Patch Test, Prosedur Tempelkan Puluhan Alergen untuk Ketahui Pemicu Alergi

Patch test adalah tes umum untuk mengetahui pemicu alergi Anda
Patch test yang umum dilakukan untuk mengetahui pemicu alergi

Begitu pentingnya mengetahui alergen atau pemicu alergi seseorang, rangkaian tes seperti patch test sangat direkomendasikan. Lewat tes semacam ini, bisa diketahui substansi penyebab alergi sehingga dapat dihindari atau setidaknya dicari penanganan yang tepat.

Lewat patch test, bisa diketahui apakah ada substansi yang disentuh, dihirup, atau ditekan menyebabkan alergi tertentu. Tentunya, perlu pemeriksaan lain yang lebih menyeluruh seperti tinjauan rekam medis dan tes darah untuk tahu reaksi sistem kekebalan tubuh.

Mekanisme patch test

Patch test adalah prosedur untuk mengidentifikasi penyebab seseorang mengalami alergi. Tes ini mudah, efisien, dan hasilnya diketahui dengan cepat. Namun sebelum melakukan patch test, ada prosedur yang perlu dilakukan.

Salah satunya pasien diminta berhenti mengonsumsi obat tertentu. Prosedur patch test akan dilakukan dengan menempel patch atau koyo di bagian punggung.

Dalam patch tersebut, ada 20-30 ekstrak alergen berbeda, misalnya makanan atau binatang tertentu yang diletakkan dalam lingkaran kecil (dots) dan bisa menempel ke kulit. Setelah ditempelkan, patch dibiarkan hingga 48 jam.

Selama periode ditempelnya patch, harus dipastikan area punggung tetap kering. Artinya, orang yang sedang menjalani patch test tidak boleh berkeringat, mandi, atau terkena cipratan air.

Setelah 48 jam, patch akan dilepas oleh dokter. Tak lupa sebelum melepas, lokasi setiap patch di punggung akan diberi tanda dengan alat khusus. Dengan cara ini, dokter bisa mengeluarkan diagnosis ketika pasien kembali untuk evaluasi final.

Dalam periode menanti evaluasi final, orang yang menjalani patch test boleh mandi namun harus memastikan tanda di punggung tidak hilang. Terlebih, ada kemungkinan muncul sensasi gatal atau ruam di bekas ditempelkannya patch. Tunggu hingga waktu untuk konsultasi akhir dengan dokter.

Biasanya, evaluasi final dilakukan dalam periode 3-4 hari setelah patch pertama kali ditempel di punggung. Dokter akan mencatat reaksi sedetil mungkin untuk tahu substansi apa yang perlu dihindari, sekaligus mempertimbangkan perawatan yang bisa ditempuh.

Tidak seperti tes alergi lain, patch test tidak menyebabkan rasa nyeri sama sekali. Tidak ada prosedur suntikan sedikitpun, sehingga anak-anak yang sudah tumbuh besar juga bisa melalui prosedur ini selama mereka tahu bahwa patch harus dijaga tidak basah dalam periode tertentu.

Reaksi setelah patch test

Mengingat tujuan dari patch test adalah untuk mengetahui substansi penyebab alergi seseorang, maka atur ekspektasi akan muncul ruam atau rasa gatal di area punggung. Ketika hasil patch test positif, maka area kulit akan berwarna merah, ada tonjolan kecil, dan tentu saja sensasi gatal.

Beberapa reaksi bisa membuat orang yang menjalani patch test merasa tidak nyaman namun tidak terlalu signifikan. Setelah dokter memastikan apa substansi yang menyebabkan alergi, biasanya akan diaplikasikan obat oles steroid untuk meredakan ruam dan rasa gatal.

Kapan patch test tidak direkomendasikan?

Meskipun patch test termasuk prosedur yang aman dan tidak menimbulkan rasa sakit, ada kalanya beberapa kondisi tidak memungkinkan dilakukannya tes ini. Beberapa di antaranya:

  • Pernah mengalami reaksi alergi parah

Jika seseorang pernah mengalami reaksi alergi sangat parah, artinya tingkat sensitivitas terhadap substansi tertentu sangat tinggi. Bahkan, substansi dalam konsentrasi sedikit pun dapat menyebabkan reaksi alergi yang cukup parah. Reaksi alergi yang dapat mengancam nyawa disebut anaphylaxis.

  • Menjalani pengobatan

Sebelum menjalani patch test, individu yang bersangkutan akan diminta berhenti mengonsumsi pengobatan tertentu. Namun jika tidak memungkinkan untuk dihentikan, maka patch test sebaiknya tidak dilakukan.

Beberapa jenis obat yang dapat mengintervensi hasil patch test di antaranya obat antihistamin, anti-depresan, dan obat untuk mengatasi heartburn. Dokter akan menentukan apakah pengobatan itu bisa dihentikan sementara untuk patch test atau tidak.

  • Punya masalah kulit tertentu

Bagi penderita eksim atau psoriasis yang cukup parah hingga berdampak pada area punggung, artinya patch test tidak bisa dilakukan untuk sementara. Dikhawatirkan hasil dari patch test akan bercampur dengan reaksi masalah kulit sebelumnya sehingga akurasinya berkurang.

Selain patch test, ada beberapa pilihan tes alergi yang bisa disesuaikan dengan preferensi dan keluhan medis seseorang. Reaksi terhadap ekstrak alergen tertentu bisa diketahui dalam beberapa hari.

Namun perlu diingat bahwa patch test tidak selalu akurat. Selalu ada kemungkinan hasil false-positive atau false-negative. Bahkan bisa saja orang yang menjalani patch test untuk kedua kalinya dengan alergen yang sama, menghasilkan reaksi yang berbeda.

Jika sudah diketahui substansi tertentu yang bisa memicu alergi, bisa dibuat rencana penanganan seperti pengobatan, perubahan pola makan, atau penggantian lingkungan rumah dan kantor. Dengan demikian, setidaknya substansi penyebab alergi bisa dihindari semaksimal mungkin.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/allergy-tests/about/pac-20392895

Diakses 19 April 2020

WebMD. https://www.webmd.com/asthma/allergy-tests-and-asthma#1

Diakses 19 April 2020

Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/patch-testing-for-contact-dermatitis-82758

Diakses 19 April 2020

Artikel Terkait