MPASI bayi 9 bulan biasanya berisi makanan yang lebih keras teksturnya daripada puree
Bayi 9 bulan sudah bisa mengonsumsi MPASI yang lebih keras teksturnya`

Saat usia bayi memasuki 9 bulan, mempersiapkan makanan pendamping air susu ibu alias MPASI 9 bulan akan mendapat tantangan baru. Untuk itu, Anda harus siap dengan strategi anyar dalam menyiapkan menunya sehingga bayi relatif terhindar dari gerakan tutup mulut (GTM).

Di usia 9 bulan ke atas, bayi akan lebih ahli dalam mengunyah sehingga tekstur makanan berupa puree mungkin tidak lagi menarik. Anda dapat meningkatkan tekstur menjadi makanan yang dilumatkan (mashed).

Bayi juga mungkin menolak untuk disuapi menggunakan sendok. Oleh karena itu, Anda juga harus memutar otak dalam menyiapkan makanan yang bisa digenggam bayi (finger food) yang tidak membuatnya tersedak.

Prinsip dasar pemberian MPASI 9 bulan

Pada usia 9 bulan, bayi membutuhkan 750-900 kalori per hari dengan 400-500 kalori di antaranya masih didapat dari ASI atau susu formulanya. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan porsi makan MPASI 9 bukan sekitar setengah dari mangkuk berukuran 250 ml, tapi jangan paksakan bayi untuk menghabiskannya jika ia sudah kenyang.

Bayi 9 bulan akan makan ketika lapar dan berhenti ketika kenyang. Ingat, kapasitas lambung bayi masih kecil, dan memaksanya untuk menelan makanan di luar kemampuan makannya hanya akan membuatnya tidak bisa membedakan kapan kenyang dan lapar sehingga meningkatkan risiko obesitas di kemudian hari.

Jika Anda memberikan menu finger food kepada bayi, usahakan untuk memasaknya lebih lama sehingga teksturnya akan lebih lembut dari makanan rumahan biasa. Anda juga dapat mengombinasikan makanan lumat dengan potongan bahan makanan lain, misalnya memberi bayi bubur oat dengan topping kacang merah, yogurt plain dengan topping buah mangga, dan sebagainya.

Terus kenalkan anak dengan bahan makanan baru yang belum pernah ia santap sebelumnya dengan cara memberikannya satu per satu. Hal ini dilakukan untuk memantau ada atau tidaknya reaksi alergi yang muncul setelah anak mengonsumsi bahan makanan tersebut.

Bukan tidak mungkin menu makanan baru dalam MPASI 9 bulan akan ditolak oleh bayi saat baru pertama kali diberikan. Namun jangan menyerah karena ia mungkin akan menyukainya di kemudian hari. Begitu pula jika muncul reaksi alergi tertentu, Anda tetap dapat memberi bahan makanan yang sama dengan jeda beberapa minggu atau bulan.

Bahan makanan yang dapat digunakan dalam MPASI 9 bulan

Bahan makanan apa pun dapat Anda gunakan dalam MPASI 9 bulan, termasuk protein hewani maupun nabati yang digadang-gadang rawan menimbulkan alergi. IDAI bahkan merekomendasikan pemberian protein nabati dan hewani sudah dimulai sejak bayi berusia 6 bulan.

Sebagai bahan pertimbangan Anda, berikut bahan makanan yang dapat dimasukkan dalam menu MPASI 9 bulan:

  • Bayam

Bayam kaya akan klorofil yang dapat mencegah anemia. Namun, bayam tidak boleh dimasak terlalu lama karena akan menghancurkan nutrisinya berupa beta-carotene dan vitamin C.

  • Brokoli

Brokoli mengandung fitokimia yang dapat menurunkan risiko munculnya sel kanker pada tubuh. Semakin gelap warna hijau pada bagian ‘semaknya’, semakin tinggi kandungan antioksidan. Namun, pastikan Anda tidak memasak brokoli terlalu lama karena akan menghilangkan nyaris setengah dari kandungan vitamin C-nya.

  • Wortel

Bahan MPASI 9 bulan ini justru akan lebih bergizi setelah dimasak karena kandungan antioksidannya baru terlepas setelah dipanaskan sehingga dapat mudah diserap oleh tubuh. Antioksidan dalam wortel ialah carotene yang juga memberi warna oranye pada tanaman ini.

  • Alpukat

Alpukat kaya akan kalori serta sumber lemak tak jenuh yang sangat baik dimasukkan dalam daftar menu MPASI 9 bulan karena bisa berperan sebagai sumber energi si kecil.

  • Keju

Keju mengandung kalori konsentrat, protein, dan kalsium yang sangat bermanfaat untuk tumbuh kembang bayi.

  • Telur

Tambahkan telur dalam menu MPASI 9 bulan bayi dan awasi reaksi alergi yang muncul setelahnya. Telur sendiri merukan sumber protein yang mudah didapat serta kaya akan vitamin dan mineral yang dibutuhkan bayi, misalnya zinc, vitamin A, D, E, dan vitamun B12.

  • Pasta

Pasta dapat menjadi alternatif karbohidrat bagi bayi di luar beras.

Menu MPASI 9 bulan

Anda dapat mengatur sendiri menu MPASI 9 bulan dengan mengombinasikan bahan-bahan di atas. Berikut contoh menu MPASI yang dicontohkan oleh Akademi Dokter Anak Amerika.

  • Sarapan: sereal dengan telur orak-arik, buah, dan susu formula atau ASI.
  • Snack: susu formula atau ASI dan keju yang dipotong dadu.
  • Makan siang: yogurt atau keju, daging yang dimasak hingga matang, wortel kukus, dan susu formula atau ASI.
  • Snack sore: biskuit, yogurt atau buah yang dipotong dadu.
  • Makan malam: tahu yang dipotong dadu atau daging yang dimasak hingga matang, brokoli kukus, pasta atau nasi, buah, dan susu formula atau ASI.

Variasikan menu MPASI 9 bulan untuk bayi Anda guna menghindari kebosanan. Namun, jangan lupa untuk selalu mempertimbangkan kandungan gizi yang ada dalam makanan mereka, agar segala nutrisi yang dibutuhkan oleh si Kecil dapat terpenuhi.

Parents. https://www.parents.com/baby/feeding/nutrition/superfoods-9-12-months/
Diakses pada 8 Desember 2019

Parents. https://www.parents.com/baby/feeding/solid-foods/feeding-9-12-month-old-baby/
Diakses pada 8 Desember 2019

Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/feeding-nutrition/Pages/Sample-One-Day-Menu-for-an-8-to-12-Month-Old.aspx
Diakses pada 8 Desember 2019

IDAI. http://www.idai.or.id/index.php?id=4356
Diakses pada 8 Desember 2019

Artikel Terkait