Tidak Hanya Warna Putih, Ada Juga Panu Hitam. Ketahui Juga Penyebabnya!

Keringat yang berlebihan bisa menyebabkan rasa gatal dan terkena panu
Kulit yang terkena panu bisa menjadi kering, bersisik, dan terasa gatal

Panu adalah infeksi jamur, yang menyebabkan perubahan warna pada area kulit tertentu. Perubahan warna tersebut bisa menjadi lebih terang atau lebih gelap. Panu berbentuk bintik bulat atau oval, dan dapat menyatu menjadi besar.

Ini merupakan penyakit kulit yang umum terjadi, dan bukanlah hal yang berbahaya. Panu biasanya terdapat di lengan atas, dada, punggung, perut, dan leher.

[[artikel-terkait]]

Panu hitam muncul disertai gatal ringan

Bercak hitam seperti panu, seringkali membingungkan. Tahukah Anda, ternyata, panu memang tidak hanya berwarna putih, merah muda, maupun cokelat.

Panu bisa timbul dengan warna abu-abu dan hitam. Bercak ini pun dapat terlihat jelas pada kulit. Terkadang, anda juga mengalami gatal ringan saat mengalaminya.

Panu hitam ini sama dengan panu lainnya. Akan tetapi, untuk memastikan secara jelas, akan lebih baik bila anda memeriksakan panu hitam tersebut pada dokter.

7 Penyebab panu pada kulit

Panu disebabkan oleh jamur yang disebut Malassezia. Jamur ini biasa ditemukan pada kulit, tanpa menimbulkan masalah pada orang dewasa. Akan tetapi, jika jamur tersebut bertambah banyak dari biasanya, maka dapat menjadi panu.

Beberapa faktor ini dapat meningkatkan risiko anda terkena panu.

  • Tinggal di lingkungan yang hangat dan lembap
  • Paparan sinar matahari
  • Keringat berlebihan
  • Menggunakan pakaian yang ketat hingga membuat kulit tidak bernapas
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Malnutrisi
  • Penggunaan obat golongan kortikosteroid

Panu tidak berhubungan dengan kebersihan diri, dan tidak menyebar antarmanusia.

Gejala panu yang bisa diamati

Selain menyebabkan area kulit berbeda warna dari kulit di sekitarnya, panu juga dapat menimbulkan gejala berikut ini.

1. Timbul bercak di kulit

Gejala yang paling umum terjadi pada panu, yaitu timbulnya bercak berwarna putih, merah muda, merah atau cokelat pada kulit yang terinfeksi. Bercak ini bisa lebih terang atau lebih gelap dari kulit sekitarnya.

Jika anda memiliki bercak tersebut, segera gunakan obat antijamur.

2. Bintik-bintik yang berbeda dari kulit lainnya

Jika anda terkena panu, bintik-bintik akan muncul pada area kulit yang terinfeksi, sehingga menyebabkan teksturnya berbeda dari kulit lainnya.

3. Bintik-bintik terjadi di berbagai area kulit

Bintik-bintik dapat muncul lengan, punggung, dada, dan leher. Bahkan bintik-bintik tersebut dapat berkelompok, membentuk bulatan yang besar.

4. Kulit kering, bersisik, dan gatal

Area kulit yang terkena panu dapat juga menjadi kering, bersisik, dan terasa gatal. Hal itu tentu akan membuat anda merasa tidak nyaman. Akan tetapi, hal keadaan tersebut jarang terjadi.

Gejala panu dapat menghilang selama cuaca dingin, tapi menjadi buruk selama cuaca hangat dan lembap.

Pilihan perawatan untuk mengatasi panu

Anda dapat mengatasi panu dengan menggunakan antijamur topikal, atau pil antijamur. Jenis perawatan akan tergantung pada ukuran, lokasi, dan ketebalan area yang terinfeksi.

1. Antijamur topikal

Antijamur topikal dapat berupa krim, losion, sabun, dan shampo. Anda dapat langsung mengaplikasikannya pada kulit yang terinfeksi. Antijamur topikal dapat menjaga pertumbuhan jamur tetap terkendali.

Anda bisa membeli antijamur topikal secara bebas, meski kadang, ada yang membutuhkan resep dokter.

2. Pil Antijamur

Pil Antijamur digunakan untuk panu yang lebih serius, atau terjadi secara berulang. Pil antijamur diberikan dengan resep dokter, dan dapat menimbulkan efek samping. Oleh sebab itu, dokter akan memantau penggunaan obat ini.

Dua pilihan perawatan tersebut hanya dapat menghilangkan infeksi jamur. Sementara itu, pemulihan perubahan warna kulit yang terjadi memerlukan waktu yang lebih lama.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/pityriasis-versicolor/
Diakses pada 12 Mei 2019

WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/tinea-versicolor-cause-symptoms-treatments
Diakses pada 12 Mei 2019

SOCS. http://skinofcolorsociety.org/dermatology-education/tinea-versicolor/
Diakses pada 12 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed