logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

Hendak Pasang Crown Gigi? Pahami Dulu Jenis dan Prosedur Pemasangannya

open-summary

Crown gigi adalah pemasangan selubung gigi palsu di atas gigi yang rusak. Tujuannya adalah untuk memperbaiki dan mengembalikan fungsi gigi yang telah rusak. Ada banyak jenis mahkota gigi tiruan yang bisa digunakan, mulai dari yang berbahan logam hingga resin.


close-summary

2023-03-30 13:40:17

| Annisa Amalia Ikhsania

Ditinjau oleh drg. Nina Hertiwi Putri

Crown gigi bertujuan untuk memperbaiki penampilan dan mengembalikan fungsi gigi yang telah rusak

Crown gigi umumnya diperlukan bila gigi asli Anda rusak, retak, atau patah

Table of Content

  • Jenis crown gigi yang tersedia
  • Proses pasang crown pada gigi
  • Berapa lama crown gigi akan bertahan?
  • Perawatan yang harus dilakukan setelah pemasangan crown pada gigi
  • Efek samping pasang crown atau mahkota gigi tiruan
  • Kapan pemasangan crown gigi dibutuhkan?

Pasang crown gigi atau dental crown adalah sebuah metode pemasangan selubung gigi palsu di atas gigi yang sudah rusak. Ketika dipasang di atas gigi yang rusak, mahkota gigi tiruan ini akan sepenuhnya membungkus bagian gigi yang muncul di atas gusi.

Advertisement

Apa sebenarnya tujuan pasang dental crown dan seperti apakah prosedurnya? Mari simak penjelasan di bawah ini.

Jenis crown gigi yang tersedia

Berdasarkan bahannya, mahkota tiruan gigi permanen dapat terbuat dari stainless steel, logam, resin, hingga keramik. Tiap jenis memiliki daftar harga yang berbeda. Oleh sebab itu, Anda bisa memilihnya sesuai keinginan dan kebutuhan.

Berikut macam-macam mahkota gigi atau jenis crown yang bisa dipilih:

1. Crown gigi logam

Jenis logam yang digunakan dalam pembuatan dental crown biasanya adalah emas atau campuran logam tertentu (seperti campuran kobalt-kromium dan nikel-kromium). Dental crown yang terbuat dari logam cenderung tidak mudah rusak dan dapat bertahan lama.

Namun karena warnanya yang sangat berbeda dengan gigi asli, jenis crown gigi ini umumnya menjadi pilihan untuk melapisi gigi yang tidak tampak dari luar, salah satunya geraham.

2. Crown gigi keramik atau porselen

Crown gigi keramik atau porselen kerap menjadi pilihan untuk melapisi bagian gigi yang tampak dari luar. Pasalnya, warna mahkota gigi tiruan ini memberikan tampilan warna yang serupa dengan gigi asli. Jenis dental crown ini juga cocok bagi Anda yang punya alergi terhadap logam.

3. Crown gigi campuran porselen dan logam

Serupa dengan keramik atau porselen, pelapis gigi yang terbuat dari campuran porselen dan logam juga terlihat lebih mirip dengan gigi yang asli. Karena itu,  jenis ini bisa menjadi pilihan yang baik untuk gigi depan maupun geraham.

Namun harap diingat bahwa bagian porselen pada dental crown ini bisa saja retak atau pecah. Apabila tepi gusi Anda mengerut, garis batas pelapis porselen dan bagian logam dari mahkota gigi ini bisa saja terlihat seperti garis gelap di dasar gigi.

4. Crown gigi resin

Mahkota tiruan gigi dari bahan resin umumnya lebih murah jika dibandingkan dengan crown gigi dari bahan lainnya.

Namun layaknya ‘pepatah ada harga, ada barang’, kualitas dental crown resin juga tidak sebagus dental crown yang lain. Pasalnya, bahan resin lebih cepat aus dan lebih mudah rusak atau retak.

5. Crown gigi stainless steel

Crown gigi dari baja tahan karat (stainless steel) adalah mahkota pracetak sementara. Ini berarti, Anda hanya menggunakannya untuk melindungi gigi yang rusak sampai dental crown permanen Anda selesai dibuat.

Mahkota gigi tiruan ini lebih umum digunakan oleh anak-anak, untuk melapisi gigi susu mereka yang sudah rusak. Ketika gigi permanen tumbuh untuk menggantikan gigi susu tersebut, dental crown akan ikut terdorong dan tanggal bersama gigi susu.

Baca juga: Ingin Implan Gigi? Kenali Dulu Proses Pemasangannya

Proses pasang crown pada gigi

Pasang crown gigi biasanya membutuhkan beberapa kali kunjungan ke dokter gigi. Jumlah kunjungan yang Anda perlukan akan tergantung pada kondisi gigi Anda.

Pasalnya, pemasangan dental crown baru bisa dilakukan apabila gigi tersebut sudah memenuhi syarat. Mulai dari gigi memiliki akar yang kuat, lubang yang ada telah ditambal, serta saraf gigi yang rusak telah dikeluarkan dengan prosedur perawatan saluran akar.

Lebih lanjut, berikut tahapan pemasangan yang akan Anda jalani:

1. Pemeriksaan dan persiapan

Pada kunjungan pertama, dokter gigi akan memeriksa kondisi gigi Anda. Anda diminta untuk menjalani rontgen gigi untuk melihat kondisi akar gigi atau struktur di sekitar gigi yang akan dipasang crown gigi.

Jika ditemukan lubang, pembusukan, kerusakan parah, atau risiko infeksi dan luka pada saraf gigi, Anda perlu menjalani perawatan saluran akar gigi terlebih dahulu.

Perawatan saluran akar gigi sendiri umumnya perlu dilakukan selama beberapa kali kunjungan. Pasalnya, prosesnya cukup rumit.

Bila tidak ada perawatan lain yang perlu dilakukan, dokter akan masuk ke tahap selanjutnya, yaitu pengurangan jaringan gigi.

2. Pembentukan jaringan gigi

Agar bentuk gigi yang akan dipasangi crown sesuai dan crown dapat menempel dengan baik, dokter harus melakukan pembentukan jaringan gigi. Proses ini dilakukan dengan mengurangi lapisan terluar gigi menggunakan bur gigi.

Sebelum lapisan tersebut dikurangi, dokter gigi akan membius area di sekitar gigi dan jaringan gusi. Dengan ini, Anda tidak akan merasa ngilu.

Pembentukan struktur gigi tersebut tergantung pada jenis crown gigi yang akan Anda gunakan. Contohnya, pengikisan dan pembentukan struktur gigi yang akan dilapisi crown gigi dari logam akan lebih sedikit karena bentuknya yang lebih tipis.

3. Pencetakan gigi

Jika bentuk gigi sudah dianggap sesuai, dokter gigi kemudian melakukan pencetakan pada gigi yang akan dipasangi crown. Dokter akan menggunakan bahan khusus.

Hasil pencetakan gigi nantinya akan digunakan untuk membuat mahkota sementara, maupun sebagai panduan pembuatan crown gigi permanen di laboratorium.

Sebelum dikirim ke laboratorium, dokter akan memilih warna crown yang cocok untuk gigi Anda. Warna mahkota gigi tiruan akan disesuaikan dengan gigi-gigi di sekitarnya, sehingga susunan gigi Anda tidak akan terlihat 'belang'.

Pada akhir dari kunjungan sebelum pemasangan, dokter akan memasangkan dental crown sementara. Langkah ini bertujuan menutupi dan melindungi gigi yang telah disiapkan untuk dipasangi mahkota gigi tiruan.

Proses pembuatan dental crown permanen umumnya akan memakan waktu sekitar 2-3 minggu. Jika terbuat dari porselen, dokter gigi akan memilihkan warna yang paling mendekati warna gigi asli Anda.

4. Pemasangan mahkota gigi

Setelah crown gigi selesai dibuat, dokter gigi akan melepas mahkota tiruan gigi sementara dan membersihkan sisa-sisa mahkota sementara, agar crown bisa menempel dengan baik.

Setelah itu, dokter gigi akan melakukan persiapan proses pasang dental crown permanen, seperti memasang tali khusus. Tali khusus ini dipasang agar gusi dapat turun saat pemasangan crown, membuat crown tertanam lebih baik di gusi, dan terlihat lebih alami.

Crown gigi akan dipasang menggunakan bahan khusus yang berfungsi sebagai lem, supaya bisa menempel dengan baik ke gigi aslinya. Sesudah proses pemasangan selesai dan terasa nyaman, Anda bisa langsung pulang.

Berapa lama crown gigi akan bertahan?

Umumnya, pemasangan mahkota tiruan pada gigi dapat bertahan 5-15 tahun. Lamanya waktu tersebut bergantung pada seberapa baik Anda menjaga kesehatan mulut, dan gigi serta melakukan kebiasaan yang bisa mencegah kerusakan mahkota tiruan setelah dipasang.

Jika sudah pasang mahkota gigi tiruan, Anda harus menghindari kebiasaan makan es, menggigit kuku, menggesekkan gigi, dan menggunakan gigi untuk membuka kemasan.

Perawatan yang harus dilakukan setelah pemasangan crown pada gigi

Ada beberapa langkah perawatan gigi yang biasanya disarankan oleh dokter gigi setelah Anda memasang crown gigi. Ada juga sejumlah pantangan setelah pemasangan crown gigi yang perlu Anda patuhi, yaitu:

  • Menghindari makanan bertekstur lengket dan kenyal, misalnya permen karet dan permen karamel. Jenis makanan ini berisiko menarik mahkota gigi tiruan Anda.
  • Menjauhi makanan bertekstur keras karena berpotensi membuat dental crown baru Anda patah.
  • Meminimalkan penggunaan sisi mulut atau gigi yang menggunakan mahkota gigi tiruan.
  • Tetap membersihkan gigi seperti biasa, dengan sikat gigi maupun benang gigi (dental floss). Dengan ini, sisa makanan tidak terselip dan menyebabkan penumpukan bakteri.

Baca juga: Tips Merawat Kesehatan Gigi dan Mulut Agar Bebas Bau Mulut

Efek samping pasang crown atau mahkota gigi tiruan

Saat prosedur pemasangan crown dilakukan mungkin tidak akan menyebabkan rasa sakit, karena adanya efek anestesi. Namun, setelahnya, gigi Anda mungkin akan menjadi lebih sensitif.

Gigi dapat sensitif terhadap suhu panas, dingin, dan ketika makan makanan tertentu. Jika gigi terasa tidak nyaman atau ngilu saat menggigit, maka ini bisa menjadi tanda bahwa crown dipasang terlalu tinggi.

Selain itu, seiring waktu, mahkota tiruan yang dipasang akan dapat terkikis. Hal ini bisa membuat crown menjadi longgar, yang menyebabkan bakteri dapat masuk dan sebabkan pembusukkan.

Bukan hanya longgar, mahkota gigi tersebut juga bisa patah akibat adanya tekanan yang besar, seperti saat makan makanan keras, atau mencoba membuka bungkus makanan dengan gigi.

Pemasangan crown gigi juga dapat menyebabkan alergi, yang ditandai dengan:

  • Sensasi terbakar pada mulut atau gusi
  • Pertumbuhan jaringan gusi secara berlebihan
  • Lidah mati rasa sebelah
  • Ruam di sekitar mulut
  • Nyeri otot dan sendi

Jika Anda mengalami gejala tersebut, maka segeralah berkonsultasi pada dokter.

Kapan pemasangan crown gigi dibutuhkan?

Pemasangan mahkota gigi tiruan ini mungkin Anda butuhkan ketika mengalami beberapa kondisi berikut:

  • Memperbaiki penampilan gigi yang patah atau rusak.
  • Melindungi gigi yang rentan mengalami kerusakan akibat pembusukan.
  • Menyatukan bagian-bagian gigi yang retak.
  • Mengembalikan fungsi gigi yang sudah rusak.
  • Menutupi dan melindungi gigi dengan lubang yang parah.
  • Menutupi gigi yang berubah warna, seperti menguning atau menghitam.
  • Menutupi implan gigi.

Jika berniat untuk pasang dental crown, Anda sebaiknya mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai prosedur dan hasilnya terlebih dahulu. Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter gigi sebelum memutuskan pemasangan crown gigi.

Advertisement

kesehatan gigifraktur gigigigi berlubang

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved