Salah satu makanan tinggi kolesterol yang harus dihindari adalah daging yang diproses
Gorengan adalah salah satu pantangan makanan penderita kolesterol

Menahan lapar dan haus seharian tentu membuat Anda membayangkan menu buka puasa yang enak. Banyak orang yang akhirnya ‘kebablasan’ ketika memilih makanan untuk buka puasa, padahal ada pantangan makanan penderita kolesterol yang wajib dihindari.

Kolesterol merupakan kandungan seperti lilin yang terdapat dalam darah. Ketika tingkat kolesterol terlalu tinggi, maka kolesterol akan menumpuk pada pembuluh darah dan mengganggu peredaran darah.  

Salah satu cara mencegah tingkat kolesterol yang tinggi adalah dengan menjaga pola makan. Bukan berarti ketika bulan puasa Anda bebas menyantap apa pun yang Anda inginkan tanpa memerhatikan kesehatan tubuh.

Pantangan makanan penderita kolesterol

Berbagai makanan bermunculan saat bulan puasa dan hampir semua makanan-makanan tersebut terlihat menggiurkan dan memiliki rasa yang lezat. Namun, tidak semua makanan tersebut aman bagi penderita kolesterol. Berikut ini makanan yang wajib Anda hindari jika tingkat kolesterol Anda tinggi:

 1. Daging yang diproses

Salah satu makanan tinggi kolesterol yang harus dihindari adalah daging yang diproses, seperti sosis, daging asap, bakso, dan sebagainya.  Penelitian pada tahun 2017 menemukan bahwa konsumsi daging yang diproses dapat meningkatkan risiko terkena kanker usus. 

Namun, Anda juga perlu membatasi konsumsi daging sapi, domba, ayam dengan kulitnya, jeroan, produk susu, dan minyak sayur yang tersaturasi, seperti minyak kelapa, dan sebagainya.  

2. Gorengan

Sudah terbayang nikmatnya menyantap bakwan goreng hangat saat buka puasa nanti. Akan tetapi gorengan merupakan salah satu pantangan makanan penderita kolesterol. Makanan yang digoreng tinggi kolesterol dan mengandung banyak kalori.

Gorengan juga mengandung lemak trans (trans fat) yang dapat menurunkan kesehatan dan meningkatkan risiko penyakit jantung, obesitas, dan diabetes.  

3. Makanan cepat saji

Dengan alasan kepraktisan, Anda memilih makanan cepat saji untuk menu sahur. Padahal, serupa dengan gorengan, makanan cepat saji atau makanan yang telah diproses juga mengandung lemak trans.

Konsumsi makanan cepat saji dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, obesitas, diabetes. Selain itu, konsumsi makanan cepat saji juga dapat meningkatkan tingkat peradangan, mengganggu kadar gula dalam darah, dan menambah lemak pada perut.

4. Makanan manis

Anda pasti sudah membayangkan berbuka puasa dengan segelas es kelapa atau sop buah. Pasti segar dan nikmat! Sayangnya, penderita kolesterol harus berhati-hati terhadap makanan dan minuman manis seperti kue, es krim, minuman bersoda, biskuit, dan sebagainya.

Makanan manis tinggi akan gula tambahan dan mengandung banyak kalori. Sebagian besar makanan manis tidak memiliki kandungan nutrisi yang penting bagi tubuh.

Konsumsi gula tambahan dapat meningkatkan risiko obesitas, kolesterol tinggi, penyakit jantung, diabetes, dan kanker. Gula tambahan juga dapat menurunkan fungsi kognitif.  

5. Garam

Garam memiliki fungsi sebagai bumbu dapur atau penyedap rasa. Akan tetapi, konsumsi garam berlebih dapat meningkatkan tekanan darah.

Kandungan garam berlebih dapat ditemukan pada makanan cepat saji, seperti pizza, roti isi, dan sebagainya. Sebaiknya batasi asupan garam Anda sebanyak 2.300 sampai 2.400 miligram dalam sehari.

Bahaya kadar kolesterol yang tinggi

Adanya pantangan makanan penderita kolesterol adalah untuk menjaga agar kadar kolesterol pada penderita tetap stabil dan tidak semakin meningkat. Bila penderita tidak menjaga pola makan dan membiarkan kadar kolesterol terus naik, maka terdapat beberapa komplikasi yang mengintai, seperti:

  • Strokepenumpukan kolesterol pada pembuluh darah menyebabkan luka atau robeknya pembuluh darah. Pada luka tersebut, gumpalan darah dapat berkembang dan menghalangi aliran darah ke otak yang memicu stroke.
  • Serangan jantung, serupa denga stroke, serangan jantung diakibatkan oleh gumpalan darah yang menghalangi peredaran darah ke jantung.
  • Sakit di dada, kolesterol yang menumpuk dan menghambat bagian pembuluh darah arteri di jantung dapat menyebabkan sakit di dada.

Konsultasi ke dokter

Kadar kolesterol yang tinggi biasanya tidak menimbulkan gejala dan cara mendeteksinya hanya dengan melakukan tes darah. Berdiskusilah dengan dokter apakah Anda memerlukan tes darah atau tidak.

Umumnya, anak-anak dan orang dewasa muda yang tidak memiliki risiko penyakit jantung hanya perlu melakukan tes darah sebanyak dua kali, yaitu saat berusia sembilan sampai 11 tahun dan saat berusia 17-19 tahun.

Sementara tes darah untuk orang dewasa yang tidak memiliki risiko penyakit jantung hanya perlu melakukan tes darah sebanyak sekali tiap lima tahun.  

Tetap jaga pola makan Anda selama bulan Ramadan agar Anda dapat menyambut Hari Kemenangan dengan tubuh yang sehat dan bugar.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/high-cholesterol-foods#foods-to-avoid
Diakses pada 26 April 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-cholesterol/symptoms-causes/syc-20350800
Diakses pada 26 April 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/317332.php
Diakses pada 26 April 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5669970/
Diakses pada 26 April 2019

WebMD. https://www.webmd.com/cholesterol-management/heart-health-foods-to-buy-foods-to-avoid#3
Diakses pada 26 April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed