Patuhi Larangan Ibu Hamil dengan Plasenta Previa Ini untuk Mencegah Komplikasi


Ada beberapa larangan ibu hamil plasenta previa yang perlu dihindari untuk mencegah komplikasi berbahaya. Larangan ini meliputi hindari beraktivitas secara berlebihan atau kelelahan, merokok, dan jangan mengabaikan gejalanya.

0,0
30 Jul 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Salah satu larangan ibu hamil plasenta previa adalah jangan beraktivitas secara berlebihan atau kelelahanIbu hamil yang memiliki plasenta previa tidak boleh kelelahan atau beraktivitas secara berlebihan
Plasenta previa adalah kondisi plasenta atau ari-ari menempel pada dinding rahim di tempat yang salah sehingga mendekati atau bahkan menutupi leher rahim yang merupakan jalan lahir. Kondisi ini berpotensi berbahaya bagi ibu hamil jika tidak ditangani. Ada pula sejumlah larangan ibu hamil dengan plasenta previa yang perlu ditaati guna membantu mengurangi risiko terjadinya komplikasi.Plasenta previa, yang juga dikenal sebagai plasenta letak rendah, adalah penyebab utama terjadinya perdarahan selama kehamilan. Kondisi ini dapat berubah seiring pertumbuhan janin.Dalam kondisi normal, plasenta biasanya bergerak naik dan menjauh dari leher rahim seiring bertambahnya usia kehamilan. Jika plasenta tidak naik, kondisi ini dapat menyebabkan serviks tersumbat dan memengaruhi proses kelahiran.

Penyebab dan faktor risiko plasenta previa

Penyebab plasenta previa belum diketahui secara pasti hingga saat ini. Namun, ada beberapa faktor yang dinilai dapat meningkatkan risikonya, di antaranya:
  • Pernah mengalami plasenta previa atau operasi rahim
  • Berusia 35 tahun atau lebih
  • Pernah keguguran
  • Kondisi bayi yang tidak biasa, misalnya sungsang atau melintang
  • Merokok
  • Pernah hamil
  • Plasenta besar
  • Pernah menjalani operasi caesar
  • Hamil anak kembar
  • Bentuk rahim tidak normal.

Larangan ibu hamil dengan plasenta previa

Plasenta letak rendah dapat terjadi pada 1 dari 200 kehamilan, Kondisi ini bisa berlangsung sementara atau bahkan sepanjang usia kehamilan. Untuk mengurangi risiko perdarahan, berikut adalah beberapa larangan ibu hamil dengan plasenta previa yang harus diperhatikan.

1. Jangan kelelahan atau beraktivitas secara berlebihan

Larangan ibu hamil plasenta previa yang utama adalah jangan kelelahan atau beraktivitas secara berlebihan. Sebaiknya Anda lebih banyak istirahat dan mengurangi sebagian besar aktivitas terlebih dahulu jika mengalami masalah ini.Bukan hanya itu, melakukan hubungan seksual atau memasukkan sesuatu ke dalam vagina, misalnya pemeriksaan digital, juga sebaiknya dihindari terlebih dahulu.Larangan ibu hamil dengan plasenta previa ini perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan pada plasenta yang dapat meningkatkan risiko perdarahan dan mengancam keselamatan Anda beserta janin.Maka dari itu, sebaiknya ibu dengan plasenta letak rendah menjalani bed rest dan pelvic rest saja.

2. Jangan abaikan gejala yang muncul

Larangan ibu hamil dengan plasenta previa selanjutnya adalah Anda tidak boleh mengabaikan gejala-gejala yang muncul. Beberapa gejala plasenta previa yang perlu Anda ketahui, di antaranya:
  • Kram perut atau nyeri tajam
  • Perdarahan setelah berhubungan intim
  • Perdarahan selama trimester kedua kehamilan
  • Perdarahan yang mulai, berhenti, dan mulai lagi dalam beberapa hari atau minggu kemudian.
Gejala plasenta letak rendah pada umumnya adalah perdarahan vagina tanpa diiringi rasa sakit, khususnya setelah usia kehamilan lebih dari 12 minggu. Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera kunjungi rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

3. Jangan menggunakan obat-obatan sembarangan

Ibu hamil dengan plasenta letak rendah juga dilarang menggunakan obat-obatan apa pun tanpa saran atau anjuran dari dokter kandungan.Selain itu, larangan ibu hamil dengan plasenta previa lainnya adalah merokok dan menggunakan produk tembakau.Usahakan untuk selalu menerapkan gaya hidup sehat dan ikuti seluruh saran dokter terkait kondisi plasenta previa yang Anda alami.

4. Tidak melahirkan secara normal

Jika kondisi plasenta previa tidak kunjung membaik, maka melahirkan normal melalui vagina kemungkinan tidak bisa dilakukan. Larangan ibu hamil dengan plasenta previa ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kontraksi rahim yang dapat menyebabkan perdarahan berbahaya.Maka dari itu, ibu hamil dengan plasenta letak rendah sebaiknya menerima dan mempersiapkan diri untuk melakukan operasi caesar sesuai dengan arahan dokter.

Penanganan plasenta previa

USG kehamilan
USG dapat dilakukan secara berkala untuk memantau plasenta previa
Pada kebanyakan kasus, plasenta previa dapat kembali normal dengan sendirinya seiring bertambahnya usia kehamilan. Posisi plasenta biasanya kembali normal setelah usia kehamilan 20 minggu.Namun, jika letak plasenta masih belum normal setelah 20 minggu, dokter kandungan Anda dapat melakukan pemantauan dengan USG selama 2-4 minggu sekali.Plasenta previa yang tidak mengalami perubahan memerlukan penanganan sesuai dengan kondisinya, seperti:
  • Jumlah perdarahan
  • Posisi plasenta dan bayi
  • Usia kehamilan
  • Kesehatan bayi
Dari berbagai pertimbangan di atas, pertimbangan utama dokter dalam memutuskan penanganan kondisi plasenta previa adalah jumlah perdarahan yang terjadi.
  • Penderita plasenta previa tanpa perdarahan atau perdarahan minimal disarankan untuk bed rest, pelvic rest, serta menghindari olahraga. Larangan ibu hamil plasenta previa yang telah disebutkan sebelumnya juga harus dihindari.
  • Jika plasenta previa terjadi dengan perdarahan hebat, penderitanya harus dirawat inap di rumah sakit dan mungkin memerlukan transfusi darah beserta mengonsumsi obat untuk mencegah persalinan prematur. Anda juga mungkin disarankan menjalani operasi caesar pada waktu terbaik bagi kondisi ibu dan bayi menurut dokter.
  • Pada kasus plasenta previa dengan perdarahan tidak terkendali, persalinan caesar darurat harus dilakukan.
Plasenta previa umumnya ditandai dengan perdarahan vagina. Namun, tidak semua perdarahan vagina merupakan gejala plasenta previa. Plasenta previa tanpa perdarahan juga bisa terjadi dan biasanya menyebabkan nyeri tajam atau kram perut.Jika Anda telah didiagnosis mengalami kondisi tersebut, jangan abaikan larangan ibu hamil plasenta previa di atas untuk menurunkan ancaman komplikasi yang dapat berbahaya bagi kehamilan Anda.Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
masalah kehamilanplasenta previaplasenta letak rendah
Parents. https://www.parents.com/pregnancy/complications/health-and-safety-issues/all-about-placenta-previa/
Diakses 19 Juli 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/placenta-previa#support
Diakses 19 Juli 2021
Carle. https://carle.org/conditions/placenta-previa
Diakses 19 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait