Stunting dapat disebabkan oleh kurangnya asupan nutrisi pada ibu hamil dan anak
Kecukupan nutrisi pada anak sangat penting dalam mencegah terjadinya stunting.

Sebagai negara yang masuk ke dalam 5 besar penderita stunting, pemerintah Indonesia telah fokus melakukan berbagai upaya guna mencegah dan mengurangi anak dengan kondisi stunting.

Stunting sangat penting untuk dicegah karena dampak yang ditimbulkannya akan terasa dalam jangka panjang. Anak yang stunting, akan menjadi lebih mudah sakit, kecerdasannya akan berkurang, serta fungsi tubuhnya tidak seimbang.

[[artikel-terkait]]

Pencegahan stunting sejak masa kehamilan

Stunting adalah permasalahan yang rumit. Kondisi ini tidak bisa dicegah hanya dengan pemberian satu suplemen nutrisi, tapi harus melalui pemberian kombinasi suplemen yang akan berpengaruh pada seluruh aspek perkembangan anak, secara fisik maupun mental.

Tidak hanya pada bayi, pencegahan stunting harus dimulai dari pemberian nutrisi yang cukup untuk ibu. Pemberian nutrisi yang tepat dan cukup pada ibu hamil, dapat meningkatkan berat badan bayi saat lahir, hingga 41 gram.

Selain itu, ibu hamil yang mengonsumsi cukup nutrisi dapat mengurangi risiko bayi lahir mati sebesar 40%. Ibu hamil harus mencukupi kebutuhan nutrisi mulai dari protein, kalsium, zat besi, hingga asam folat agar pertumbuhan janin bisa berlangsung dengan baik.

Berikut ini rekomendasi asupan nutrisi untuk ibu selama kehamilan.

  • Protein. Ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi 75-100 gram protein per harinya.
  • Kalsium. Selama kehamilan, konsumsi kalsium disarankan sebesar 1.000 miligram setiap harinya.
  • Zat besi. Asupan zat besi yang ideal selama kehamilan adalah sebanyak 27 miligram per hari.
  • Asam folat. Direkomendasikan untuk dikonsumsi sebanyak 0,6 hingga 0,8 miligram per hari.
  • Vitamin C. Disarankan untuk dikonsumsi setidaknya 85 miligram per hari.

Berbagai nutrisi tersebut bisa didapatkan secara alami dari berbagai bahan makanan, maupun dengan konsumsi suplemen harian. Pada ibu hamil yang membutuhkan tambahan suplemen maupun vitamin, dokter akan memberikan sesuai dengan dosis yang dibutuhkan.

3 Pencegahan stunting berdasarkan penyebabnya

Selain kurangnya asupan nutrisi ibu hamil, stunting juga bisa disebabkan oleh asupan nutrisi yang kurang baik pada anak, dan penyakit infeksi. Kecukupan nutrisi sangatlah penting untuk mencegah stunting, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan, yang dihitung sejak masih di kandungan hingga anak memasuki usia dua tahun.

Berikut ini langkah-langkah pencegahan stunting yang dapat dilakukan.

1. Pemberian ASI

Inisiasi menyusui dini dan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama dapat mengurangi risiko anak terkena infeksi saluran pencernaan. Hal ini penting untuk diperhatikan, karena infeksi tersebut dapat membuat penyerapan nutrisi di tubuh anak menjadi tidak optimal. Sehingga, terjadilah stunting.

ASI juga sangat penting bagi anak yang telah mengalami infeksi. Manfaatnya akan semakin besar, jika pemberian ASI dilanjutkan hingga anak memasuki usia dua tahun, karena ASI dapat melengkapi kekurangan nutrisi, apabila konsumsi MPASI anak kurang bisa memenuhi kebutuhan nutrisi harian anak.

2. Ciptakan lingkungan yang bersih

Tidak hanya seputar pemberian nutrisi, menciptakan lingkungan yang bersih juga merupakan langkah penting dalam pencegahan stunting. Salah satu penyebab stunting adalah infeksi. Sementara itu, risiko infeksi akan meningkat pesat jika bayi berada di lingkungan yang kurang bersih.

Infeksi yang paling berisiko menyebabkan anak mengalami stunting adalah diare. Pasalnya, penyakit yang satu ini bisa membuat terjadinya gangguan penyerapan nutrisi di tubuh dan menurunkan nafsu makan.

Diare dapat dicegah dengan penggunaan air bersih untuk minum, masak, maupun mandi. Selain itu, cuci tangan menggunakan sabun, pengelolaan sampah yang baik, dan pengelolaan limbah rumah tangga yang baik juga merupakan langkah pencegahan stunting yang penting dilakukan.

3. Pemberian MPASI yang sehat

Pemberian MPASI yang sehat pada anak sangatlah penting untuk mencegah stunting. Terutama menambahkan bahan makan dari protein hewani untuk membantu pertumbuhan fisik serta kecerdasan anak.

Selain itu, pemberian satu butir telur setiap harinya juga dipercaya dapat mengurangi risiko anak mengalami stunting hingga 47%. Pemberian makanan lain yang telah diperkaya dengan nutrisi seperti zat besi, folat, dan vitamin B12 juga penting untuk perkembangan anak.

Kesadaran akan pencegahan stunting memang perlu disosialisasikan kepada para wanita dengan usia produktif, yang berencana mempunyai atau sudah memiliki anak. Pasalnya, kondisi ini terkait dengan masa depan si buah hati.

Tidak hanya itu, kesadaran untuk rutin memeriksakan kandungan ke dokter juga perlu ditingkatkan. Dengan begitu, rencana pemenuhan gizi bagi ibu maupun bayi, dapat berjalan dengan baik sesuai anjuran.

WHO. https://www.who.int/nutrition/topics/globaltargets_stunting_policybrief.pdf
Diakses pada 17 Mei 2019

WHO. https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/260202/9789241513647-eng.pdf;jsessionid=37AF8536D43BB3744CF105602F177600?sequence=1
Diakses pada 17 Mei 2019

Kementerian Kesehatan RI. http://siha.depkes.go.id/portal/files_upload/Buku_Saku_Stunting_Desa.pdfD
Diakses pada 17 Mei 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/317770.phpD
Diakses pada 17 Mei 2019

American Pregnancy Association. https://americanpregnancy.org/pregnancy-health/pregnancy-nutrition/
Diakses pada 17 Mei 2019

UNICEF. https://wnpg.lipi.go.id/wp-content/uploads/2018/07/bidang4-3juli2018/WNPG-UNICEF-Presentation-July-2018.pdf
Diakses pada 17 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed