Payudara Keras Bikin Khawatir, Kenali Berbagai Penyebabnya


Payudara keras tentu bisa terasa tidak nyaman, dan membuat khawatir. Namun, jangan dulu berpikir ini merupakan kanker karena ternyata bisa disebabkan oleh berbagai hal.

(0)
26 Oct 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Payudara keras bisa disebabkan oleh berbagai halPayudara keras dapat terjadi karena infeksi
Apakah Anda mengalami payudara terasa keras? Dalam kondisi normal, payudara harus memiliki konsistensi yang lembut dan tidak keras. Akan tetapi, beberapa kondisi bisa menyebabkan payudara mengeras atau lebih padat.Masalah ini bisa terjadi untuk sementara waktu atau bahkan permanen. Meski tidak selalu berbahaya, payudara keras tetap perlu diwaspadai. Sebab payudara merupakan salah satu bagian tubuh yang penting bagi wanita.

Penyebab payudara keras

Berikut adalah sejumlah kemungkinan penyebab payudara keras yang mungkin terjadi pada wanita:

1. Menjelang menstruasi

Saat menjelang menstruasi, kadar estrogen dan progesteron naik-turun. Kedua hormon tersebut dapat meningkatkan ukuran maupun jumlah saluran dan kelenjar payudara. Tidak hanya itu, dua hormon tersebut juga menyebabkan payudara menahan lebih banyak cairan.Kondisi ini bisa menyebabkan payudara terasa keras dan berat untuk sementara. Anda mungkin juga mengalami nyeri pada payudara bahkan bisa menjalar ke ketiak. Perubahan yang berhubungan dengan siklus menstruasi ini biasanya memengaruhi kedua payudara. 

2. Kehamilan

Payudara yang membengkak atau terasa keras dapat menjadi salah satu tanda awal kehamilan. Ukuran payudara juga akan tampak lebih besar dari biasanya. Kondisi ini dimulai sekitar satu hingga dua minggu setelah pembuahan. Pembengkakan terjadi karena perubahan hormon kehamilan di dalam tubuh. Selain perubahan pada payudara, gejala awal kehamilan lain yang mungkin Anda alami, yaitu berhenti menstruasi, mengeluarkan bercak vagina, dan morning sickness.

3. Engorgement

Penumpukan ASI bisa menyebabkan payudara keras
Engorgement adalah kondisi payudara membengkak karena terlalu banyak ASI yang menumpuk di payudara dan tidak dikeluarkan. Kondisi ini dapat menyebabkan payudara keras, hangat, nyeri berdenyut, dan kemerahan. Selain itu, Anda juga mungkin mengalami demam ringan. Pembengkakan lebih sering terjadi pada minggu pertama menyusui. Meski demikian, kondisi ini bisa terjadi kapan saja, terutama ketika Anda tidak menyusui bayi.

4. Infeksi

Infeksi payudara atau mastitis umumnya terjadi pada ibu menyusui. Kondisi ini muncul ketika bakteri menginfeksi jaringan payudara melalui saluran air susu maupun luka di puting atau tersumbatnya saluran air susu. Mastitis dapat menyebabkan payudara membengkak, keras, nyeri, kemerahan, dan timbulnya benjolan di payudara. Pada kasus yang parah, mastitis bisa menimbulkan abses atau timbunan nanah yang membuat payudara keras.Selain mastitis, infeksi jamur juga dapat menyerang payudara. Kondisi ini dapat ditandai dengan nyeri payudara; puting yang bersisik, pecah-pecah, dan gatal.

5. Tumor

Fibroadenoma mammae (FAM) adalah tumor jinak pada payudara. Tumor ini memiliki konsistensi yang lebih padat dan ukuran yang membesar lama sehingga bisa membuat payudara keras. FAM lebih sering terjadi pada wanita berusia 14-35 tahun, tapi bisa juga terjadi pada semua usia.Kondisi ini ditandai dengan adanya benjolan padat yang mudah dipindahkan, keras atau kenyal, dan tanpa rasa sakit. Anda dapat memiliki satu benjolan FAM atau lebih pada salah satu atau kedua payudara.

6. Kanker

Awalnya, sebagian besar kanker payudara tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, pada tahap lebih lanjut penyakit ini dapat menyebabkan gejala berupa:
  • Benjolan di payudara yang terasa keras dan tidak nyeri
  • Keluarnya cairan atau darah dari puting
  • Perubahan pada areola atau kulit di sekitar puting
  • Payudara terasa hangat atau gatal
  • Kulit payudara menebal atau memiliki tekstur yang menyerupai kulit jeruk.
Jika khawatir dengan kondisi payudara Anda, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter untuk menentukan penyebab payudara keras.

Perawatan di rumah untuk payudara keras

Merawat payudara penting untuk dilakukan
Anda juga dapat melakukan beberapa tindakan perawatan di rumah untuk meredakan keluhan payudara yang keras, di antaranya:
  • Jangan menekan payudara dengan keras karena bisa membuat payudara terasa nyeri dan tidak nyaman
  • Meletakkan kompres air hangat pada payudara untuk membantu menenangkan dan melunakannya
  • Jangan menggunakan bra yang ketat karena bisa membuat payudara mengencang dan nyeri
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti asetaminofen atau ibuprofen, apabila payudara keras disertai rasa nyeri.
  • Lakukan SADARI untuk deteksi dini kanker payudara. SADARI dapat dilakukan secara rutin setiap bulan, pada 7-10 hari setelah hari pertama haid terakhir Anda
Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar payudara keras, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kanker payudaramastitistumor jinak payudarapayudara
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK535345/
Diakses pada 13 Oktober 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/fibroadenoma/symptoms-causes/syc-20352752
Diakses pada 13 Oktober 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/heavy-breasts#see-a-doctor
Diakses pada 13 Oktober 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/boobs-feel-heavy-and-sore#cancer
Diakses pada 13 Oktober 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/263566#7
Diakses pada 13 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait