logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kulit & Kecantikan

Pantangan Penyakit Vitiligo dari Segi Pola Makan yang Perlu Dihindari

open-summary

Ada beberapa jenis makanan pantangan penyakit vitiligo yang sebaiknya dihindari karena diyakini dapat memperparah kondisi vitiligo yang Anda alami.


close-summary

3.76

(54)

8 Jul 2020

| Annisa Amalia Ikhsania

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Pantangan penyakit vitiligo bisa melalui pola makan

Ada beberapa jenis makanan pantangan penyakit vitiligo yang sebaiknya diperhatikan

Table of Content

  • Apa itu penyakit vitiligo?
  • Pantangan penyakit vitiligo dari segi pola makan
  • Anjuran makanan yang boleh dikonsumsi penderita vitiligo
  • Cara mengobati vitiligo
  • Catatan dari SehatQ

Vitiligo adalah penyakit kulit yang menyebabkan sel melanosit tidak mampu memproduksi melanin pembentuk pigmen kulit. Meski tidak dapat disembuhkan secara total, nyatanya ada beberapa jenis makanan pantangan penyakit vitiligo yang sebaiknya dihindari karena diyakini dapat memperparah kondisi vitiligo yang Anda alami. Apa sajakah itu?

Advertisement

Apa itu penyakit vitiligo?

Vitiligo adalah suatu penyakit yang menyerang pigmen kulit. Pada kondisi normal, warna kulit, rambut, dan mata ditentukan oleh suatu pigmen yang disebut melanin.

Namun pada kasus vitiligo, sel-sel yang membentuk melanin akan berhenti berfungsi atau mati (depigmentasi) sehingga terbentuklah bercak-bercak putih pada kulit. 

Walaupun belum ada cara mencegah dan mengobati kondisi vitiligo, penyakit ini diduga dapat dikendalikan dengan menerapkan pola makan tertentu.

Pantangan penyakit vitiligo dari segi pola makan

Menurut Vitiligo Support International, orang-orang dengan penyakit vitiligo mungkin mengalami kekurangan sejumlah nutrisi tubuh tertentu.

Meski demikian, belum ada hasil studi ilmiah yang membuktikan adanya jenis-jenis makanan yang dapat memperbaiki atau memperburuk kondisi penyakit ini.

Hanya sejumlah bukti anekdot menunjukkan bahwa beberapa orang dengan penyakit vitiligo mengalami reaksi negatif saat mengonsumsi makanan jenis tertentu. Terutama jenis makanan yang mengandung agen depigmentasi hydroquinone.

Berikut adalah pantangan penyakit vitiligo dari segi makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari:

  • Kelompok buah-buahan beri, termasuk ceri, stroberi, raspberry, blueberry, dan blackberry;
  • Buah-buahan citrus (jeruk dan lemon), delima, tomat, anggur;
  • Produk olahan susu, seperti susu, keju, yogurt;
  • Sumber protein hewani, misalnya daging merah, daging sapi, ikan;
  • Makanan pedas;
  • Makanan berminyak dan mengandung lemak jahat;
  • Acar;
  • Makanan olahan gandum;
  • Makanan cepat saji;
  • Minuman soda;
  • Minuman berkarbonasi;
  • Minuman beralkohol;
  • Minuman berkafein, seperti teh dan kopi;
  • Cokelat.

Anjuran makanan yang boleh dikonsumsi penderita vitiligo

Selain makanan pantangan penyakit vitiligo, ada beberapa jenis makanan yang diyakini aman untuk dikonsumsi oleh penderita vertigo, yaitu:

1. Biji-bijian utuh

Salah satu jenis makanan yang tergolong aman dikonsumsi oleh penderita vitiligo adalah biji-bijian utuh. Biji-bijian utuh mengandung serat, vitamin, dan mineral yang baik untuk kesehatan tubuh.

Biji-bijian utuh, seperti oatmeal, mengandung banyak vitamin E yang dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh sekaligus melawan bakteri jahat. Dengan demikian, kulit bisa terjaga kesehatannya.

2. Sayur-sayuran

Meski sayuran sangat baik untuk kesehatan tubuh, ada beberapa jenis sayuran yang dipercaya memberi efek positif bagi penderita vitiligo.

Salah satunya adalah bayam. Bayam mengandung banyak nutrisi yang dapat meningkatkan regenerasi kulit dan memperbaiki kerusakan pembuluh darah dalam tubuh.

Selain itu, kubis juga baik dikonsumsi oleh penderita vitiligo. Sebab, mengandung berbagai nutrisi dan zat-zat yang membantu tubuh dalam melawan zat-zat berbahaya.

3. Lemak sehat

Penderita vitiligo disarankan untuk mengonsumsi lemak sehat. Lemak sehat dapat diperoleh melalui minyak zaitun dan beberapa jenis kacang-kacangan. 

Namun, ada jenis kacang-kacangan yang menjadi pantangan penyakit vitiligo, yaitu kacang pistachio dan kacang mede.

4. Ginkgo biloba

Sebuah hasil studi yang dimuat dalam Clinical and Experimental Dermatology mengemukakan bahwa ekstrak ginkgo biloba dapat menurunkan risiko penyebaran depigmentasi vitiligo.

Selain jenis makanan yang telah disebutkan di atas, penting pula memperkuat sistem imun tubuh dengan makanan yang mengandung phytochemical, betakaroten, dan antioksidan. Misalnya, pisang, apel, sayur kale, buah bit, wortel, lobak, dan kurma.

Berbagai jenis makanan dan minuman pantangan penyakit vitiligo yang perlu dihindari di atas mungkin belum tentu efektif bagi semua penderita vitiligo. 

Maka dari itu, anjuran dan pantangan penyakit vitiligo dari segi makanan di atas tidak dapat disamaratakan bagi seluruh penderita vitiligo.

Cara mengobati vitiligo

Sebenarnya pengobatan vitiligo bertujuan untuk memperbaiki penampilan kulit, tetapi tidak dapat menyembuhkan penyakit ini seutuhnya.

Cara mengobati vitiligo ditujukan terutama untuk memperbaiki estetika atau penampilan kulit dengan cara mengembalikan warna kulit seperti semula.

Menjalani pengobatan medis memerlukan kesabaran karena membutuhkan waktu yang cukup lama sebelum Anda memperoleh manfaatnya. 

Berikut adalah sejumlah pengobatan medis yang dapat dijalani oleh pengidap vitiligo.

1. Obat oles kortikosteroid

Dokter dapat meresepkan salep yang mengandung kortikosteroid untuk mengembalikan warna kulit penderita vitiligo. Secara umum, warna kulit Anda dapat merata setelah menjalani perawatan selama 4-6 bulan.

Kendati demikian, penggunaan obat oles kortikosteroid ini harus dalam pengawasan dokter. Pasalnya, penggunaan obat oles kortikosteroid dalam jangka panjang dapat mengakibatkan kondisi kulit menjadi tipis, kering, dan rapuh.

2. Asupan vitamin D

Penderita vitiligo disarankan untuk menghindari paparan sinar matahari langsung karena dapat berdampak buruk terhadap kulit. Padahal, vitamin D merupakan salah satu sumber penting untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi.

Oleh karena itu, sebagian besar penderita vitiligo membutuhkan asupan vitamin D baik melalui sumber makanan, seperti minyak ikan, serta suplemen vitamin D guna memastikan kecukupan vitamin D dalam tubuh.

3. Terapi cahaya (fototerapi)

Cara pengobatan vitiligo ini dilakukan apabila bercak-bercak vitiligo yang dialami sudah menyebar luas dan tidak dapat ditangani dengan obat oles kortikosteroid. 

Terapi ini menggunakan cahaya ultraviolet B (UVB) untuk mengembalikan warna kulit yang terkena vitiligo.

Banyak penderita vitiligo mengaku dapat sembuh melalui terapi ini. Meski begitu, bercak vitiligo bisa kembali muncul dalam kurun satu hingga empat tahun setelah perawatan usai.

4. Terapi PUVA

Terapi PUVA dilakukan dengan mengombinasikan penembakan sinar ultraviolet A (UVA) dengan obat psoralen (dapat diminum atau dioles). 

Bahkan, sekitar 50-70% penderita vitiligo mengaku terbantu dengan perawatan yang bertujuan untuk mengembalikan warna kulit pada area wajah, dada, lengan atas, dan tungkai kaki bagian atas.

5. Operasi cangkok kulit

Operasi cangkok kulit dilakukan dengan mengambil kulit tubuh yang tidak terdapat bercak putih, kemudian digunakan untuk melapisi kulit yang mengalami vitiligo.

Pengobatan vitiligo ini mungkin disarankan apabila penggunaan obat-obatan dan terapi tidak dapat efektif mengobatinya.

Meski belum ada cara mengobati vitiligo yang menjamin penderitanya dapat sembuh total, beberapa perawatan di atas mungkin bisa membantu Anda dalam menyamarkan bercak vitiligo Anda.

Namun, perlu diingat bahwa efek perawatan yang satu dan lainnya tentu bisa berbeda-beda reaksinya, tergantung pada kondisi Anda.

Jadi, pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis kulit sebelum menentukan jenis perawatan yang tepat.

Catatan dari SehatQ

Vitiligo adalah penyakit kulit ketika  melanosit tidak mampu memproduksi melanin pembentuk pigmen kulit.

Meski tidak dapat disembuhkan secara total, ada beberapa jenis makanan pantangan penyakit vitiligo yang sebaiknya dihindari. 

Anda juga perlu memaksimalkannya dengan melakukan pengobatan vitiligo lainnya guna menurunkan risiko penyebaran bercak-bercak putih pada kulit.

Masih punya pertanyaan lain seputar pantangan penyakit vitiligo? Tanyakan langsung dengan dokter lewat aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Caranya, unduh aplikasi sekarang melalui App Store dan Google Play.

Baca Juga

  • Ini Cara Mengobati Eksim yang Mudah Dilakukan di Rumah
  • Pilihan Obat Gatal Kulit di Apotek yang Ampuh Serta Perawatan Rumahan Lainnya
  • Ini Salep Kurap dan Obat agar Kulit Kembali Sehat

Advertisement

vitiligopenyakit kulit

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved