perhatikan gula yang Anda konsumsi saat menderita diabetes
Penderita diabetes harus lebih selektif dalam memilih gula

Hal yang paling diyakini oleh masyarakat adalah bahwa penderita diabetes tidak boleh mengonsumsi gula. Sebenarnya, penderita diabetes masih dapat mencicipi rasa manis dari gula. Hanya saja gula yang dikonsumsi memiliki jenis dan takaran yang berbeda.

Di balik dari gembar-gembor efek gula untuk diabetes yang buruk, seharusnya penderita diabetes lebih fokus dengan konsumsi karbohidratnya. Konsumsi gula memang perlu diawasi dan dibatasi, tetapi jangan lupa kalau gula adalah salah satu bentuk karbohidrat.

Oleh karenanya, jangan hanya fokus kepada takaran dan jenis gula untuk diabetes, tetapi juga harus berpusat pada konsumsi karbohidrat secara umum. Karbohidrat yang tinggi bisa meningkatkan kadar gula darah Anda!

Berapa banyak takaran gula untuk diabetes?

Takaran gula untuk diabetes berbeda-beda pada tiap penderita diabetes. Konsultasi dokter sangat diperlukan untuk mengetahui secara pasti berapa takaran gula untuk diabetes yang bisa dikonsumsi.

Namun, sudah jelas bahwa takaran gula untuk diabetes kurang dari asupan gula untuk orang normal lainnya.

Akan lebih baik bagi penderita untuk menanyakan berapa persen kalori dari gula yang bisa dikonsumsi daripada menanyakan berapa takaran gula yang bisa dikonsumsi per harinya. Hal ini lebih membantu Anda dalam mengatur asupan gula dan kalori yang dibutuhkan.

Pilih karbohidrat yang sesuai!

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, penderita diabetes lebih baik berfokus ke menjaga konsumsi karbohidrat daripada takaran gula untuk diabetes, karenanya langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengetahui jenis-jenis karbohidrat yang tepat untuk dikonsumsi.

Salah satu cara untuk mengetahui karbohidrat mana yang tepat dikonsumsi adalah dengan melihat indeks glikemik dari karbohidrat yang ingin dimakan. Pilihlah jenis karbohidrat yang memiliki indeks glikemik yang rendah atau memiliki nilai indeks glikemik di bawah 55.

Beberapa contoh jenis karbohidrat yang memiliki indeks glikemik yang rendah adalah steel-cut atau rolled oatmeall, jelai, ubi, jagung, biji-bijian, dan sebagainya. Selain itu, pilih juga jenis karbohidrat yang memiliki kandungan nutrisi yang tinggi.

Misalnya, satu sendok gula kira-kira memiliki jumlah karbohidrat yang setara dengan 1 ¼ stroberi. Akan tetapi, akan lebih bijak untuk memilih stroberi daripada gula karena stroberi mengandung serat, antioksidan, vitamin C, dan mangan.

Namun, jangan sampai terlalu fokus dalam melihat indeks glikemik dan jenis karbohidrat yang dikonsumsi sampai lupa menjaga jumlah karbohidrat yang boleh dikonsumsi!

Bagaimana dengan gula alami?

Prinsip yang perlu diterapkan dalam gula untuk diabetes adalah melihat jumlah karbohidrat dalam jenis gula yang dikonsumsi. Gula alami seperti madu, agave, dan sebagainya sebetulnya memiliki kadar karbohidrat yang hampir sama dengan gula biasanya.

Anda bisa mengganti gula putih dengan gula yang lebih alami, tetapi tetap harus mengawasi jumlah karbohidrat dalam gula alami yang ingin dikonsumsi dan mengikuti persentase asupan gula dari yang dianjurkan oleh dokter Anda.

Apa ada alternatif gula untuk diabetes lainnya?

Gula untuk diabetes lebih direkomendasikan dalam bentuk pemanis yang rendah karbohidrat. Penderita diabetes bisa mengganti gula yang biasa dikonsumsi dengan pemanis rendah karbohidrat, seperti stevia, xylitol, dan sebagainya.

Waspadai gula tambahan dalam makanan!

Tabel nutrisi di pembungkus makanan perlu diperiksa dengan jeli karena tidak semua makanan yang dicap sebagai “makanan sehat dan organik” rendah karbohidrat dan gula. Terkadang produsen juga mengganti istilah gula yang digunakan untuk mengecoh para pembeli.

Istilah-istilah yang merujuk pada gula dan biasa dicantumkan dalam daftar bahan di pembungkus makanan adalah maltosa, fruktosa, madu, sukrosa, sirup beras, sirup jagung tinggi fruktosa, dan sebagainya.

Berbicara tentang buah

Gula untuk diabetes biasanya diganti dengan buah. Namun, apakah semua buah boleh dikonsumsi oleh penderita diabetes? Sama seperti prinsip pemilihan jenis karbohidrat, pemilihan buah juga didasarkan dengan tingkat indeks glikemiknya.

Hindari buah dengan indeks glikemik yang tinggi, seperti pisang, nanas, buah-buahan yang dikeringkan, semangka, dan sebagainya. Periksa juga jumlah karbohidrat dalam buah yang ingin dikonsumsi.

Sebaiknya konsumsi buah secara langsung dan tanpa tambahan gula lainnya. Saat ingin mengonsumsi buah, periksakan dengan dokter apakah buah yang akan dimakan berpengaruh terhadap obat yang dikonsumsi atau tidak.

American Diabetes Association. http://www.diabetes.org/food-and-fitness/food/what-can-i-eat/understanding-carbohydrates/glycemic-index-and-diabetes.html
Diakses pada 14 Juni 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/4-healthy-natural-sweeteners
Diakses pada 14 Juni 2019

U.S.News. https://health.usnews.com/health-news/blogs/eat-run/articles/2017-11-14/how-much-sugar-can-you-eat-if-you-have-diabetes
Diakses pada 14 Juni 2019

Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/how-much-sugar-can-a-person-with-diabetes-have-2506616
Diakses pada 14 Juni 2019

WebMD. https://www.webmd.com/diabetes/features/fruit-diabetes-sugar#1
Diakses pada 14 Juni 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed