logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Wanita

Payudara Keras Bikin Khawatir, Kenali Berbagai Penyebabnya

open-summary

Payudara yang keras dan terlihat bengkak bisa disebabkan oleh engorgement, perubahan hormon menjelang menstruasi, infeksi, dan tumor payudara. Untuk mengobatinya, Anda bisa mengompres dengan air hangat untuk meredakan nyeri dan melunakannya. Setelah itu, periksakan kondisi Anda ke dokter.


close-summary

3.43

(7)

26 Okt 2020

| Dina Rahmawati

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Payudara keras bisa disebabkan oleh perubahan hormon, kehamilan, dan engorgement

Payudara keras dapat terjadi karena infeksi

Table of Content

  • Penyebab payudara keras
  • Apa yang harus dilakukan jika payudara mengeras?

Apakah Anda mengalami payudara terasa keras? Dalam kondisi normal, payudara harus memiliki konsistensi yang lembut dan tidak keras. Akan tetapi, beberapa kondisi bisa menyebabkan payudara mengeras atau lebih padat.

Advertisement

Masalah ini bisa terjadi untuk sementara waktu atau bahkan permanen. Meski tidak selalu berbahaya, payudara keras tetap perlu diwaspadai. Sebab payudara merupakan salah satu bagian tubuh yang penting bagi wanita.

Penyebab payudara keras

Penumpukan ASI bisa menyebabkan payudara keras
Penumpukan ASI bisa menyebabkan payudara keras

Berikut adalah sejumlah kemungkinan penyebab payudara keras yang mungkin terjadi pada wanita:

1. Menjelang menstruasi

Saat menjelang menstruasi, kadar estrogen dan progesteron naik-turun. Kedua hormon tersebut dapat meningkatkan ukuran maupun jumlah saluran dan kelenjar payudara. Tidak hanya itu, dua hormon tersebut juga menyebabkan payudara menahan lebih banyak cairan.

Kondisi ini bisa menyebabkan payudara terasa keras dan berat untuk sementara. Anda mungkin juga mengalami nyeri pada payudara bahkan bisa menjalar ke ketiak. Perubahan yang berhubungan dengan siklus menstruasi ini biasanya memengaruhi kedua payudara. 

2. Kehamilan

Payudara yang membengkak atau terasa keras dapat menjadi salah satu tanda awal kehamilan. Ukuran payudara juga akan tampak lebih besar dari biasanya. Kondisi ini dimulai sekitar satu hingga dua minggu setelah pembuahan. 

Pembengkakan terjadi karena perubahan hormon kehamilan di dalam tubuh. Selain perubahan pada payudara, gejala awal kehamilan lain yang mungkin Anda alami, yaitu berhenti menstruasi, mengeluarkan bercak vagina, dan morning sickness.

3. Engorgement

Engorgement adalah kondisi payudara membengkak karena terlalu banyak ASI yang menumpuk di payudara dan tidak dikeluarkan. Kondisi ini dapat menyebabkan payudara keras, hangat, nyeri berdenyut, dan kemerahan. 

Selain itu, Anda juga mungkin mengalami demam ringan. Pembengkakan lebih sering terjadi pada minggu pertama menyusui. Meski demikian, kondisi ini bisa terjadi kapan saja, terutama ketika Anda tidak menyusui bayi.

4. Infeksi

Infeksi payudara atau mastitis umumnya terjadi pada ibu menyusui. Kondisi ini muncul ketika bakteri menginfeksi jaringan payudara melalui saluran air susu maupun luka di puting atau tersumbatnya saluran air susu. 

Mastitis dapat menyebabkan payudara membengkak, keras, nyeri, kemerahan, dan timbulnya benjolan di payudara. Pada kasus yang parah, mastitis bisa menimbulkan abses atau timbunan nanah yang membuat payudara keras.

Selain mastitis, infeksi jamur juga dapat menyerang payudara. Kondisi ini dapat ditandai dengan nyeri payudara; puting yang bersisik, pecah-pecah, dan gatal.

5. Tumor

Fibroadenoma mammae (FAM) adalah tumor jinak pada payudara. Tumor ini memiliki konsistensi yang lebih padat dan ukuran yang membesar lama sehingga bisa membuat payudara keras. FAM lebih sering terjadi pada wanita berusia 14-35 tahun, tapi bisa juga terjadi pada semua usia.

Kondisi ini ditandai dengan adanya benjolan padat yang mudah dipindahkan, keras atau kenyal, dan tanpa rasa sakit. Anda dapat memiliki satu benjolan FAM atau lebih pada salah satu atau kedua payudara.

6. Kanker

Awalnya, sebagian besar kanker payudara tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, pada tahap lebih lanjut penyakit ini dapat menyebabkan gejala berupa:

  • Benjolan di payudara yang terasa keras dan tidak nyeri
  • Keluarnya cairan atau darah dari puting
  • Perubahan pada areola atau kulit di sekitar puting
  • Payudara terasa hangat atau gatal
  • Kulit payudara menebal atau memiliki tekstur yang menyerupai kulit jeruk.

Jika khawatir dengan kondisi payudara Anda, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter untuk menentukan penyebab payudara keras.

Baca Juga

  • 5 Bentuk Puting Payudara Wanita yang Tak Selalu Sama
  • Pembengkakan Payudara dari Kondisi Ringan hingga Berat
  • Ini Ciri-ciri Payudara yang Baik dan Sehat, Kaum Hawa Perlu Tahu

Apa yang harus dilakukan jika payudara mengeras?

Payudara keras bisa diredakan dengan mengonsumsi obat antinyeri
Payudara keras bisa diredakan dengan mengonsumsi obat antinyeri

Saat payudara terasa bengkak dan keras seperti batu, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk meredakannya sementara waktu, seperti:

  • Jangan menekan payudara dengan keras karena bisa membuat payudara terasa nyeri dan tidak nyaman
  • Meletakkan kompres air hangat pada payudara untuk membantu menenangkan dan melunakannya
  • Jangan menggunakan bra yang ketat karena bisa membuat payudara mengencang dan nyeri
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti asetaminofen atau ibuprofen, apabila payudara keras disertai rasa nyeri.
  • Lakukan SADARI untuk deteksi dini kanker payudara. SADARI dapat dilakukan secara rutin setiap bulan, pada 7-10 hari setelah hari pertama haid terakhir Anda

Jika keluhan masih terus berlanjut, maka sebaiknya periksakan langsung kondisi Anda ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui penyebab awal gangguan ini bisa muncul dan memberikan perawatan yang paling sesuai.

Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar payudara keras, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

kanker payudaramastitistumor jinak payudarapayudara

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved