7 Pantangan Penyakit Campak pada Anak, Jangan Sampai Kecolongan!

(0)
02 Jul 2020|Azelia Trifiana
Beraktivitas di luar rumah adalah salah satu pantangan yang harus dijalani selama anak campakAnak terkena campak tidak boleh terlalu banyak beraktivitas di luar rumah
Ruam yang muncul ketika anak menderita penyakit campak terkadang bisa disalahartikan sebagai penyakit lain, tak lain karena bentuknya yang serupa. Jika sudah terkonfirmasi anak menderita campak, ada beberapa pantangan penyakit campak pada anak, seperti sebisa mungkin tidak keluar rumah dan tidak kontak langsung dengan orang yang rentan alami infeksi.Tentunya langkah pencegahan terbaik untuk penyakit campak adalah dengan mendapatkan vaksinasi. Jenis vaksinasi untuk penyakit campak adalah MMR yang satu paket dengan rubella serta gondok. Anak bisa mendapatkan vaksinasi MMR mulai usia 12 bulan.

Pantangan penyakit campak pada anak

Ketika bayi masih menjalani ASI eksklusif, tubuhnya mendapatkan kekebalan pasif dari plasenta dan ASI sang ibu. Meski demikian, ada penelitian yang menyebut kekebalan tubuh bayi menurun ketika menginjak 2,5 bulan atau setelah tidak lagi menyusu. Di sinilah pentingnya memberikan vaksinasi MMR kepada anak.Namun jika sudah terkena campak, ada beberapa pantangan penyakit campak pada anak yang perlu dilakukan seperti:

1. Melakukan aktivitas terlalu banyak di luar rumah

Seaktif apapun, pantangan penyakit campak pada anak adalah beraktivitas di luar rumah seperti sekolah, daycare, atau tempat umum lainnya. Ini penting dilakukan agar tidak menularkan penyakit campak kepada anak-anak lain di sekitar. Utamanya, batasi aktivitas pada 4 hari pertama sejak ruam muncul di tubuh.

2. Melakukan kontak dengan orang lain

Selain tidak keluar rumah, batasi pula kontak dengan orang-orang yang rentan terinfeksi campak. Contohnya seperti bayi yang masih kecil, bayi yang belum mendapatkan vaksinasi MMR, atau orang-orang dengan masalah imunitas.

3. Bersin sembarangan

Mengingat campak sangat menular, pastikan selalu menutup mulut dan hidung ketika bersin atau batuk. Sediakan tisu dan langsung buang setelah digunakan. Namun jika tidak ada tisu, ajarkan anak untuk batuk atau bersin ke bagian dalam siku mereka, bukan ke tangan karena rentan menjadi media kontaminasi ke benda-benda lain.

4. Jarang mencuci tangan

Pantangan penyakit campak pada anak berikutnya adalah tidak mencuci tangan lebih sering. Idealnya, selalu cuci tangan anak setiap kali mereka bersin, batuk, atau menyentuh benda-benda di sekitar. Cara ini efektif untuk memastikan tidak ada bakteri atau virus di tangan. Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun setidaknya selama 20 detik.

5. Berbagi barang pribadi

Selalu gunakan barang pribadi tanpa berbagi dengan orang lain untuk memastikan perilaku higienis dan menghindari penularan. Contohnya barang-barang seperti sikat gigi, handuk, alat makan, hingga gelas. Apabila anak sudah sekolah atau dititipkan di daycare, berikan nama pada setiap barang pribadi mereka untuk menghindari tertukar.

6. Memberikan aspirin

Apabila campak pada anak disertai dengan demam yang membuat mereka tidak nyaman, tidak masalah memberikan obat penurun demam. Tentunya, atas supervisi dari dokter. Jenis obat penurun demam yang umum diberikan adalah ibuprofen dan acetaminophen. Sebaiknya hindari memberikan aspirin karena bisa meningkatkan risiko Reye’s syndrome, penyakit langka yang merusak otak dan liver.

7. Kurang minum

Jangan pernah membiarkan anak tidak mendapatkan asupan cairan yang cukup ketika sedang sakit. Apapun penyakitnya, yang harus diwaspadai adalah risiko terjadinya dehidrasi. Terlebih jika anak masih berada di usia cukup kecil dan belum bisa menyampaikan dengan jelas saat merasa haus, orangtua atau pengasuh harus peka kapan waktunya memberikan asupan cairan.Gejala-gejala penyakit campak seperti demam, muncul ruam, dada sesak, batuk, hingga mata berair bisa berlangsung hingga dua minggu. Namun demam biasanya hanya berlangsung 5 hari pertama.Masa paling menular adalah 4 hari pertama sejak ruam muncul. Ini disebut contagion period yang mengharuskan anak tetap berada di rumah. Bahkan jika di rumah ada orang yang belum mendapatkan vaksinasi campak, sebaiknya hindari kontak terlalu dekat.Untuk itu, penting agar selalu peka terhadap gejala penyakit campak yang muncul. Semakin awal diagnosis dan deteksi penyakitnya, penerapan pantangan penyakit campak pada anak juga lebih mudah.
penyakitibu dan anakcampak
Parents. https://www.parents.com/health/rashes/what-to-do-if-you-or-your-child-gets-the-measles/#:~:text=Take%20a%20fever%2Dreducing%20medication,damages%20the%20brain%20and%20liver.
Diakses pada 18 Juni 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/measles/diagnosis-treatment/drc-20374862
Diakses pada 18 Juni 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/measles
Diakses pada 18 Juni 2020
BMJ. https://www.bmj.com/content/340/bmj.c1626
Diakses pada 18 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait