Pansitopenia, Kondisi Saat Produksi Sel Darah Tubuh Tak Mencukupi


Pansitopenia adalah kondisi ketika tubuh seseorang memiliki terlalu sedikit sel darah merah, sel darah putih, dan platelet. Artinya, ada kelainan jumlah pada tiga jenis sel darah yang menyebabkan gangguan darah sekaligus mulai dari anemia, leukopenia, hingga trombositopenia.

(0)
06 Apr 2021|Azelia Trifiana
Kurangnya sel darah merah adalah penyebab pansitopeniaKurangnya sel darah merah adalah penyebab pansitopenia
Pansitopenia adalah kondisi ketika tubuh seseorang memiliki terlalu sedikit sel darah merah, sel darah putih, dan platelet. Artinya, ada kelainan jumlah pada tiga jenis sel darah yang menyebabkan gangguan darah sekaligus mulai dari anemia, leukopenia, hingga trombositopenia. Penyakit ini cukup serius dan bisa mengancam nyawa apabila tidak tertangani dengan tepat.Terkadang, penyebab terjadinya pancytopenia tidak terhindarkan. Contohnya seperti gangguan sumsum tulang dan kanker.

Gejala pansitopenia

Apabila masih ringan, ada kemungkinan pansitopenia tidak menimbulkan gejala apapun. Bahkan, mungkin baru disadari terjadi ketika dokter melakukan pemeriksaan darah untuk kebutuhan lainnya.Sementara untuk kondisi pansitopenia lebih parah, bisa muncul beberapa gejala seperti:
  • Napas tersengal-sengal
  • Kulit pucat
  • Tubuh lesu
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Mudah mengalami luka
  • Perdarahan
  • Muncul lebam keunguan kecil di kulit (petechiae)
  • Lebam ungu dengan ukuran lebih besar (purpura)
  • Hidung berdarah atau mimisan
  • Gusi berdarah
  • Detak jantung terlalu cepat
Kemudian, perhatikan pula tanda-tanda kondisi darurat yang mengharuskan penanganan medis saat itu juga. Gejalanya adalah:
  • Demam di atas 38,3 derajat Celsius
  • Kejang
  • Perdarahan dalam jumlah banyak
  • Kehabisan napas
  • Merasa bingung
  • Hilang kesadaran

Penyebab dan faktor risiko pansitopenia

anemia aplastik
Anemia aplastik jadi salah satu sumber penyebabnya
Mengingat pansitopenia memengaruhi kondisi pada sel darah merah, sel darah putih, dan platelet, artinya ada gangguan pada sumsum tulang tempat produksinya. Tak hanya itu, penyakit dan paparan terhadap zat kimia dan obat tertentu juga bisa menjadi faktor pemicu.Berikut ini beberapa faktor risiko penyebab seseorang mengalami pancytopenia:
  • Kanker

Utamanya jenis kanker yang berpengaruh pada kondisi sumsum tulang seperti leukemia, multiple myeloma, limfoma Hodgkin dan non-Hodgkin, sindrom mielodisplastik, dan anemia megaloblastik ketika tubuh memproduksi sel darah merah yang belum matang.
  • Anemia aplastik

Anemia aplastik merupakan kelainan darah langka ketika tubuh berhenti memproduksi sel darah yang baru. Penyakit ini juga kerap disebut kegagalan sumsum tulang.
  • Paroxysmal nocturnal hemoglobinuria

Kelainan darah langka yang menyebabkan sel darah merah hancur
  • Infeksi virus

Contohnya infeksi virus Epstein-Barr, HIV, hepatitis, malaria, cytomegalovirus, dan infeksi darah berupa sepsis
  • Paparan zat kimia

Terus menerus terpapar zat kimia dari lingkungan seperti radiasi, arsenik, atau benzena juga bisa menjadi faktor risiko masalah pada sumsum tulang. Selain itu, efek samping kemoterapi atau terapi radiasi juga mungkin menyebabkan hal serupa.
  • Kerusakan hati

Penyakit pada liver atau minum alkohol berlebihan yang dalam jangka panjang bisa merusak hati merupakan faktor risiko terjadinya pansitopenia
  • Penyakit autoimun

Penyakit autoimun seperti lupus sistemik eritematosus juga bisa menjadi penyebab masalah terlalu sedikitnya produksi sel darah dalam tubuh

Diagnosis pansitopenia

tes darah
Tes darah untuk diagnosis pansitopenia
Ketika seseorang menunjukkan gejala pansitopenia, dokter akan merujuk kepada spesialis hematologi. Dari sini, akan dilakukan pemeriksaan darah untuk mengukur jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan juga platelet.Sementara untuk mengidentifikasi masalah pada sumsum tulang, dokter akan melakukan aspirasi dan biopsi. Dalam prosedur ini, dokter akan menggunakan jarum untuk mengambil cairan dan jaringan dari dalam tulang untuk diperiksa lebih jauh di laboratorium.Selain itu, dokter juga akan melakukan tes terpisah untuk mencari tahu penyebab pansitopenia. Terkadang, dokter juga meminta CT scan untuk mengetahui apakah ada kemungkinan terjadinya kanker atau masalah lain pada organ.

Penanganan pansitopenia

Terkadang, penanganan pansitopenia akan ditargetkan pada masalah pemicunya. Jadi, ada kemungkinan dokter meminta berhenti mengonsumsi obat tertentu atau paparan dari zat kimia. Sementara ketika sistem imun menyerang sumsum tulang, akan diberi obat untuk menenangkan respons imun tubuh.Beberapa pilihan penanganan pansitopenia di antaranya:
  • Obat untuk stimulasi produksi sel darah merah di sumsum tulang
  • Transfusi darah untuk memenuhi kebutuhan sel darah merah, sel darah putih, dan platelet
  • Antibiotik untuk meredakan infeksi
  • Transplantasi sumsum tulang (stem cell transplant) dengan mengganti sumsum tulang rusak dengan stem cell sehat
Kemungkinan berhasil tidaknya penanganan pansitopenia ini bergantung pada penyakit apa yang memicunya. Langkah penanganan dari dokter juga turut berperan penting.Idealnya, apabila pancytopenia terjadi karena paparan zat kimia atau obat, maka gejalanya akan mereda setelah 1 minggu berhenti mengonsumsinya. Namun, beberapa kondisi seperti kanker mungkin perlu waktu lebih lama untuk sembuh.

Catatan dari SehatQ

Lebih jauh lagi, beberapa jenis pansitopeia seperti kanker atau penyakit sumsum tulang tidak bisa dihindari. Namun, menjaga agar tidak terkena infeksi dengan menjaga kebersihan dan tidak berinteraksi dengan orang sakit bisa jadi cara pencegahan yang tepat.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar penyebab pancytopenia, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakitkelainan darahhidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health/pancytopenia
Diakses pada 22 Maret 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320075
Diakses pada 22 Maret 2021
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/what-is-pancytopenia-2249143
Diakses pada 22 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait