Hindari Pantangan Diare Ini Agar Usus Cepat Pulih

Pantangan diare harus dihindari agar gejalanya tak memperparah kondisi
Penderita diare diwajibkan untuk minum air yang banyak demi cegah dehidrasi

Diare menjadi kondisi yang umum dialami banyak orang. Saat perut terasa nyut-nyutan dan rasa sakitnya sangat menyiksa, ada kelompok pantangan diare yang seharusnya kita hindari. Mengetahui pantangan diare pun penting agar Anda tak salah makan sehingga frekuensi ke toilet pun dapat berkurang.

Pantangan diare yang harus dihindari

Menjadi hal yang penting diperhatikan, ini pantangan diare yang bisa dihindari agar tubuh cepat pulih:

1. Produk susu kecuali yogurt

Kelompok pantangan diare yang pertama adalah makanan produk susu. Penyakit diare dapat memicu penurunan enzim pencernaan yang disebut enzim laktase. Enzim laktase sendiri diperlukan tubuh untuk mencerna laktosa, gula yang terdapat dalam produk susu. Apabila laktosa atau gula susu tidak tercerna, tubuh akan berisiko mengalami kembung, perut bergas, mual, hingga diare yang lebih parah.

Produk susu dengan kandungan laktosa yang menjadi pantangan diare, yaitu:

  • Susu
  • Krim
  • Keju
  • Es krim
  • Krim asam

2. Makanan penghasil gas

Beberapa makanan dilaporkan bisa meningkatkan gas di perut. Peningkatan gas ini pun bisa berkontribusi terhadap diare yang lebih parah. Beberapa makanan penghasil gas yang bisa dihindari saat diare, yaitu:

  • Biji dari tumbuhan polong-polongan (beans)
  • Brokoli
  • Kubis
  • Bunga kol
  • Bawang merah
  • Buah persik
  • Buah plum
  • Buah pir
  • Buah yang dikeringkan, seperti aprikot dan kismis
sayur brokoli pantangan diare
Sayur brokoli dapat memicu gas sehingga menjadi pantangan diare

3. Makanan tinggi lemak

Makanan dengan kandungan lemak yang tinggi dapat mempercepat kontraksi usus. Hal tersebut bisa memicu reaksi pada sistem pencernaan yang sebelumnya sudah sensitif. Berikut ini makanan tinggi lemak yang tentu harus dihindari saat Anda mengalami diare:

  • Makanan berkrim
  • Makanan cepat saji
  • Potongan daging yang berlemak
  • Makanan berminyak
  • Makanan dengan campuran saus
  • Gorengan

4. Makanan dengan pemanis buatan

Walau mungkin terlihat ‘menyehatkan’ karena diklaim bebas gula, makanan yang mengandung pemanis buatan dan pengganti gula juga bisa dihindari dulu saat diare. Sebab, kelompok makanan ini dapat memicu efek laksatif yang berkontribusi terhadap pembentukan gas dan kembung.

Beberapa makanan dengan pemanis buatan ini, termasuk:

  • Minuman bersoda untuk diet
  • Permen bebas gula
  • Produk pengganti gula untuk kopi dan teh

5. Alkohol, kopi, dan minuman berkarbonasi

Minuman berkarbonasi, kopi, dan alkohol bisa berisiko menyebabkan iritasi pada organ pencernaan. Minuman-minuman tersebut memang cenderung tidak memicu diare pada orang sehat. Namun, jika Anda sudah mengalami masalah pencernaan ini, menghindari minuman di atas sangat dianjurkan.

6. Makanan pedas

Bukan rahasia lagi, makanan pedas menjadi salah satu kelompok pangan yang memicu diare. Makanan pedas dapat menyebabkan iritasi pada dinding lambung saat dicerna. Kondisi ini pun dapat memicu sensasi terbakar, perut kembung, perut bergas, dan diare.

Lantas, apa yang bisa dikonsumsi saat diare?

Selain pantangan diare di atas, ada beberapa kelompok makanan dan minuman yang bisa dikonsumsi saat sakitnya diare begitu menyiksa. Apa saja?

1. Makanan hambar

Penderita diare harus mengonsumsi makanan yang hambar, untuk mengurangi risiko iritasi berlanjut pada usus. Beberapa makanan hambar yang bisa membantu meringankan gejala diare, yaitu:

  • Sereal hangat, seperti oatmeal
  • Buah pisang
  • Nasi putih
  • Roti hambar
  • Kentang yang direbus
  • Cracker tanpa rasa

2. Probiotik

Probiotik membantu menjaga sistem pencernaan dengan menjaga keseimbangan bakteri baik di dalam usus. Pada beberapa kasus, makanan probiotik seperti yogurt bisa dikonsumsi untuk pulihkan diare. Apabila Anda ingin mencari alternatif selain yogurt, probiotik non-susu seperti miso bisa menjadi pilihan.

3. Air putih

Cairan sangat vital untuk memulihkan tubuh saat terserang diare. Sebab, air putih membantu mencegah dehidrasi dan membantu mengeluarkan racun yang ada di tubuh. Penderita diare harus mengonsumsi banyak air putih sepanjang hari dan mungkin porsinya bisa ditambah.

4. Elektrolit

Selain air putih, Anda juga bisa meminum cairan yang mengandung mineral dan elektrolit. Sebab, selain cairan, elektrolit juga berisiko hilang dari tubuh karena diare. Beberapa cairan dan minuman sehat sumber elektrolit dan mineral, yaitu:

  • Kaldu
  • Air kelapa
  • Minuman elektrolit

Catatan dari SehatQ

Kebanyakan kasus diare bisa diatasi di rumah dengan mengonsumsi makanan yang tepat, serta menghindari pantangan diare di atas. Pastikan Anda juga beristirahat dengan cukup untuk memulihkan tubuh yang stres karena masalah pencernaan ini.

Apabila diare tak kunjung hilang setelah 2-3 hari, atau disertai dengan gejala yang parah seperti demam dan feses berdarah maupun berlendir, menemui dokter dengan segera akan sangat dianjurkan.

Semoga lekas sembuh!

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320124
Diakses pada 5 Mei 2020

Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/foods-to-avoid-when-you-have-diarrhea-1944667
Diakses pada 5 Mei 2020

Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/how-to-make-diarrhea-go-away-1324506
Diakses pada 5 Mei 2020

Artikel Terkait