Panduan Menggunakan Antibiotik Saluran Kemih untuk Mengobati ISK

Antibiotik menjadi pilihan pertama dalam pengobatan infeksi saluran kemih
Antibiotik saluran kemih memiliki beberapa jenis yang berbeda, tergantung tingkat ringan dan parahnya.

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan suatu penyakit yang sebenarnya dapat disembuhkan dengan mudah. Jika Anda memutuskan untuk ke dokter, maka dokter akan memberikan antibiotik saluran kemih untuk mengobati penyakit infeksi saluran kemih Anda.

Sebelum mendapatkan antibiotik saluran kemih, dokter akan memastikan apakah yang Anda alami merupakan ISK atau bukan.

Gejala dari infeksi saluran kemih memiliki kesamaan dengan beberapa penyakit lainnya, seperti kandung kemih yang terlalu aktif, pembengkakan prostat, batu ginjal, dan kanker kandung kemih.

Apa yang perlu diketahui mengenai antibiotik saluran kemih?

Antibiotik saluran kemih yang diberikan dokter kepada penderita tergantung dari bagian saluran kemih mana yang terinfeksi (atas atau bawah), jenis bakteri yang menginfeksi, dan kondisi kesehatan Anda. Namun, antibiotik selalu menjadi pilihan pertama dalam pengobatan infeksi saluran kemih.

Oleh karenanya, sebelum memberikan antibiotik saluran kemih, dokter akan melakukan analisis urine penderita terlebih dahulu untuk mengetahui jenis bakteri yang menginfeksi penderita.

Lokasi yang terinfeksi juga memengaruhi jenis dan dosis dari antibiotik saluran kemih yang diberikan. Jika penderita mengalami infeksi saluran kemih pada bagian bawah, maka penderita akan diberikan antibiotik saluran kemih secara oral.

Akan tetapi jika infeksi terjadi pada saluran kemih bagian atas, maka dokter akan memberikan suntikan antibiotik saluran kemih.

Kondisi lain yang perlu dipertimbangkan sebelum pemberian antibiotik saluran kemih adalah apakah penderita sedang hamil atau tidak dan apakah usia penderita di atas 65 tahun,

Selain itu, perlu juga diketahui apakah penderita memiliki alergi terhadap antibiotik tertentu, dan apakah penderita pernah merasakan efek samping dari pemberian antibiotik sebelumnya.

Jenis antibiotik saluran kemih

Jika penderita hanya mengalami infeksi saluran kemih ringan, penderita biasanya akan diberikan antibiotik seperti, fosfomycin, ceftriaxone, cephalexin, nitrofurantoin, dan trimethoprim/sulfamethoxazole

Beberapa antibiotik, seperti fluoroquinolones, levofloxacin, dan sebagainya biasanya hanya diberikan kepada penderita infeksi saluran kemih yang parah atau infeksi ginjal.

Pada beberapa kasus, penderita dengan infeksi saluran kemih yang parah akan diberikan suntikan antibiotik saluran kemih.

Konsumsi antibiotik saluran kemih

Infeksi saluran kemih yang ringan biasanya hanya akan diberikan konsumsi antibiotik untuk dua sampai tiga hari, tetapi ada juga yang perlu mengonsumsinya selama tujuh sampai 10 hari.

Pada penderita infeksi saluran kemih yang berat, dokter umumnya memberikan antibiotik saluran kemih untuk 14 hari atau lebih.

Pada penderita yang sering mengalami infeksi saluran kemih, dokter mungkin akan memberikan antibiotik dalam dosis rendah selama enam bulan atau lebih.

Penderita juga akan diminta untuk mengonsumsi antibiotik sebanyak satu kali sebelum atau setelah melakukan hubungan seksual, jika infeksi saluran kemih diakibatkan oleh hubungan seksual.

Penderita tetap harus mengonsumsi antibiotik yang telah diberikan meskipun gejala yang dialami sudah tidak ada karena jika tidak, bisa saja antibiotik belum mematikan semua bakteri di saluran kemih penderita.

Efek samping antibiotik saluran kemih

Setiap konsumsi obat pasti memiliki efek samping, demikian juga dengan antibiotik saluran kemih. Efek samping antibiotik saluran kemih dapat berupa diare, mual atau muntah, sakit kepala, ruam-ruam, dan kerusakan pada otot tendon atau saraf.

Kenali gejala infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih perlu segera diberikan pemeriksaan dan penanganan yang tepat, tetapi terkadang infeksi saluran kemih tidak menunjukkan gejala yang jelas. Namun, terdapat beberapa gejala infeksi saluran kemih yang dapat dialami, seperti:

  • Sering buang air kecil
  • Jumlah urine yang keluar sedikit
  • Urine yang terlihat buram
  • Urine yang berwarna gelap, merah, atau merah muda
  • Pada wanita, terdapat rasa sakit di bagian panggul
  • Urine yang berbau tajam
  • Terdapat keinginan yang kuat dan terus-menerus untuk buang air kecil
  • Sensasi panas atau terbakar saat buang air kecil

Gejala-gejala di atas perlu pemeriksaan lebih lanjut karena terkadang dapat salah didiagnosa sebagai penyakit lainnya.

Konsultasi ke dokter

Anda selalu harus memastikan untuk memeriksa dan berkonsultasi ke dokter agar infeksi saluran kemih dapat segera ditangani. Pastikan untuk menghabiskan antibiotik yang diresepkan oleh dokter dan jika gejala infeksi saluran kemih masih ada, segera kunjungi dokter kembali agar dilakukan evaluasi.

American Cancer Society. https://www.cancer.org/cancer/bladder-cancer/detection-diagnosis-staging/signs-and-symptoms.html
Diakses pada 16 April 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/urinary-tract-infection-adults#antibiotics-for-uti
Diakses pada 16 April 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/urinary-tract-infection/diagnosis-treatment/drc-20353453
Diakses pada 16 April 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/urinary-tract-infection/symptoms-causes/syc-20353447
Diakses pada 03 September 2019

WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/what-are-antibiotics-for-uti#2
Diakses pada 16 April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed