Pap Smear, Pemeriksaan Penting untuk Deteksi Kanker Serviks

Cara paling ampuh untuk mendeteksi kanker seviks adalah dengan tes Pap smear
Pap smear sangat dianjurkan untuk wanita yang telah menikah atau aktif secara seksual

Kanker serviks atau kanker leher rahim termasuk salah satu jenis kanker yang paling banyak menyerang wanita. Menurut data dari Kemenkes RI di tahun 2017, terdapat sekitar 15 ribu kasus kanker serviks yang dialami oleh wanita Indonesia tiap tahunnya.

Sementara pengetahuan masyarakat mengenai penyakit kanker ini masih tergolong minim. Untuk itu, mari bekali diri Anda dengan mengetahui cara mendeteksi kanker serviks yang ampuh, yaitu pemeriksaan Pap smear

Apa tujuan pemeriksaan Pap smear

Pap smear adalah jenis pemeriksaan yang dilakukan untuk melihat ada atau tidaknya kelainan sel yang dapat mengarah pada kanker serviks. Tes ini biasanya dilakukan sebagai bagian dari pemeriksaan panggul pada wanita. 

Tes Pap bertujuan mendeteksi sel-sel abnormal di serviks atau leher rahim, yang mungkin berpotensi menjadi sel kanker. Pada sejumlah kasus, melakukan pemeriksaan ini dapat membantu dalam mengidentifikasi dan mencegah kanker serviks berkembang lebih luas. 

Kapan Anda membutuhkan pemeriksaan Pap smear

Pemeriksaan Pap smear sejatinya perlu dilakukan sejak usia 21 tahun, atau ketika seorang wanita sudah menikah dan aktif berhubungan intim. Frekuensi tes ini berbeda-beda seiring bertambahnya usia kaum hawa. Berikut penjelasannya:

  • Wanita usia 21-29 tahun

Kelompok wanita pada usia ini disarankan untuk melakukan Pap smear secara rutin, setiap tiga tahun sekali. Namun mereka tidak perlu menyertakan tes Human Papilloma Virus (HPV).

  • Wanita di atas 30 tahun

Bagi Anda yang berusia di atas 30 tahun, Anda sebaiknya menjalani Pap smear setiap 3 tahun sekali, atau bisa setiap lima tahun sekali namun harus disertai tes HPV. Tes HPV perlu dilakukan karena merupakan penyebab kanker serviks.

  • Wanita berusia 65 tahun

Bagi wanita yang telah mencapai berusia 65 tahun, Anda boleh berhenti melakukan tes Pap, asal Pap smear yang Anda jalani sebanyak tiga kali berturut-turut selama 10 tahun terakhir, memberikan hasil negatif.

Pada kasus-kasus tertentu, dokter mungkin akan meminta Anda untuk melakukan tes Pap smear dengan frekuensi yang lebih sering. Misalnya bila Anda memiliki kondisi-kondisi berikut:

  • Hasil tes Pap Anda menunjukkan adanya sel-sel prakanker.
  • Sistem imun yang lemah, misalnya karena mengidap HIV, menjalani transplantasi organ dan kemoterapi, atau menggunakan kortikosteroid jangka panjang.
  • Mengalami paparan diethylstilbestrol (DES) sebelum lahir.
  • Memiliki anggota keluarga yang terkena kanker serviks.

Ini yang harus Anda persiapkan sebelum melakukan tes Pap smear

Ada beberapa hal yang perlu Anda persiapkan sebelum menjalani Pap smear. Persiapan yang kurang memadai bisa saja memengaruhi hasil tes. 

Beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan Pap smear meliputi:

  • Pastikan Anda tidak sedang menstruasi. Pasalnya, Pap smear saat menstruasi bisa membuat hasil pemeriksaan menjadi tidak akurat. 
  • Jangan melakukan hubungan seksual selama 2-3 hari sebelum pemeriksaan.
  • Tidak menggunakan tampon selama 2-3 hari sebelum tes. 
  • Jangan membersihkan vagina dengan douche selama 2-3 hari sebelum pemeriksaan.
  • Tidak menggunakan pelumas (cairan lubrikasi) selama dua hari sebelum tes. 
  • Hindari obat-obatan, spermisida, krim, atau gel yang dimasukkan ke dalam vagina selama 2-3 hari sebelum tes. Hal-hal ini dapat menghilangkan sel-sel abnormal yang mungkin terdapat di serviks. 

Bila Anda sedang hamil dan membutuhkan tes Pap, lakukanlah hingga usia kehamilan memasuki 24 minggu. Bila usia kehamilan sudah melewati 24 minggu, Pap smear bisa memicu rasa sakit yang parah.

Jika Anda berencana menjalani Pap smear pascapersalinan, tunggulah hingga 12 minggu setelah melahirkan. Dengan ini, hasilnya dapat lebih akurat. 

Bagaimana pemeriksaan Pap smear dilakukan? 

Pemeriksaan Pap smear umumnya berlangsung singkat, yakni sekitar 10-20 menit. Prosesnya akan dilakukan dengan urutan berikut ini:

  • Anda akan diminta untuk melepas pakaian dari bagian pinggang ke bawah. 
  • Anda akan berbaring di atas meja khusus dengan posisi kaki dibentangkan atau dilebarkan seraya menekuk lutut, seperti posisi melahirkan.
  • Dokter akan memasukkan alat yang disebut dengan spekulum ke dalam vagina. Alat ini berfungsi melebarkan vagina agar dokter dapat melihat serviks Anda sekaligus mengambil sampel jaringan dari leher rahim Anda.
  • Sampel tersebut akan dimasukkan ke dalam sebuah wadah khusus yang berisi tes pap dengan cairan, atau dioleskan dalam kepingan kaca khusus (tes Pap konvensional).
  • Sampel kemudian dibawa ke laboratorium untuk diperiksa. 

Setelah prosedur selesai, Anda dapat langsung pulang dan melakukan aktivitas normal seperti biasa. 

Anda mungkin akan merasa tidak nyaman hingga mengalami kram perut pada saat atau setelah prosedur. Selain itu, perdarahan ringan akibat terkena alat pemeriksaan sesaat setelah tes juga bisa terjadi.

Beri tahu dokter apabila Anda mengalami ketidaknyamanan atau perdarahan terus-menerus setelah pemeriksaan Pap smear

Bagaimana jika hasil Pap smear positif?

Sesudah prosedur Pap smear dilakukan, Anda tidak akan langsung menerima hasilnya. Hasil pemeriksaan akan Anda terima pada 1-3 minggu setelahnya. 

Jika pemeriksaan Pap menunjukkan hasil negatif, berarti tidak ada sel-sel abnormal di leher rahim Anda. Anda pun tidak perlu melakukan tes Pap untuk tiga tahun ke depan. 

Namun bagaimana jika hasil pemeriksaan Pap positif? Apakah ini otomatis menandakan Anda mengalami kanker serviks? 

Hasil tes Pap yang positif bukan berarti Anda pasti mengidap kanker serviks. Tes yang positif menunjukkan bahwa terdapat sel-sel abnormal pada serviks Anda, yang mungkin saja bersifat prakanker. 

Untuk memperjelas diagnosis, Anda bisa diminta untuk mengulangi pemeriksaan Pap smear. Dokter juga dapat menganjurkan Anda untuk melakukan jenis pemeriksaan lain, seperti kolposkopi dan biopsi. 

Catatan dari SehatQ

Tes Pap smear sangat penting dilakukan secara rutin. Dengan ini, kanker serviks bisa dideteksi sedini mungkin.

Tetapi ingatlah bahwa pemeriksaan Pap smear merupakan tes skrining. Tes ini bukanlah prosedur diagnosis yang dapat menentukan Anda terkena kanker serviks atau tidak. Butuh pemeriksaan lanjutan apabila Anda diduga memiliki sel-sel abnormal pada leher rahim Anda.

Konsultasikan dengan dokter kandungan untuk menjadwalkan Pap smear sesuai usia dan kebutuhan Anda. Dokter juga dapat memberikan informasi mengenai pemeriksaan apa saja yang Anda perlu lakukan jika hasil tes Pap Anda positif.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. http://www.depkes.go.id/development/site/depkes/index.php?cid=1-17073100005&id=cegah-kanker-serviks-kenali-lebih-dalam-pembunuh-nomor-satu-kaum-hawa
Diakses pada 17 Oktober 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/pap-smear
Diakses pada 17 Oktober 2019

WebMD. https://www.webmd.com/women/guide/pap-smear#1
Diakses pada 17 Oktober 2019

Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/what-is-it-like-to-get-a-pap-smear-3132772
Diakses pada 17 Oktober 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/pap-smear/
Diakses pada 17 Oktober 2019

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/sexual-health/pap-test.aspx
Diakses pada 17 Oktober 2019

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/003911.htm
Diakses pada 17 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed