Patologis Adalah Diagnosis Lewat Sudut Pandang Pribadi, Ini Bahayanya bagi Korban


Patologis adalah perilaku menilai atau mendiagnosis orang lain bahwa ia menderita masalah kesehatan mental tertentu berdasar sudut pandang sendiri. Dampak perilaku ini dapat berpengaruh pada mental korbannya.

0,0
Patologis adalah perilaku menilai atau mendiagnosis orang lain bahwa ia menderita masalah kesehatan mental tertentu berdasar sudut pandang sendiriDampak perilaku patologis sangat besar pada korbannya
Self-diagnosis merupakan tindakan yang bisa membuat kondisi Anda semakin buruk. Dampak serupa juga dapat terjadi saat seseorang mendiagnosis orang lain karena melakukan tindakan yang tidak wajar untuk mereka, namun sebenarnya normal untuk dilakukan.
Sebagai contoh, Anda menganggap pasangan sebagai seorang paranoid karena terus meminta kabar. Padahal, hal tersebut sebenarnya normal untuk dilakukan sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang pasangan kepada Anda.Apa yang Anda lakukan tersebut merupakan salah satu contoh perilaku patologis. Apabila terus dilakukan, perilaku ini dapat berdampak buruk bagi mental orang yang menjadi korban.

Apa itu perilaku patologis?

Patologis adalah perilaku mendiagnosis orang lain berdasar sudut pandang sendiri. Umumnya, tolak ukur dari penilaian tersebut adalah sikap atau perilaku orang lain yang Anda anggap aneh dan tidak wajar. Padahal, bisa saja orang yang Anda diagnosis sebenarnya melakukan sesuatu yang normal.Perilaku patologis bisa dengan mudah Anda temui sehari-hari. Jenis perilaku ini dapat terjadi di berbagai macam lingkungan, mulai dari keluarga, persahabatan, sekolah, hingga tempat kerja.Dalam kehidupan sehari-hari, beberapa contoh perilaku patologis adalah sebagai berikut:
  • Mengatakan pasangan menderita gangguan mental tertentu karena mudah ngambek, padahal kondisi tersebut terjadi karena PMS (Premenstrual Syndrome)
  • Menilai anak menderita gangguan bipolar karena moody, padahal emosinya memang masih labil
  • Murid dianggap menderita ADHD karena tidak bisa diam, padahal anak pada usianya memang sedang aktif-aktifnya

Dampak perilaku patologis pada korban

Dampak perilaku patologis sangat besar pada korbannya. Saat korban menerima perilaku ini secara terus-menerus, bisa saja masalah kesehatan mental yang dituduhkan nantinya benar-benar muncul dan berkembang dalam diri mereka.Pada beberapa orang, perilaku ini juga dapat membuat korban memilih untuk mengasingkan diri dari lingkungan sosial. Kondisi ini biasanya terjadi pada anak-anak. Ketika anak “dituduh” menderita gangguan mental tertentu, mereka akan menarik diri karena malu. Tidak hanya itu, perilaku patologis juga berpotensi membuat buah hati meragukan kemampuan mereka. Anak juga akan sungkan saat harus berbagi pikiran dan perasaan mereka karena takut dicap buruk oleh orang lain.Jika Anda menjadi korban perilaku patologis dan terpengaruh secara mental, segera konsultasi dengan profesional. Penanganan yang dilakukan sedini mungkin dapat mencegah kondisi Anda bertambah parah.

Bagaimana cara menghindari perilaku patologis?

Melihat dampak buruk yang dapat ditimbulkan pada korbannya, Anda sebaiknya menghindari perilaku ini. Beberapa tindakan yang bisa dilakukan untuk mencegah perilaku patologis adalah sebagai berikut:
  • Didik diri untuk tidak berperilaku patologis

Didik diri Anda untuk tidak melakukan perilaku patologis karena dapat berdampak buruk bagi kesehatan mental korbannya. Bekali juga diri Anda dengan pengetahuan mengenai kesehatan mental dan masalah stigmatisasi agar bisa lebih memahami orang lain.
  • Kenali orang secara mendalam sebelum memberi penilaian

Sebelum menilai orang lain, kenali orang tersebut secara mendalam. Cobalah mencari tahu latar belakang dari sikap dan tindakan mereka yang Anda anggap aneh. Dengan begitu, Anda tidak akan sembarangan dalam memberikan penilaian.
  • Berpikir sebelum berbicara

Berpikir sebelum berbicara adalah cara yang paling ampuh untuk menghindari perilaku patologis. Pikirkan apa saja dampak negatif yang bisa ditimbulkan perkataan Anda pada orang lain.

Catatan dari SehatQ

Patologis adalah perilaku menilai atau mendiagnosis orang lain menderita masalah kesehatan mental tertentu berdasar sudut pandang sendiri. Perilaku ini dapat berdampak buruk terhadap kesehatan mental korbannya.Cara menghindari perilaku patologis dapat dengan mendidik diri dengan pengetahuan terkait kesehatan mental, mengenal orang lebih dalam sebelum memberikan penilaian, dan berpikir sebelum berbicara. Apabila perilaku ini memengaruhi mental Anda, segeralah berkonsultasi dengan profesional.Jika Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda dapat bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
kesehatan mentalgangguan mental
Very Well Mind. https://www.verywellmind.com/what-is-pathologizing-5195097
Diakses pada 20 Oktober 2021
Very Well Mind. https://www.verywellfamily.com/pathologizing-normal-gifted-behavior-1449128
Diakses pada 20 Oktober 2021
Better Help. https://www.betterhelp.com/advice/general/what-does-it-mean-to-pathologize/
Diakses pada 20 Oktober 2021
Good Therapy. https://www.goodtherapy.org/blog/psychpedia/pathologizing
Diakses pada 20 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait