat bisa disebabkan beberapa hal
Setelah mengandung selama 9 bulan, seorang ibu akan memasuki fase menyusui. Tak dapat dikatakan mudah, bisa dibilang fase menyusui bayi selama kurang lebih 2 tahun ini cukup menantang. Salah satunya adalah ketika ASI tersumbat yang jika dibiarkan dapat mengakibatkan ibu demam hingga mengalami mastitis.Jika dicoba mengesampingkan momen-momen manis dan kedekatan dengan si kecil saat menyusui, sebenarnya menyusui perlu kekuatan mental dan juga fisik. Mulai dari payudara membengkak, puting lecet, ASI tersumbat, semuanya bisa berdampak pada aktivitas sehari-hari serta suplai ASI untuk buah hati.

Tanda-tanda ASI tersumbat

Sangat mudah mengenali tanda-tanda ASI tersumbat yaitu ketika ada benjolan keras di dalam payudara. Jika dibiarkan, benjolan ini bisa mengakibatkan mastitis.ASI tersumbat terjadi ketika payudara tidak benar-benar kosong setelah menyusui atau pompa ASI. Kondisi lain yang bisa menyebabkan ASI tersumbat adalah ketika sesi pompa terlewat, bayi tidak menyusu, atau sedang mengalami stres.Tanda-tanda ASI tersumbat adalah:
  • Benjolan di dalam payudara
  • Rasa nyeri dan bengkak di dekat benjolan
  • Rasa tidak nyaman yang hilang setelah menyusui atau memerah ASI
  • Rasa nyeri ketika fase let down reflex terjadi
  • Bintik putih di puting susu
  • Benjolan dalam payudara bisa bergeser
  • Suplai ASI menurun
Sayangnya, ASI tersumbat tak akan sembuh dengan sendirinya jika tidak diatasi. Justru, bisa menjadi semakin parah dan menjadi mastitis. Ibu menyusui bisa merasakan demam karena infeksi yang terjadi. Ini merupakan indikasi terjadinya mastitis.Selain demam, mastitis biasanya juga disertai rasa hangat di seluruh payudara. Ketika menyusui atau memerah ASI pun, akan muncul sensasi terbakar dan rasa tidak nyaman.Mastitis adalah masalah seputar menyusui yang cukup umum, terjadi pada tiap 1 dari 10 ibu menyusui. Orang yang pernah mengalaminya pun bisa kembali merasakannya. Jika mastitis tidak diatasi, bisa tercipta akumulasi nanah atau abses yang perlu dioperasi.

Penyebab ASI tersumbat dan cara mencegahnya

Disadari maupun tidak, ASI tersumbat bisa terjadi karena berbagai hal, seperti:
  • Mengenakan bra dengan ukuran tidak sesuai
  • Melewatkan sesi menyusui atau memerah ASI
  • Menyusui hanya di satu sisi payudara saja
  • Masalah perlekatan dengan mulut bayi
  • Kondisi tongue tie atau lip tie pada bayi
  • Merokok
  • Stres dan kelelahan
  • Kekurangan nutrisi
  • Puting mengalami luka
  • Pengalaman mengalami mastitis sebelumnya
Mengingat ada banyak hal yang memicu ASI tersumbat, ibu menyusui perlu tahu cara mencegahnya. Pastikan selalu mengeluarkan ASI baik dengan menyusui maupun memerah secara teratur. ASI yang tidak kunjung dikeluarkan justru menyebabkan benjolan yang menimbulkan rasa nyeri.Selain itu, ibu menyusui juga bisa memerah ASI setiap usai menyusui si kecil untuk memastikan payudara benar-benar kosong. Saat menyusui atau memerah pun, sebisa mungkin pijat area payudara secara merata ke arah areola untuk membantu distribusi ASI keluar.

Cara mengatasi ASI tersumbat

Ketika mulai terasa tanda-tanda ASI tersumbat berupa nyeri dan muncul benjolan di payudara, jangan tunda untuk mengatasinya. Hentikan aktivitas apapun yang tengah dilakukan sebelum masalah sumbatan ASI ini menjadi lebih parah.Cara yang bisa dilakukan adalah:
  • Fokus pada payudara yang tersumbat

Entah itu dengan menyusui langsung maupun memerah ASI, fokuslah untuk mengeluarkan ASI dari payudara yang tersumbat. Terkadang ini terasa melelahkan karena aliran ASI tidak selancar payudara yang tidak bermasalah, namun jangan menyerah.Ketika menyusui langsung, tawarkan payudara yang tersumbat kepada si kecil. Bayi cenderung menghisap lebih kuat di payudara yang pertama ditawarkan karena mereka merasa lebih lapar.
  • Pijat dan kompres hangat

Meski terasa sakit, sebisa mungkin pijat area yang mengeras di dalam payudara. Pijat bisa dilakukan sendiri, bersama orang lain, atau menggunakan alat seperti lactation massager. Alat ini bisa bergetar secara otomatis dan membantu memecah sumbatan agar ASI tidak lagi tersumbat.Selain itu, coba berikan kompres hangat di payudara yang tersumbat. Merendam payudara di baskom berisi air hangat juga dapat membantu melancarkan aliran ASI. Jika memungkinkan, mandi shower dengan air hangat juga bisa membantu memecah sumbatan.
  • Terus menyusui

Dibandingkan dengan hisapan alat pompa ASI secanggih apapun, hisapan bayi jauh lebih ampuh mengosongkan payudara. Untuk itu, terus tawarkan payudara yang tersumbat kepada si kecil. Apabila mereka menolak karena aliran ASI kurang lancar, coba ganti posisi menyusui yang lain.Selain itu, jangan sepelekan puting yang lecet karena bisa menjadi pintu masuk bakteri baik dari kulit maupun mulut bayi. Bakteri ini yang menyebabkan ibu menyusui mengalami mastitis.Apabila ASI tersumbat sudah berkembang menjadi mastitis, perlu diberikan antibiotik untuk mengobati infeksinya. Umumnya, dokter akan meresepkan obat untuk periode 10 hari dan harus dihabiskan dengan tuntas. Konsultasikan dengan dokter perkembangan dari hari ke hari.Pastikan selalu menjaga kebersihan payudara, bra yang digunakan, alat perah ASI, serta mulut bayi pada setiap sesi menyusui.Bagi ibu baru, jangan ragu meminta pasangan, saudara, atau bantuan lain untuk memegang bayi jika merasa terlalu lelah. Sangatlah krusial untuk tetap memperhatikan diri sendiri atau self love demi menghindari stres, salah satu pemicu ASI tersumbat.
bayi & menyusuiibu dan anakproduksi asi
Healthline. https://www.healthline.com/health/breastfeeding/clogged-milk-duct
Diakses pada 7 September 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322965
Diakses pada 7 September 2020
Kelly Mom. https://kellymom.com/bf/concerns/mother/mastitis/
Diakses pada 7 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait